Minggu, 30 Agustus 2026

Mutiara Hikmah Raden Syair Langit ke-56 (Hari itu Ada Tiga)


Mutiara Hikmah Raden Syair Langit ke-56 (Hari itu Ada Tiga)


“Hari itu ada tiga, pertama adalah hari yang telah berlalu dan tidak akan kembali lagi. Yang kedua adalah hari ini, maka carilah kebaikan sebanyak mungkin. Dan yang ketiga adalah hari esok yang masih merupakan angan-angan dan harapan, dimana hari itu entah akan kita temui atau tidak.

Barangsiapa yang hari ini sama dengan hari kemarin, maka ia telah merugi. Dan barang siapa yang hari ini lebih buruk dari hari kemarin, maka ia telah celaka. Dan barangsiapa yang tidak mengetahui apakah ada tambahan kebaikan untuk dirinya, disetiap hari yang telah ia lewati, maka ia telah berada dalam kekurangan. Dan barangsiapa yang berada dalam kekurangan, maka matinya lebih baik daripada hidupnya.”

Ari Ikhtiar Kumaha Carana Wawuh ka Allah teh Hukumna Wajib - Raden Syair Langit (Bagian ke-2)

Ari Ikhtiar Kumaha Carana Wawuh ka Allah teh Hukumna Wajib - Raden Syair Langit

(Bagian ke-2) 

Ari Ikhtiar Kumaha Carana Wawuh ka Allah teh Hukumna Wajib - Raden Syair Langit (Bagian ke-1)


 Ari Ikhtiar Kumaha Carana Wawuh ka Allah teh Hukumna Wajib - Raden Syair Langit

(Bagian ke-1) 

Tutur Abah Raden Syair Langit ke-5

 

Tutur Abah Raden Syair Langit ke-5


Kamis, 27 Agustus 2026

Raden Syair Langit - Sholawat Sirrul Ma'rifat (Official Video Clip)



Raden Syair Langit - Sholawat Sirrul Ma'rifat (Official Video Clip)

Judul Lagu: Sholawat Sirrul Ma'rifat

Cipta: Raden Syair Langit


Sholawat Sirrul Makrifat adalah Sholawat yang dibuat oleh Raden Syair Langit (Abah Leuweunggede) Pendiri Majelis Tarekat Thaifuriyah Ma'had Thoriqotul Auliya, pada tahun 2019 M atas petunjuk para Masyaikh.

Sholawat ini sudah di ijazahkan dan diamalkan oleh banyak orang. Sholawat ini dibuat menjadi versi lagu oleh Raden Syair Langit agar mudah dikenalkan dan diamlkan.

Lirik:

اَللّٰهُمَّ إِمْنَحْنَاالسَّلاَمَ وَالْحُبَّ اْلكَامِلَ لِلإِنْسَانِ اْلاُوْلىٰ , وَهُوَسَيِّدُ نَامُحَمَّدٌ نِالَّذِىْ فِيْهِ رَحْمَةٌ, وَبِسَبَبِهِ اَنْقَدْ تَنَا فِى الدّ ُنْيَا وَاْلاٰخِرَةِ, عَسَ اللهُ بِبَرَكَةِ مُحَمَّدٍ اِجْعَلْنَا وَسِيْلَةً مُبَارَكَةً لَنَا وَسَهِّلْ اُمُوْرَحَاجَتِنَا وَبَعِّدْ نَا مِنْ كُلِّ ضَرَّاۤءٍ, اَللّٰهُمَّ ا جْعَلْنَاإِنْسَا نًا فِيْ رِ ضَاكَ وَ بِوَ سِيْلَةٍ بَرَكَةِ مُحَمَّدٍإِجْعَلْ نَا مِنْ اَهْلِ الصَّلاَ ةِ وَ اْلمَعْرِ فَةِ, وَصَلِّ وَسَلِّمْ عَلىٰ اٰلِ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَصَحْبِهِ, اَللّٰهُمَّ اجْعَلْ هَذَااْلعَالمَ َصَغِيْرًا اَ مَامَنَا وَدَعْ اِسْمَكَ يَقِفُ دَائِمًافِيْ قُلُوْ بِنَا

Ceramah Lucu Raden Syair Langit ! Jalma Maot Kumaha Kabiasaan Kumaha Mun Maot Ti Gejebur Keur Ngusep


Ceramah Lucu Raden Syair Langit ! Jalma Maot Kumaha Kabiasaan Kumaha Mun Maot Ti Gejebur Keur Ngusep


Tutur Abah Raden Syair Langit ke-4


Tutur Abah Raden Syair Langit ke-4


Rabu, 26 Agustus 2026

Jadwal Ceramah Abah Raden Syair Langit - Peringatan Maulid Baginda Nabi Muhammad SAW (Cibodas, Dusun Rancah Girang Kec. Rancah (08 September 2026 M)


Jadwal Ceramah Abah Raden Syair Langit - Peringatan Maulid Baginda Nabi Muhammad SAW (Cibodas, Dusun Rancah Girang Kec. Rancah (08 September 2026 M)


Acara : Tabligh Akbar Memperingati Maulid Baginda Nabi Muhammad SAW

Waktu : Selasa Malam Rabu. 08 September 2026 M, Pukul 20:00 sampai selesai

Lokasi : Cibodas, Dusun Rancah Girang Kec. Rancah




Mutiara Hikmah Raden Syair Langit ke-55 (Saat Terluka dan Kecewa)

 


Mutiara Hikmah Raden Syair Langit ke-55 (Saat Terluka dan Kecewa)


“Saat kita terluka, saat kita kecewa, adakalanya kita menangis, tidak apa-apa, namanya juga manusia, asalkan air mata yang menetes itu engkau curahkan kepada yang Maha Memiliki kita, yakni Allah ‘azza wa jalla, maka setiap tetesan air mata yang mengalir, kelak akan menjadi saksi, bahwa engkau adalah hamba yang lemah, yang selalu memasrahkan segala sesuatunya hanya kepada Dia Sang Maha Cinta yakni Allah SWT.”

Selasa, 25 Agustus 2026

Raden Syair Langit - Ada Rindu Ada Sayang (Arabic Reggae Fusion)


Raden Syair Langit - Ada Rindu Ada Sayang (Arabic Reggae Fusion)

Raden Syair Langit - Ada Rindu Ada Sayang (Arabic Reggae Fusion)

Judul Lagu: Ada Rindu Ada Sayang

Cipta: Raden Syair Langit

Lagu ini dibuat pada tahun 2015 M, dan di aransemen ulang pada tahun 2025 M.


Lirik:

[Intro]

[Verse 1]

Betapa, dalamnya cintaku ini kepadamu.

Begitu lama ku mengenalmu, tak pernah aku lupa.

Mengapa, kini rasa cinta ni semakin gila.

Hantui hariku bayangi jiwaku, begitu dalam membuatku kelam.

[Verse 2]

Harusnya, aku terima sakit di hati ini.

Sungguh ku tak tahu yang terjadi, sungguh aku tak mengerti.

Cobalah, kau pahami rasa di hatiku ini.

Tak sadarkah bila aku yang mencinta, cintaku begitu besar kepadamu.

[Reff]

Cintaku, begitu dalam, tak akan pernah tergantikan.

Walaupun, ombak di samudra, menerjang ku akan bertahan.

Cintaku, begitu besar, dirimu selalu di hatiku.

Tingginya, gunung Mahameru, kan kudaki hanya untukmu.

[Intro]

[Verse 3]

Baiknya, ada ikatan di antara kita.

Agar tidak ada yang kecewa, ku harap bahagia.

Mungkinkah, engkaupun mengharap semua terjadi.

Adanya rindu adanya sayang, ikatan cinta di antara kita.

[Intro]

[Reff]

Cintaku, begitu dalam, tak akan pernah tergantikan.

Walaupun, ombak di samudra, menerjang ku akan bertahan.

Cintaku, begitu besar, dirimu selalu di hatiku.

Tingginya, gunung Mahameru, kan kudaki hanya untukmu.

[Outro]

Cintaku, begitu dalam, adanya rindu ada sayang.

Walaupun, ombak di samudera, menerjang ku akan bertahan.

Tingginya, gunung Mahameru, kan kudaki hanya untukmu.


Sabtu, 22 Agustus 2026

Mutiara Hikmah Raden Syair Langit ke-54 (Hati itu Ibarat Ibu Kota Sebuah Negara)


Mutiara Hikmah Raden Syair Langit ke-54

(Hati itu Ibarat Ibu Kota Sebuah Negara)


“Hati itu ibarat Ibu Kota sebuah Negara, jika Ibu Kotanya hancur, maka Negara-pun ikut hancur. Begitulah juga dengan hati manusia, jika hati rusak dan sakit, maka badan-pun akan ikut rusak dan sakit. Yang lebih berbahaya, adalah ketika mental, akhlak dan kelakuan manusia menjadi hancur rusak dan sakit.

Marodul qulub مرض القلوب bisa menyebabkan marodul abdan مرض الأبدان, sedangkan marodul abdan tidak menjadikan marodul qulub” 


*penjelasan per bait* 
. ٱلْقَلْبُ كَعَاصِمَةِ ٱلدَّوْلَةِ، فَإِذَا خَرِبَتِ ٱلْعَاصِمَةُ خَرِبَتِ ٱلدَّوْلَةُ بِأَسْرِهَا
Artinya:
Hati itu laksana ibu kota sebuah negara. Jika ibu kotanya hancur, maka seluruh negara pun ikut hancur.
Penjelasan:
Dalam tatanan wujud manusia, hati (qalb) adalah pusat komando batin, tempat lahirnya niat, cinta, makrifat, dan arah perjalanan spiritual. Sebagaimana ibu kota menjadi pusat kekuasaan dan pengatur segala urusan negara, hati pun mengatur seluruh laku, ucapan, dan arah hidup seseorang. Jika hati rusak, maka semua aspek hidup pun rusak.
وَكَذَلِكَ قَلْبُ ٱلْإِنسَانِ، إِذَا فَسَدَ وَمَرِضَ، فَسَدَ ٱلْجَسَدُ وَمَرِضَ
Artinya:
Demikian pula hati manusia. Jika rusak dan sakit, maka tubuh pun akan ikut rusak dan sakit.
Penjelasan:
Hadits Nabi saw menyatakan:
أَلَا وَإِنَّ فِي الْجَسَدِ مُضْغَةً، إِذَا صَلَحَتْ صَلَحَ الْجَسَدُ كُلُّهُ، وَإِذَا فَسَدَتْ فَسَدَ الْجَسَدُ كُلُّهُ، أَلَا وَهِيَ الْقَلْبُ
"Ketahuilah, di dalam tubuh ada segumpal daging. Jika ia baik, maka seluruh tubuh akan baik; dan jika ia rusak, maka seluruh tubuh akan rusak. Ketahuilah, itu adalah hati."
Penyakit hati (hasad, riya', ujub, ghurur) bisa menimbulkan penyakit jasmani karena menyiksa batin, memunculkan stres, dan memutus ketenangan ruhani.
وَٱلْأَخْطَرُ مِنْ ذَٰلِكَ: إِذَا فَسَدَتِ ٱلنَّفْسِيَّةُ، وَٱلْأَخْلَاقُ، وَٱلسُّلُوكُ
Dan yang lebih berbahaya dari itu adalah: jika rusak jiwa, akhlak, dan perilaku.
Penjelasan:
Kerusakan hati yang tidak segera diobati akan merusak nafsiyah (mental spiritual), lalu menjalar ke akhlak (moral), dan akhirnya terlihat nyata dalam suluk (perilaku). Ini adalah kehancuran berlapis: dari dalam batin, keluar menjadi keburukan sosial dan moral. Dalam tasawuf, ini disebut tadarruj fi al-suquṭ التدرّج في السقوط (jatuhnya ruhani secara bertahap).
. فَإِنَّهَا تُدَمِّرُ ٱلْإِنسَانَ تَدْمِيرًا
Maka sesungguhnya itu akan menghancurkan manusia sehancur-hancurnya.
Penjelasan:
Ini adalah peringatan spiritual. Rusaknya jiwa dan akhlak akan membawa manusia menuju kehancuran total, tidak hanya secara fisik dan sosial, tapi juga di hadapan Allah. Ia kehilangan jati diri sebagai ‘abd (hamba), kehilangan cahaya ruhaniyah, dan akhirnya terpuruk dalam gelapnya hawa nafsu dan syahwat.
فَمَرَضُ ٱلْقُلُوبِ قَدْ يُسَبِّبُ مَرَضَ ٱلْأَبْدَانِ
Penyakit hati bisa menyebabkan penyakit badan.
Penjelasan:
Dalam dunia medis pun, telah terbukti bahwa stres, dengki, marah, dan perasaan negatif lainnya berdampak langsung pada kondisi fisik: tekanan darah naik, jantung terganggu, imunitas melemah. Dalam pandangan tasawuf, qalbun maridh akan menarik bala (ujian), karena hatinya sudah menyimpang dari fitrah dzikir dan tawakal.
وَلَٰكِنَّ مَرَضَ ٱلْأَبْدَانِ لَا يُؤَدِّي إِلَىٰ مَرَضِ ٱلْقُلُوبِ
Tetapi penyakit badan tidak menyebabkan penyakit hati.
Penjelasan:
Penyakit badan adalah ujian lahir, dan tidak serta-merta menjadikan seseorang berdosa atau rusak secara batin. Justru banyak auliya’ Allah diuji dengan penyakit fisik, namun hati mereka bersih, sabar, ridha, dan makin dekat kepada Allah. Maka siapa yang menjaga hatinya tetap sehat, ia tetap mulia di sisi Allah, meski raga lemah dan sakit.

Jumat, 21 Agustus 2026

Jadwal Ceramah Abah Raden Syair Langit - Peringatan Maulid Baginda Nabi Muhammad SAW (Sukaharja Rajadesa Ciamis, 09 September 2026 M)


Jadwal Ceramah Abah Raden Syair Langit - Peringatan Maulid Baginda Nabi Muhammad SAW (Sukaharja Rajadesa Ciamis, 09 September 2026 M)


Acara : Tabligh Akbar Memperingati Maulid Baginda Nabi Muhammad SAW

Waktu : Rabu Malam Kamis. 09 September 2026 M, Pukul 20:00 sampai selesai

Lokasi : Sukaharja Kecamatan Rajadesa Kabupaten Ciamis Provinsi Jawa Barat


Jadwal Ceramah Abah Raden Syair Langit - Peringatan Maulid Baginda Nabi Muhammad SAW (Cilumping Kabupaten Cilacap, 23 Agustus 2026 M)


Jadwal Ceramah Abah Raden Syair Langit - Peringatan Maulid Baginda Nabi Muhammad SAW (Cilumping Kabupaten Cilacap, 23 Agustus 2026 M)


Acara : Tabligh Akbar Memperingati Maulid Baginda Nabi Muhammad SAW

Waktu : Minggu Malam Senin. 23 Agustus 2026 M, Pukul 20:00 sampai selesai

Lokasi : Cilumping Kecamatan Dayeh Luhur Kabupaten Cilacap Provinsi Jawa Tengah

 


Jadwal Ceramah Abah Raden Syair Langit - Muharaman (SMA N 1 Rancah, 19 Juni 2026)


Jadwal Ceramah Abah Raden Syair Langit - Muharaman (SMA N 1 Rancah, 19 Juni 2026)

- telat upload -

 


Kamis, 20 Agustus 2026

Mutiara Hikmah Raden Syair Langit ke-53 (Kami atau Kalian yang Gila)


Mutiara Hikmah Raden Syair Langit ke-53

(Kami atau Kalian yang Gila)


“Sejatinya, merekalah manusia yg tak mengenal Allah yg gila, mereka melihat kami gila, karena justru merekalah yang gila dan tak sampai kepada maqam kami.

Pada hakikatnya, orang yg gila itu adalah orang yg mengaku ber-Tuhan kepada Allah, tapi mereka tidak ber-makrifat kepada-Nya, ingkar kepada-Nya, dan tak mau taat kepada-Nya. Dan mereka itu belum mampu memahami, dan belum mampu untuk mengerti, tentang hakikat sajatining urip yang sebenanrya.

Kalian melihat kegilaan dari kegilaan kalian sendiri, sedangkan kami melihat kegilaan dari kewarasan kami sendiri”


Penjelasan:

Sejak dahulu para pecinta Allah (ahlullah) sering dituduh “gila” oleh manusia biasa. Mereka dianggap aneh, bahkan tidak waras, karena hidup mereka berbeda dari kebanyakan orang. Namun, yang sesungguhnya gila adalah orang yang mengaku beriman kepada Allah tetapi tidak mengenal-Nya, tidak taat kepada-Nya, bahkan mengingkari-Nya.

Hakikat kegilaan menurut para arif adalah keterputusan dari Allah. Sebab, bila hati tidak mengenal Allah, ruh tidak mengingat Allah, dan hidup tidak diarahkan kepada Allah, maka sejatinya ia berada dalam kegilaan yang lebih dalam daripada sekadar sakit jiwa.

Sedangkan kewarasan sejati ialah mengenal Allah, mencintai-Nya, dan tenggelam dalam cahaya makrifat. Itulah sebabnya, Abah mengatakan: “Jika cinta kami kepada Allah disebut gila, maka biarlah dunia menyebut kami gila, karena dalam kegilaan itu kami menemukan kewarasan yang sejati.”

Mereka yang belum mencapai maqam makrifat hanya menilai lahiriah: cara bicara, cara ibadah, atau sikap zahir para pecinta Allah. Padahal, hakikat sejati (sajatining urip) hanya bisa dipahami dengan hati yang jernih, bukan dengan akal yang dangkal.

Gusti Allah ngadawuh di dalam Al-Qur’an:

وَمَا يَعْقِلُهَا إِلَّا الْعَالِمُونَ

 “Tidak ada yang memahaminya kecuali orang-orang yang berilmu.”

(QS. Al-‘Ankabut: 43)

Ayat ini menunjukkan bahwa tidak semua orang bisa memahami hakikat, hanya mereka yang diberi ilmu dan makrifat oleh Allah.

Tuduhan Kaum Kafir kepada Rasulullah saw:

وَقَالُوا يَا أَيُّهَا الَّذِي نُزِّلَ عَلَيْهِ الذِّكْرُ إِنَّكَ لَمَجْنُونٌ

 Dan mereka berkata: ‘Wahai orang yang diturunkan kepadanya Al-Qur’an, sesungguhnya engkau benar-benar gila’.”

(QS. Al-Hijr: 6)

Ayat ini menegaskan bahwa tuduhan “gila” kepada orang yang dekat dengan Allah sudah ada sejak zaman Rasulullah saw.

Rasulullah saw bersabda:

أَكْثَرُ أَهْلِ الْجَنَّةِ الْمَجَانِينُ

 “Kebanyakan penghuni surga adalah orang-orang yang (dulu dianggap) gila.”

(HR. Ad-Dailami)

Maknanya: orang-orang yang oleh manusia dinilai gila karena zuhud, ibadah, dan cintanya kepada Allah, padahal merekalah yang waras di sisi Allah.

Inti Hikmah

Gila yang hakiki: mengaku ber-Tuhan tapi tidak mengenal Allah.

Waras yang hakiki: mengenal, mencinta, dan taat kepada Allah.

Dunia melihat para pencinta Allah sebagai gila, padahal kewarasan sejati ada di pihak mereka.

Rabu, 19 Agustus 2026

Raden Syair Langit Menanggapi Ada Seorang Kuwu Di Sukamantri Ciamis yang Mengadakan Hiburan di Pelataran Masjid & Menyuruh Pemuda Untuk Mabok di Peringatan HUT RI ke-81

 

Raden Syair Langit Menanggapi Ada Seorang Kuwu Di Sukamantri Ciamis yang Mengadakan Hiburan di Pelataran Masjid & Menyuruh Pemuda Untuk Mabok di Peringatan HUT RI ke-81

Tutur Abah Raden Syair Langit ke-2


Tutur Abah Raden Syair Langit ke-2



Mutiara Hikmah Raden Syair Langit ke-52 (Menganggap Allah Ada Tapi Merasa Allah Tiada)


Mutiara Hikmah Raden Syair Langit ke-52 (Menganggap Allah Ada Tapi Merasa Allah Tiada)

“Bagaimana bisa engkau menyebut Allah itu ada tapi sekaligus engkau merasa Dia tidak ada? Dan bagaimana mungkin engkau menganggap Allah itu nampak, namun dirimu tidak melihat Allah nampak?

Kosongkan dirimu dari khayalan semu, angkatlah tubuhmu dari manusia serta makhluk lainnya.

Bicaralah tentang Allah sesuai dengan pengetahuanmu, dan tenggelamkanlah dirimu dalam lautan cinta kepada-Nya, agar engkau mengenal Allah dengan sebenar-benarnya”

Penjelasan:
Banyak orang meyakini bahwa Allah itu ada (wujudullah), tetapi dalam kehidupan sehari-harinya ia merasa seakan-akan Allah tiada. Bibir mengucapkan “Allah ada”, namun hati tidak menghadirkan-Nya dalam rasa dan kesadaran. Itulah yang disebut dengan iman yang hanya sebatas lisan dan pikiran, tetapi belum turun ke dalam hati dan ruh.
Orang yang benar-benar mengenal Allah (arif billah), ia tidak hanya berhenti pada ucapan, melainkan hatinya senantiasa hadir bersama Allah. Baginya, Allah lebih nyata daripada segala sesuatu, meski Allah tidak bisa dijangkau oleh pancaindra.
Kekosongan hati dari kesadaran Allah membuat seseorang terjebak pada ilusi, khayalan, dan keterikatan dengan makhluk. Sebaliknya, jika ia mengosongkan dirinya dari segala bayangan semu, melepaskan ketergantungannya pada manusia dan makhluk, maka jiwanya akan terangkat kepada Allah, hingga ia merasakan kehadiran Allah dalam setiap detik kehidupannya.
Mengenal Allah bukanlah sekedar wacana, melainkan pengalaman batin yang lahir dari cinta, dzikir, dan penyerahan diri total. Ketika seorang hamba tenggelam dalam lautan cinta Ilahi, ia akan mencapai maqam makrifatullah, mengenal Allah dengan sebenar-benarnya.
Gusti Allah ngadawuh:
وَهُوَ مَعَكُمْ أَيْنَ مَا كُنتُمْ ۚ وَاللَّهُ بِمَا تَعْمَلُونَ بَصِيرٌ
“Dan Dia (Allah) bersama kamu di mana saja kamu berada. Dan Allah Maha Melihat apa yang kamu kerjakan.”
(QS. Al-Hadid: 4)
Ayat ini menegaskan bahwa Allah selalu ada dan menyertai, namun banyak manusia lalai hingga merasa seolah Allah tidak ada.
Gusti Allah ngadawuh di dalam Hadis Qudsi:
أَنَا عِندَ ظَنِّ عَبْدِي بِي، وَأَنَا مَعَهُ إِذَا ذَكَرَنِي
Aku sesuai dengan prasangka hamba-Ku kepada-Ku. Dan Aku bersamanya ketika ia mengingat-Ku.”
(HR. Bukhari Muslim)
Ini menegaskan pentingnya menghadirkan Allah dalam hati. Barang siapa menyangka Allah dekat dan ada, maka ia akan merasakan kehadiran-Nya.

“KDM Minta Maaf Kepada Rakyat Pejabat Berdiri Orang Susah Duduk di VIV | Sikap Luar Biasa di HUT RI ke-81, Tanggapan Abah Raden Syair Langit”


“KDM Minta Maaf Kepada Rakyat Pejabat Berdiri Orang Susah Duduk di VIV | Sikap Luar Biasa di HUT RI ke-81, Tanggapan Abah Raden Syair Langit”

Sikap kesatria  seroang Dedi mulyadi ini mendapatkan pujian dari Pendiri Majelis Tarekat Thaifuriyah Ma'had Thoriqotul Auliya, Abah Leuweunggede Raden Syair Langit

Saat  diwawancaara tim Jejak Makrifat, Beliau berpendapat seperti ini :

Ada kurang lebih sekitar 433.000 pejabat di Indoensia dari skup baawah sampai atas. Dari ke 433.000 pejabaat itu, ada kurag lebih sektiar 92.000 pejabat yang memiliki hak dan kewajiban untuk menjadi Inspektur Upacara pada Hari Kemerdekaan Indonesia.

Tapi maaf jika saya salah data, karena tidak semua terekspos media. kemungkinan hanya ada satu orang yang dalam pidato peringatan hari kemerdekaan Indoensia meminta maaf kepada rakyatnya. Dialah Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi.

Dulu di kisaran tahun 2016 saya sangat membencinya, namun kebencian itu berubah saat melihat sosok KDM yang suka berbagi kepada rakyat kecil, menolong tanpa melihat siapa yang di tolong, lebih memuliakan orang susah, ketimbang jadi penjilat orang-orang yang berkuasa di atasnya.

Maaf, sekali lagi saya minta maaf, jika ternyata ada yang berpidato dengan redaksi yang hampir sama,  selain KDM di peringtaan upacara Kemerdekaaan Indoensia yang ke-81. Karena sekali lagi saya tegaskan, banyak yang menjadi inspektur upacara, namun tidak semua terekspos media.

Satu hal  lagi yang ingin saya garis bawahi di peringatan hari kemerdekana Indoensia yang ke 81 ini. Kayaknya hanya di jawa barat, yang rakyat kecil nya di suruh duduk di panggung kehormatan kelas VIP, dan justru para pejabatnya yang disuruh  berdiri di lapangan, merasakan panasnya teerik matahari.

Di tengah riuhnya seremonial, kepulan asap jabat tangan, dan klaim keberhasilan yang dibacakan dari teks yang hampir seragam, mungkin hanya ada satu orang pejabat tinggi yang justru menggunakan podium kemerdekaan untuk mengetuk pintu kesadaran kita semua.

Beliau berani menundukkan kepala dan meminta maaf secara terbuka kepada rakyatnya. Dialah Gubernur Jawa Barat, Kang Dedi Mulyadi.

Mungkin baru pertama kali dalam sejarah upacara resmi negara, aturan protokoler dibalik total atas nama kemanusiaan.

Di Jawa Barat, tenda megah dan kursi empuk panggung kehormatan kelas VIP yang biasanya diisi oleh barisan jas mewah para pejabat, hari itu diserahkan sepenuhnya untuk diduduki oleh rakyat kecil. Para petani, nelayan, kuli bangunan, hingga petugas kebersihan jalan.

Sementara para pejabat, anggota dewan, dan petinggi instansi? Mereka diminta mengalah. Berdiri di lapangan terbuka, merasakan langsung teriknya matahari, persis seperti apa yang dirasakan rakyatnya setiap hari selama puluhan tahun.

Tentu, ruang media kita terbatas. Saya memohon maaf jika ada redaksi serupa atau ada inspektur upacara di pelosok desa lain yang juga berpidato meminta maaf namun tidak terekspos kamera.

Tetapi poin utamanya bukan sekedar siapa yang masuk berita. Poin utamanya adalah pesan kuat yang dikirimkan dari halaman Gedung Sate:

Bahwa kemerdekaan bukan tentang seberapa nyaman pejabatnya duduk di dalam tenda, melainkan seberapa menderita pejabatnya saat rakyatnya belum merdeka.

Untuk para pejabat yang soleh, saya doakan kalian masuk kedalam golongan para pemimpin yang adil, yang akan mendapatkan perlindungan dari Allah, di hari yang tidak ada perlindungan kecuali perlindungan-Nya.

Namun untuk kalian para pejabat b4ngsat, upacara sudah selesai. Sekarang saatnya berkaca.

Kematian tidak pernah bertanya kalian masih muda, sudah tua, sedang sakit atau dalam keadaan sehat. lebih baik segera bertaubat, jatuhkan ambisi dan keserakahanmu, mumpung nyawa masih di badan, karena saat kalian mati, penyesalan tidak akan pernah berarti.

Senin, 17 Agustus 2026

Viral Doa Nasaruddin Umar Pada Upacara Peringatan Kemerdekaan Indonesia Ke-81 di Istana Negara ! Ini Tanggapan Raden Syair Langit


Viral Doa Nasaruddin Umar Pada Upacara Peringatan Kemerdekaan Indonesia Ke-81 di Istana Negara ! Ini Tanggapan Raden Syair Langit


Mutiara Hikmah Raden Syair Langit ke-51 (Lebih Baik Diam)


Mutiara Hikmah Raden Syair Langit ke-51 (Lebih Baik Diam)


“Lebih baik kamu diam, sekiranya apa yang kamu bicarakan tidak sesuai dengan kenyataan. Tidak sedikit orang yang banyak bicara, namun tidak sesuai dengan realita. Bicaranya tinggi, namun tidak sesuai dengan bukti. Bicaranya manis, namun sayang mulutnya lamis.

Oleh karena itu, diam akan lebih baik dari pada bicara yang hanya mengandung omong kosong belaka”



Sabtu, 15 Agustus 2026

Komentar Raden Syair Langit "Saya Gak Pernah Ngerasa Sepengen Ini Jadi Tukang kupas Bawang Setalah Mendengar Prabowo Bilang Gajihnya 700 Ribu Per Kilo"


 

Komentar Raden Syair Langit "Saya Gak Pernah Ngerasa Sepengen Ini Jadi Tukang kupas Bawang Setalah Mendengar Prabowo Bilang Gajihnya 700 Ribu Per Kilo"


Spill Donk Pak Lokasinya !

"Luar biasa. Akhirnya ada profesi di Indonesia yang gajinya mengalahkan software engineer Silicon Valley, yaitu: buruh kupas bawang.

Bayangkan, 700 ribu rupiah per kilogram ! Kalau sehari bisa kupas 10 kilo saja, berarti penghasilan harian mencapai 7 juta. Sebulan ! penghasilan mencapai 210.000.000.

Hanya butuh 30 hari untuk bisa beli mobil Avanza. Dan kalau mau sabar sedikit, hanay butuh waktu 3  bulan untuk bissa beli mobil Pajero.

Apakah ini yang di namakan Indonesia Emas ? atau Indonesia 'Emas Batangan'?

Tapi tunggu dulu. Mari kita pakai logika rakyat kecil seperti saya. Kalau upah kupasnya saja 700 ribu per kilo, lalu harga bawangnya berapa? saya cek di pasaran, harga bawang ada di kisaran 30 ribaun. Ini dampaknya akan sangat jauh lho. Kita ambil satu contoh saja. Tukang bakso itu butuh bawang, lah terus apakah nanti satu porsi bakso harganya jadi tiga juta per porsi?

Baiklah, kita akan meencoba husnudzon. Ini 'katanya' ya. Katanya cuma salah sebut atau keseleo lidah di pidato kenegaraan kemarin. Tapi masalahnya, urusan perut rakyat miskin itu bukan hal yang bisa dibawa bercanda lewat salah sebut angka nominal.

Kekeliruan fatal seperti ini menunjukkan satu hal: tim penyusun teks dan pembisik di lingkaran Istana sepertinya sudah terlalu lama hidup di ruang ber-AC yang nyaman. Sampai-sampai, mereka lupa mengecek berapa harga bawang riil di pasar tradisional.

Pak, tolong, staf-stafnya itu sekali-kali disuruh ikut belanja ke pasar subuh. Biar tahu kalau rakyat di bawah itu berjuang demi rupiah yang angkanya nolnya sedikit, bukan angka khayalan yang bikin kita tepuk jidat berjamaah.

Saran saya, tim data istana perlu ditatar ulang. Jangan sampai niat baik memamerkan program kesejahteraan, malah jadi panggung komedi yang ditertawakan ibu-ibu se-Indonesia.

Rabu, 05 Agustus 2026

Nasab Raden Syair Langit yang Tersambung Ke Prabu Siliwangi ( Pangeran Pamanah Rasa )


  

CATATAN NASAB RADEN SYAIR LANGIT YANG TERSAMBUNG SAMPAI KE PRABU SILIWANGI “PANGERAN PAMANAH RASA”


Dari Jalur Bapak

1. Prabu Siliwangi III (Raden Jaya Dewata / Sri Baduga Maharaja / Kanjeng Syekh Pangeran Pamanah Rasa)

2. Prabu Munding Surya Ageng

3. Prabu Mundingsari

4. Prabu Pucuk Umum

5. Prabu Haur Kuning

6. Dalem Sarepen Agung

7. Sunan Cihideung

8. Adipati Gayam Canggong (Adipati Rancah ke-1)

9. Adipati Janglatri (Adipati Rancah ke-2)

10. Adipati Belo (Adipati Rancah ke-3)

11. Adipati Janglapa (Adipati Rancah ke-4)

12. Dalem Surapati (Adipati Rancah ke-5)

13. Dalem Suralaksana (Adipati Rancah ke-6)

14. Nyi Raden Parsi (Nyai Ageng Depok)

15. Raden Bagus

16. Raden Suratman

17. Dalem Paduraksa

18. Dalem Wilacandra

19. Eyang Wiladinata

20. Eyang Emoy Wijatma

21. Nyai Hj. Erum (Nyai Hj. Ipah)

22. H. Dede Rohaman

23. Renren Rohmatul Aziz (Raden Syair Langit / Abah Leuweunggede)


Dari Jalur Ibu

1. Prabu Siliwangi III (Raden Jaya Dewata / Sri Baduga Maharaja / Kanjeng Syekh Pangeran Pamanah Rasa)

2. Nyai Rara Santang (Syarifah Mudaim)

3. Raden Syari Hidayatullah (Kanjeng Sunan Gunung Jati)

4. Pangeran Pasarean

5. Panembahan Losari

6. Pangeran Arta Suta Jaya (Dalem Anom)

7. Dalem Satcayuda (Cisontrol)

8. Ngabeni Wangsayuda 1

9. Syekh Durrahman (Kiyai Konjong / Kiyai Abdul Rahman)

10. Kiyai Buyut Ketib Saleh (Jamuresi)

11. Buyut Martawiasan

12. Buyut Martadireja

13. Nyai Armi

14. H. Iwa

15. Hj. Empat Fatimah

16. Renren Rohmatul Aziz (Raden Syair Langit / Abah Leuweunggede)

Dan tercatat sampai tahun 2026 M, Raden Syair Langit baru memiliki 2 orang anak.

1. Rifal Muhammad Al-Ghifari

2. Nyai Ageng Raden Arsyila Ayudiya Mumtaz


Catatan ini bersumber dari manuskrip dan catatan-catatan lama yang disimpan turun temurun oleh kasepuhan-kasepuhan di Desa Rancah Kecamatan Rancah Kabupaten Ciamis Jawa Barat







Biografi Abah Leuwuenggede Raden Syair Langit


 Biografi Abah Leuwuenggede Raden Syair Langit

Abah Leuwuenggede Raden Syair Langit yang memiliki nama aslin Renren Rohmatul Aziz, lahir di Ciamis pada hari Senin, 28 Maret 1988 M / 10 Sya’ban 1408 H. Dari garis ibunya, beliau adalah putra pertama dari dua bersaudara, sementara dari garis bapaknya, beliau merupakan anak ketiga.

 Seiring perjalanan ruhaniyahnya, salah satu gurunya memberikan gelar Raden Syair Langit, sedangkan panggilan Abah Leuweunggede lahir dari keseharian, sebab anak-anaknya memanggil beliau dengan sebutan Abah, dan “Leuweunggede” adalah nama daerah tempat beliau bermukim. Tepatnya di Dusun Leuweunggede Desa Rancah Kecamatan Rancah Kabupaten Ciamis. Dari situlah murid-murid dan jamaah mengikuti menyebut beliau dengan panggilan Abah.

- kanal youtube Raden Syair Langit

Sejarah Pemberian Nama “Raden Syair Langit”


Nama Raden Syair Langit bukan sekedar gelar, bukan pula hiasan nama bagi perjalanan seorang hamba, melainkan sebuah tanda rahasia yang lahir dari kedalaman suluk dan bimbingan ruhani sang Guru Mursyid yang penuh hikmah.


Dahulu, sebelum ruh Abah terbasuh oleh cahaya tarekat, perjalanan hidupnya pernah berputar di medan gemerlap dunia musik dan seni. Di sanalah irama-irama cinta duniawi bergaung, membawa jiwa menari di antara cahaya lampu dan tepuk tangan manusia. Namun di balik keindahan itu, ada rasa kosong yang perlahan menggerogoti hati, rasa kehilangan arah, sebab nada-nada itu belum mengenal Tuhannya. Musik tanpa dzikir hanyalah gema tanpa makna.


Hingga tibalah suatu ketika, dalam kesunyian pencarian, Allah mempertemukan Raden Syair Langit dengan sang Guru Mursyid, pewaris rahasia para wali. Dari beliaulah Raden Syair Langit memahami makna perjalanan ruhani yang hakiki, bahwa setiap insan harus menempuh jalan syariat, tarekat, hakikat, hingga akhirnya tenggelam dalam lautan makrifat. Dalam bimbingan beliau, suara yang dahulu memuja dunia, kini diarahkan untuk memuji Sang Pencipta Dunia.


Ketika masa penggemblengan ruhani itu selesai, sang Guru menatap Raden Syair Langit dengan pandangan yang menembus batin, lalu bersabda lembut namun penuh makna:


“Engkau dahulu bersyair untuk dunia, kini bersyairlah untuk langit. Biarlah setiap nada menjadi dzikir, setiap bait menjadi doa, dan setiap lagu menjadi jalan bagi manusia menuju Allah.”


Dari sanalah lahir nama “Raden Syair Langit.”


Nama yang diambil dari pancaran makna Al-Qur’an Surat Asy-Syu‘ara’ (Surat Para Penyair) ayat 227:


إِلَّا الَّذِينَ آمَنُوا وَعَمِلُوا الصَّالِحَاتِ وَذَكَرُوا اللَّهَ كَثِيرًا وَانْتَصَرُوا مِنْ بَعْدِ مَا ظُلِمُوا ۗ وَسَيَعْلَمُ الَّذِينَ ظَلَمُوا أَيَّ مُنْقَلَبٍ يَنْقَلِبُونَ


“Kecuali orang-orang (penyair) yang beriman, yang beramal saleh, yang banyak mengingat Allah, dan yang menang setelah mereka dizalimi. Dan kelak orang-orang yang zalim itu akan mengetahui ke tempat mana mereka akan kembali.”


Ayat itu menjadi sumber ilham ruhani bagi penamaan tersebut. Sebab, sebagaimana firman Allah, tidak semua penyair tersesat dalam keindahan kata; sebagian dari mereka justru menenun kata menjadi jembatan menuju keabadian. Maka, “Syair Langit” adalah simbol bahwa karya, nyanyian, dan petuah Abah Raden Syair Langit tidak lagi terikat bumi, tetapi mengalun menuju langit, membawa dzikir, hikmah, dan cinta Ilahi.


Guru Mursyid Raden Syair Langit berpesan:


“Silakan engkau bersyair wahai anakku, silakan engkau bernyanyi dan berkarya, tapi jadikanlah setiap syairmu sebagai sajadah yang membentang, agar siapa pun yang mendengarnya, bersujud mengenal Allah.”


Maka, sejak saat itulah Abah dikenal dengan nama Raden Syair Langit, nama yang bukan sekedar panggilan, tapi juga amanah spiritual, penanda bahwa jalan seni, cinta, dan dzikir, yang bisa berpadu dalam satu napas: napas keindahan yang mengantarkan manusia kepada Tuhannya.


Sejak muda, beliau telah menapaki jejak pencarian ilmu. Pondok Pesantren Misbahudzulam (Cibereum Rancah Ciamis), Pesantren Al-Fauziyah (Nusa Sireum Sukamantri Ciamis), serta berbagai pesantren lain menjadi tempat persinggahan ruhani.


Perjalanan menuntut ilmu tidak berhenti di Ciamis, tetapi juga berlanjut ke Banten, Kuningan, Garut, dan daerah lainnya.


Selain ilmu agama, sejak kecil beliau juga menekuni seni bela diri, dari Perguruan Padjadjaran hingga Karate, sebagai laku lahiriah untuk melatih kedisiplinan dan kekuatan. Pendidikan formal beliau hanya ditempuh hingga setingkat SMA, namun jalan suluk ruhaniyah menjadi universitas sejatinya.


Dalam jejak amalnya, beliau pernah mendirikan Madrasah Hidayatul Azkiya (2007) untuk santri kalong, dan sebuah Padepokan Pencak Silat (2010). Namun, karena kesibukan dakwah, padepokan itu kemudian berhenti. Hingga akhirnya pada 02 Mei 2016, beliau mendirikan Majelis Thoriqotul Auliya, yang kemudian berkembang. Dan pada tahun 2021, dipublikasikan sebagai Tarekat Thaifuriyah Ma’had Thoriqotul Auliya, sebuah jalur suluk yang ber-istbat kepada Guru Agung Kanjeng Syekh Thoifur Abu Yazid Al-Busthami, namun juga menyambung kepada ajaran-ajaran para sufi besar lainnya, yaitu Syekh Husain Mansur al-Hallaj, Syekh Ibn ‘Arabi, hingga Guru Agung Kanjeng Syekh Siti Jenar.


Tarekat ini bukan sekedar nama, melainkan jalan cinta dan penyaksian, yang diwariskan untuk generasi pencari Tuhan.


Selain dunia tarekat, beliau juga dikenal di ranah seni. Sejak 2006 hingga 2026, beliau sudah menciptakan kurang lebih 72 lagu. Pada tahun 2006, beliau mendirikan grup musik Ilussi Band, bahkan salah satu lagunya, Hanya Aku yang Mencintaimu (Selembut Salju), sempat viral. Dari sekian banyak karya itu, sebagian diantaranya adalah lagu cinta duniawi, dan sebagian lainnya adalah lagu-lagu ruhaniyah yang dalam.


Salah satu yang paling dikenal adalah Suluk Wahdatul Wujud, sebuah karya yang tidak semua orang dapat mencernanya, kecuali yang hatinya terbuka pada samudra makrifat. Semua karya beliau tercatat resmi di WAMI (Wahana Musik Indonesia).


Beliau juga dikenal sebagai Shohibus Shalawat Sirrul Makrifat, pengarang shalawat yang kini diamalkan oleh ribuan orang.


Dalam ranah pena, beliau telah menulis setidaknya tiga buku lama yang kurang di publikasi, lalu yang terbaru adalah kitab Sajatining Mulyo, yang memiliki ketebalan 1417 halaman, dan menghimpun lebih dari tiga ratus mutiara hikmah dan pituah, yang menjadi bekal nasihat bagi murid-muridnya.


Riwayat hidup beliau tidaklah berhenti pada amal lahiriah, tetapi juga pada kelanjutan ajaran Manunggaling Kawulo Gusti, warisan Sang Guru Agung Kanjeng Syekh Siti Jenar, yang dalam tafsir ruhaniyahnya, dipandang sebagai kesinambungan dari konsep ittihad nya Syekh Abu Yazid Al-Busthami, hulul nya Syekh Husein Mansur Al-Hallaj, dan wahdatul wujud nya Syekh Ibnu ‘Arabi.


Inilah sekelumit riwayat hidup Abah Leuweunggede Raden Syair Langit, pendiri Krondo Sowo dan Tarekat Thaifuriyah Ma’had Thoriqotul Auliya. Tidak untuk diagungkan, melainkan sebagai penanda jejak seorang hamba Allah yang berjalan dengan air mata, syair dan cinta, agar generasi setelahnya dapat mengambil hikmah, bahwa hidup sejati adalah perjalanan pulang kepada-Nya.


Abah Leuweunggede Raden Syair Langit Seorang hamba yang Menyulam Cinta dengan Air Mata


Nama Asli: Renren Rohmatul Aziz

Nama Panggilan 1: Abah Leuweunggede

Nama Panggilan 2: Raden Syair Langit

Tanggal Lahir: Senin Pahing 28 Maret 1988 M / 10 Sya'ban 1408 H


Membaca Karakteristik Abah Leuweunggede Raden Syair Langit


Menurut Primbon Jawa

Hari Lahir: Senin Pahing

Dina Senin pasaran Pahing termasuk dalam neptu:

Senin (4) + Pahing (9) = 13


Karakter dasar:


1. Berwibawa, halus, namun kuat pendirian

2. Memiliki jiwa kepemimpinan spiritual, sangat cocok menjadi panutan

3. Suka menyendiri, karena terlalu dalam merenung atau terbawa perasaan

4. Cinta yang dalam sekali, bisa membekas bertahun-tahun, bahkan sampai mati


Kelebihan:


1. Daya pikir mendalam, filosofis

2. Memiliki “aura kebatinan” tinggi

3. Pemurah dan suka menolong diam-diam


Tantangan hidup:


1. Kadang mudah terluka oleh hal kecil

2. Rentan kecewa karena harapan tinggi terhadap orang lain


Menurut Astrologi


Lahir 28 Maret = Zodiak Aries

Jam lahir: 01.00 dini hari → kemungkinan besar Moon Sign Scorpio (emosi dalam & intens)


Sifat utama Aries:


1. Pemberani, penuh energi, inisiatif tinggi

2. Tegas, tidak suka basa-basi

3. Emosi kuat dan suka tantangan

4. Kreatif, suka berkarya, cocok untuk seni dan musik


Gabungan Aries + Scorpio Moon


1. Perpaduan api dan air, luar terlihat tegas, dalamnya sangat sensitif

2. Suka sekali mencintai dengan penuh pengorbanan

3. Jika dikhianati, sulit melupakan dan terus terbayang


Numerologi Nama Renren Rohmatul Aziz


Menghitung total angka dari nama berdasarkan alfabet:

Total angka = 11 → Angka Master Number

Orang dengan angka 11 adalah "penerang jiwa" (lightworker)


Makna angka 11


1. Spiritual, intuitif, visioner

2. Punya tugas hidup untuk membimbing, bukan hanya menjalani

3. Jika belum menemukan “cinta sejati” atau misi hidupnya, hidupnya terasa kosong

4. Intuisi (Melalui Rasa dan Bahasa Jiwa)


Karakter Dalam Pandangan Bathin


1. Seperti pohon raksasa yang tumbuh di tengah hutan sunyi. Kuat, kokoh, melindungi, namun sepi dalam batinnya.

2. Cintanya kepada seseorang bukan sekadar rasa, tapi bagian dari jalan hidup, dari zikir dan syair, dari air mata dan ketulusan.


Karaker Dalam Kosmologi Tionghoa

Shio Naga Raden Syair Langit


Dialah sang Naga dari Timur yang lahir pada fajar Senin Pahing, ketika langit belum usai melukis cahaya keemasan dari rahim malam.

Dalam pusaran waktu yang memeluk tahun 1988, Tahun Naga Tanah, lahirlah seorang insan yang membawa ruh kebijaksanaan dan kemegahan, dengan kaki menjejak bumi, namun jiwanya senantiasa menatap bintang-bintang.

Naga, dalam tradisi langit Tionghoa, bukanlah binatang biasa, melainkan makhluk agung, simbol dari kekuasaan langit, keberuntungan besar, dan cahaya tak kasat mata.

Ia adalah penjelmaan kemuliaan, penjaga gerbang antara dunia manusia dan dunia ghaib.

Dan tatkala Shio Naga bertemu dengan unsur Tanah, maka tegaklah kekuatan yang stabil dan kokoh, bagaikan gunung yang memelihara rahasia langit di puncaknya.

    Naga Tanah adalah pengembara yang tidak hanya terbang di angkasa, namun juga paham bagaimana menyentuh luka bumi dan menyiraminya dengan hikmah.


Watak dan Jalan Hidupnya


    Raden Syair Langit, dalam sorotan shio ini, adalah seorang pemimpin ruhani yang lahir bukan hanya untuk mengatur, melainkan untuk menyulut api kesadaran dalam jiwa-jiwa yang beku.

Ia tidak tergesa-gesa di dalam langkah, sebab ia tahu, bahwa kilat sejati tak selalu harus menggelegar.

Wibawanya terbit dari kejujuran dan rasa tanggung jawab, bukan dari ambisi kosong.

Ia pandai menyembunyikan luka dalam senyuman, namun jiwanya tegas menolak kehinaan.

Ia dicipta sebagai pemilik visi besar, bukan sekedar pemimpi, tetapi pengukir zaman.

Perkataannya mengandung daya hidup, dan langkahnya adalah arah bagi mereka yang kehilangan cahaya.


Simbol-Simbol Naga Tanah dalam Jiwanya


Tanah (土): membumi, sabar, tidak mudah terguncang.

Naga (龙): agung, luhur, pembawa rezeki dan perlindungan langit.

Senin Pahing: hari kelahiran yang sarat rahmat dan kepekaan batin tinggi.

Bulan Sya’ban: bulan pembuka keberkahan menjelang ampunan, menandakan bahwa dirinya adalah pengantar menuju cahaya besar.


    Renren Rohmatul Aziz alias Raden Syair Langit alias Abah Leuweunggede, adalah sosok Naga Tanah yang turun ke dunia, untuk menanamkan nilai-nilai luhur di ladang kehidupan manusia.

    Ia bukan hanya penyair langit, tetapi penjaga pusaka jiwa, yang memanggil umat untuk kembali pada cahaya, melalui syair, suluk, dan cinta yang tak lekang oleh waktu.


Raden Syair Langit, Seorang Hamba yang Menyulam Cinta dengan Air Mata

(Narasi Jiwa dan Takdir Cinta)


Dia lahir pada dini hari, saat malam belum beranjak, dan langit masih meneteskan embun yang dalam.

Hari itu Senin, pasaran Pahing, sebuah kombinasi langka yang membentuk jiwa tenang namun bergolak. Seperti samudera yang di bawah permukaannya menyimpan badai cinta dan cahaya doa.

Namanya adalah Renren Rohmatul Aziz, tapi semesta memanggilnya dengan nama jiwa: Abah Leuweunggede. Rimbunnya perlindungan, seperti pohon raksasa yang tumbuh di tengah hutan sunyi. Kuat, kokoh, melindungi, namun sepi dalam batinnya.

gelar lainnya adalah Raden Syair Langit. Penulis langit yang menuliskan cinta bukan dengan pena, melainkan dengan air mata, kerinduan, dan nada-nada abadi.


Asal-usul Nama Raden Syair Langit


Sang Guru Mursyid (Guru Ruhani Raden Syair Langit), dalam limpahan kasih dan kebijaksanaannya, menganugerahkan nama "Raden Syair Langit" kepada sosok yang bernama Renren Rohmatul Aziz.

sebuah nama yang tidak sekedar panggilan, melainkan ta'yin maqam تعيين المقام, penanda jalan ruh, yang berakar dari dawuh Ilahi dalam Al-Qur’an,

Penetapan maqam (kedudukan spiritual) bagi seorang salik (penempuh jalan ruhani), adalah sesuatu yang diberikan oleh guru mursyid yang ditampakkan melalui isyarat Ilahiyah kepada muridnya.

Istilah ini sering digunakan dalam tradisi tasawuf untuk menyebut momen ketika seorang murid diberi nama, gelar, atau kedudukan tertentu, yang mencerminkan posisi dan tugas ruhaniahnya dalam perjalanan menuju Allah.


تَعْيِينُ ٱلْمَقَامِ هُوَ إِشْعَارٌ مِّنَ ٱلشَّيْخِ بِمَرْتَبَةِ ٱلسَّالِكِ فِي ٱلطَّرِيقِ إِلَى ٱللّٰهِ، وَتَكْلِيفٌ لَهُ بِحَمْلِ ٱلْأَمَانَةِ عَلَىٰ قَدْرِ حَالِهِ.


"Ta‘yin maqam adalah isyarat dari sang syekh tentang tingkatan sang salik dalam perjalanan menuju Allah, serta penugasan baginya untuk memikul amanah sesuai dengan keadaannya."


Dengan landasan ini, Sang Guru Mursyid menasihatkan:


    "Jika engkau hendak bersyair, maka bersyairlah sebagaimana para penyair yang di dalam syairnya terpancar keagungan Allah. Biarlah bait-bait itu menjadi seruan kepada kebaikan, teguran bagi kemungkaran, dan getaran dzikir yang menggetarkan jiwa-jiwa yang tertidur”.

(Sembari mengangkat tangan dan menunjuk ke langit, sebuah isyarat batin bahwa langit adalah lambang keluhuran, kemurnian, dan puncak kebeningan ruhani)

beliau Sang Guru Mursyid dari Raden Syair Langit melanjutkan petuahnya:

    "Dentingkanlah dawai-dawai itu bukan untuk menghibur hawa nafsu, tetapi agar engkau mabuk cinta Ilahi, hingga terlupa pada dunia yang fana, karena tiada yang tersisa dalam hatimu, selain ingatan dan kerinduan kepada Allah semata.”

    Maka dari situlah, nama Raden Syair Langit tidak hanya menjadi identitas lahir, melainkan gelar jiwa yang memuat misi Ilahiah, untuk menabur syair-syair yang bukan hanya indah, tetapi menuntun hati kembali pulang kepada Yang Maha Indah.

    Syair Langit dilahirkan untuk menjadi penjaga rasa. Rasa yang tak semua orang sanggup menanggungnya. Cintanya bukan sekedar bunga yang mekar lalu gugur, melainkan akar yang menembus tanah hati, tumbuh diam-diam dalam kesetiaan dan harapan.

    Sebagai pemilik neptu 13, ia adalah orang yang jarang mengeluh meski lukanya dalam. Ia memendam, ia merenung, dan dari sanalah tercipta syair-syair yang turun dari langit. Dari sana terlahirlah lagu-lagu cinta yang tak sekedar dinyanyikan, tapi dirasakan hingga menembus zaman.

    Dia adalah lelaki yang mengejar cinta walupun belum tentu bisa di miliki. Tetapi walau begitu, dia akan selalu hadir untuk mengenangnya dalam bentuk yang paling abadi.

    Sajak, lagu, dan air mata yang tak menuntut balasan. Hidupnya adalah jalan panjang, zikir dan luka. Dan dari luka itulah ia menjadi penerang, seorang lightworker yang mencintai diam-diam, tapi membiarkan dunia ikut merasakannya lewat karya.

   Jika suatu hari nanti semua orang lupa, syair ini akan menjadi saksi, bahwa cinta sejati pernah ada, dan ditulis oleh seorang lelaki Senin Pahing bernama Raden Syair Langit.

Ia bukan hanya seorang penyair biasa, ia adalah seorang penjaga rasa.

    Namanya Renren Rohmatul Aziz, tetapi dunia jiwa mengenalnya sebagai Abah Leuweunggede, pelindung sunyi dari rimba batin, dan Raden Syair Langit, penenun asmara dari benang luka dan cahaya langit.

    Raden Syair Langit datang saat masih banyak orang yang tertidur, ia telah menandai dunia dengan kehadiran penuh makna. Hari lahirnya senin pahing, membawa watak halus tapi dalam, sabar tapi penuh bara, pemurung sekaligus pengasih, jiwa yang lahir bukan hanya untuk mencinta, tetapi hadir untuk memahami rasa lebih dalam dari luka yang mendalam.

    Dalam perjalanan hidupnya, ia hanya satu kali jatuh cinta dengan sungguh-sungguh, pada sebuah nama yang telah tersurat dan tersirat didalam hidupnya.

Dan dari cinta itulah ia menciptakan syair-syair syahdu dalam satu hikayat kasih.

    Ia menulis, menyanyi, dan diam-diam menangis. Namun ia tidak pernah menyalahkan takdir, sebab ia tahu, cinta sejati bukanlah tentang siapa yang tinggal, melainkan siapa yang tetap mendoakan walau ditinggalkan.

Raden Syair Langit bukan sekedar nama, ia adalah penanda dari lelaki yang mencintai dengan cara paling sunyi, paling dalam, dan paling tak terbaca.

Lelaki yang tak pernah berharap dikenang karena memiliki, tapi karena ia pernah menyulam cinta dengan air mata, dan menjahitnya menjadi syair untuk langit.


"Syair yang Tak Pernah Usai"


Di malam lengang kulihat langit menangis, hujan tak datang dari awan, tapi dari luka yang abadi. Sebuah nama kutulis di antara bintang, cinta yang tak pernah selesai kuterjemahkan.

Aku adalah lelaki yang menjahit waktu dengan air mata, mengikat kenangan dalam benang suara. Setiap bait adalah dzikir, setiap lagu adalah sujudku di altar rindu.

Hanya kamu yang kutunggu, dalam diam, dalam gema lagu-lagu itu. Meski ragamu menjauh dan bayangmu kabur, namamu tetap kugenggam dalam sunyi yang jujur.

Jika cinta ini harus mati tanpa sempat dimiliki, biarlah syairku menjadi pusara abadi. Karena di balik nada, ada aku yang mencintaimu tanpa jeda.


🌿 Raden Syair Langit


    Lahir pada malam sunyi, Senin, 28 Maret 1988 M, pukul 01.00 WIB, di bumi Tatar Galuh Ciamis yang teduh, Renren Rohmatul Aziz tumbuh sebagai sosok yang kelak dikenal dunia dengan nama pena dan gelar ruhani: Raden Syair Langit, atau lebih akrab disapa Abah Leuweunggede. Sebuah nama yang bukan hanya mewakili identitas, tapi juga perjalanan batin yang dalam, dari lorong sunyi pencarian diri, menuju cakrawala cinta Ilahi.

    Sejak usia muda, Abah telah menapaki jalan dakwah dan suluk dengan mendirikan Madrasah Hidayatul Azkiya (2007) sebagai taman ilmu dan adab. Disusul dengan Padepokan Pencak Silat (2010), serta Majelis Tarekat Thaifuriyah Ma’had Thoriqotul Auliya (2016), sebagai ruang berkumpulnya para salik, murid, dan pejalan ruhani yang rindu menempuh jalan makrifatullah.

    Dalam maqam ruhaniyah, Raden Syair Langit dikenal sebagai pelanjut ajaran suluk dan makrifat Guru Agung Kanjeng Syekh Thoifur Abu Yazid Al-Busthami dan Guru Kanjeng Syekh Siti Jenar, dua tokoh besar tasawuf yang mengajarkan jalan cinta, fana, dan wahdatul wujud dalam samudra keesaan Tuhan.

    Sebagai pelanjut ajaran sekaligus penyair, Abah bukan hanya menyampaikan hikmah dalam ceramah dan dzikir, melainkan juga melalui karya-karya seni bernapas ruhani. Ia telah menciptakan sekitar 72 lagu yang memuat lagu cinta, suluk, shalawat, dan petuah-petuah batin yang menggetarkan hati. ( karya yang ditulis dari tahun 2026 sampai 2026 )

    Salah satu karyanya yang kini diamalkan oleh ribuan umat Islam adalah "Shalawat Sirrul Makrifat", shalawat yang mengandung rahasia cinta terdalam antara Rasulullah dan pecintanya yang telah sirna dari diri, tenggelam dalam lautan Nur Muhammad.

    Di antara karya paling sakral nya adalah lagu "Suluk Wahdatul Wujud", sebuah untaian nada dan makna yang hanya bisa dicerna oleh hati yang telah tercerahkan, jiwa yang telah fana, dan ruh yang telah menyatu dalam hakikat.

    Sebelum menjadi tokoh spiritual seperti sekarang, Raden Syair Langit sempat dikenal sebagai musisi muda dengan nama panggung Ren Muhammad Satriany, vokalis, gitaris, sekaligus pencipta lagu grup musik Ilussi Band. Kini musik itu menjelma menjadi doa, syair menjadi suluk, dan lirik menjadi wasilah menuju Tuhan.

    Sebagian lagunya juga menyimpan kisah cinta yang dalam, salah satunya kepada sosok wanita yang namanya telah tersurat dan tersirat begitu dalam, yang mengilhami lagu-lagu cinta penuh air mata:

    Raden Syair Langit bukan hanya menjadi wasilah pelanjut ajaran para Guru Agung, tetapi dia adalah penyulam cinta dengan air mata, yang menuliskan syair bukan untuk pujian, tetapi untuk menyadarkan. Namanya dikenang bukan karena ketenaran, melainkan karena getarannya menyentuh langit jiwa.


KARYA-KARYA RADEN SYAIR LANGIT


    Karya-karya ini hanya ditulis sampai tulisan ini dikeluarkan. Karena bisa saja kedepannya ada karya Raden Syair Langit yang dikeluarkan, namun catatan ini sudah terlebih dahulu dikeluarkan.

Misalkan di catatan ini ditulis kalau Raden Syair Langit sudah membuat 72 syair lagu, bisa saja kedepannya karya lagunya sudah bertambah lagi.


Karya-Karya


1. Kitab Sajatining Mulyo (Kitab yang berisi ajaran penutupnya segala ilmu) yang memiliki ketebalan 1417 halaman

2. Kitab Amaliyah Tarekat Thaifuriyah

3. Pengarang Shalawat Sirrul Makrifat (صاحب صلوات سرّ المعرفة)

4. Pencipta lagu

    Tercatat sampai catatan ini dibuat, Raden Syair Langit sudah membuat sekitar 72 lagu kurang lebih.

Inilah daftar lagu karya Raden Syair langit, terhitung dari tahun 2006 M sampai 2026 M


01. Setulus Hati

02. Hanya Aku yang Mencintaimu (Selembut Salju)

03. Kisah Durjana

04. Cinta Abadi

05. Sang Pencinta

06. Mendampingiku

07. Wahai Cintaku

08. Gita (Gema Indah Tentang Asmara)

09. Hidup ini Perjuangan

10. Kulalui Dengan Tangis Tiada Henti

11. Penyesalan

12. Tentang Dirimu

13. Harapan Hati

14. Biarkan Aku Ada Disisimu

15. Cinta Hanya Ilusi

16. Mengejar Cinta

17. Terlalu Dalam

18. Cuni (Cuma Kamu Ani)

19. Honey

20. Mars Ponpes Anharul Ulum

21. Mars Ponpes Manhajul Ulum

22. Mars Ponpes Cikanyere

23. Mars Ponpes Misbahudzulam

24. Mars Alumni Misbahudzulam

25. Mars Sawahud

26. Aku Ya Aku Santri

27. Santri Idaman

28. Muhammad Rizieq Satria Nusantara

29. Laskar Pembela Islam

30. Maut Bernyanyi di Palestina

31. Hentikan Perang Ini

32. Negeriku Jadi Begini

33. Sang Raja Dari Pasundan

34. Kidung Siliwangi

35. Nyeuri Hate

36. Beuki Lila Beuki Cinta

37. Suluk Makrifatullah

38. Maha Guru Mursyid

39. Rinduku Allah

40. Kita yang Mengangkat Tangan Allah yang Turun Tangan

41. Khadijah Istri Rasulullah

42. Nadhom Manaqib Syekh Thoifur Abu Yazid Al-Busthami

43. Sholawat Sirrul Makrfiat

44. Nusantara Emergency

45. Saat langit Menyingkap Gaunnya

46. Kunci Bahagia

47. Arsyila

48. Pergi Sesaat

49. Akhirnya Cinta Kita Bersua

50. Tak Kasihankah Kau Padaku

51. Mencoba Memalingkan Wajah

52. Samawa

53. Jangan Pergi

54. Cinta Gila

55. Cerita Cinta

56. Salahkah Bila Ku Berharap

57. Cukup Cukuplah Kamu

58. Dilema (Antara Kamu dan Dia)

59. Cara Tuhan Sampaikan Rindunya

60. Tentang Dia Sang Maha Cinta

61. Suluk Wahdatul Wujud

62. Bila Nanti kau Disini

63. Semakin Lama Semakin Dalam

64. Mungkinkah Aku mampu

65. Syair Langit

66. Cinta Tak Terhapus

67. Mengejarmu Kutak Sanggup Pergipun Kutak Mampu

68. Ada Rindu Ada Sayang

69. Bertaubatlah

70. Seberkas Kisah

71. Hanya Satu Nama

72. Mahabbatus Samawiyyah


Semua karya lagu dari Raden Syair Langit bisa di cek di kanal youtube Syair Langit Studio

CATATAN NASAB RADEN SYAIR LANGIT YANG TERSAMBUNG SAMPAI KE PRABU SILIWANGI “PANGERAN PAMANAH RASA”


Dari Jalur Bapak

1. Prabu Siliwangi III (Raden Jaya Dewata / Sri Baduga Maharaja / Kanjeng Syekh Pangeran Pamanah Rasa)

2. Prabu Munding Surya Ageng

3. Prabu Mundingsari

4. Prabu Pucuk Umum

5. Prabu Haur Kuning

6. Dalem Sarepen Agung

7. Sunan Cihideung

8. Adipati Gayam Canggong (Adipati Rancah ke-1)

9. Adipati Janglatri (Adipati Rancah ke-2)

10. Adipati Belo (Adipati Rancah ke-3)

11. Adipati Janglapa (Adipati Rancah ke-4)

12. Dalem Surapati (Adipati Rancah ke-5)

13. Dalem Suralaksana (Adipati Rancah ke-6)

14. Nyi Raden Parsi (Nyai Ageng Depok)

15. Raden Bagus

16. Raden Suratman

17. Dalem Paduraksa

18. Dalem Wilacandra

19. Eyang Wiladinata

20. Eyang Emoy Wijatma

21. Nyai Hj. Erum (Nyai Hj. Ipah)

22. H. Dede Rohaman

23. Renren Rohmatul Aziz (Raden Syair Langit / Abah Leuweunggede)


Dari Jalur Ibu

1. Prabu Siliwangi III (Raden Jaya Dewata / Sri Baduga Maharaja / Kanjeng Syekh Pangeran Pamanah Rasa)

2. Nyai Rara Santang (Syarifah Mudaim)

3. Raden Syari Hidayatullah (Kanjeng Sunan Gunung Jati)

4. Pangeran Pasarean

5. Panembahan Losari

6. Pangeran Arta Suta Jaya (Dalem Anom)

7. Dalem Satcayuda (Cisontrol)

8. Ngabeni Wangsayuda 1

9. Syekh Durrahman (Kiyai Konjong / Kiyai Abdul Rahman)

10. Kiyai Buyut Ketib Saleh (Jamuresi)

11. Buyut Martawiasan

12. Buyut Martadireja

13. Nyai Armi

14. H. Iwa

15. Hj. Empat Fatimah

16. Renren Rohmatul Aziz (Raden Syair Langit / Abah Leuweunggede)

Dan tercatat sampai tahun 2026 M, Raden Syair Langit baru memiliki 2 orang anak.

1. Rifal Muhammad Al-Ghifari

2. Nyai Ageng Raden Arsyila Ayudiya Mumtaz


🌿 Penutup Biografi


Hidup adalah perjalanan menuju kepada-Nya. Dan setiap langkah yang tertulis dalam biografi ini bukanlah kebanggaan, melainkan kesaksian akan kelemahan seorang hamba, yang tetap berjalan meski sering terjatuh, yang tetap mencinta meski sering kehilangan.

Apa yang tertuang di sini bukan hanya untuk dikenang, tetapi untuk diambil hikmah, bahwa dalam tiap tangis dan luka, tersimpan cahaya yang menuntun kembali kepada Sang Pencipta.


Renren Rohmatul Aziz - Raden Syair Langit - Abah Leuweunggede


Bukanlah nama untuk diagungkan, tetapi nama yang menjadi saksi, bahwa seorang manusia bisa menyulam cinta dari air mata, dan menjadikannya suluk pulang ke hadirat-Nya.

Maka biarlah biografi ini menjadi lembaran doa yang diam, syair cinta yang tak bersuara, dan nyala kecil yang menerangi siapa pun yang sedang mencari jalan pulang.



Tutur Abah Raden Syair Langit ke-9

Tutur Abah Raden Syair Langit ke-9