“Salah satu alasan kenapa seseorang di sebut kesatria itu karena mereka tetap bertahan di saat yang lain telah lari bersembunyi dari medan perang.
Terkadang seorang kesatria dan pecundang itu memiliki perbedaan yang hanya terhalang sehelai keretas. Kesatria mati-matian memperjuangkan kemenangan, sedangkan pecundang mencari keuntungan dari kemenangan tersebut.
Seorang kesatria itu bisa melihat setiap masalah bisa ditangani, karena itu ia akan berani menceburkan diri ke dalam bahaya sebesar apapun.
Engkau tak akan mampu mengajak seorang kesatria untuk berprilaku tak jujur, karena jika engkau berhasil, sebenarnya engkau hanya berhasil menggoda orang-orang yang berpura-pura menjadi seorang kestria, dan pada hakikatnya mereka itu hanyalah pecundang.
Seorang kesatria akan menempa dirinya dengan ribuan hari pelatihan, karena jika tidak demikian, tidak mungkin mereka mampu bertahan dalam kondisi yg sangat menakutkan.
Bagaikan sebilah pedang, semakin keras ditempah, semakin kuat pula pedang tersebut. Begitulah para kesatria memaknai penderitaan yang dialaminya”
Penjelasan:
Kesatria adalah simbol keberanian, kejujuran, dan keteguhan hati. Seorang kesatria bukan sekadar mereka yang mengangkat senjata di medan perang, tetapi juga mereka yang berperang melawan hawa nafsu, melawan ketakutan dalam dirinya, serta menegakkan kebenaran walau seluruh dunia menentangnya.
Perbedaan antara kesatria dan pecundang terkadang sangat tipis. Pecundang mungkin terlihat gagah dari luar, namun ketika berhadapan dengan ujian yang nyata, ia akan mencari aman, lari dari tanggung jawab, bahkan mengambil keuntungan dari hasil perjuangan orang lain. Sedangkan kesatria, betapapun berat ujian yang menimpanya, tetap memilih untuk bertahan. Ia tidak bersembunyi, ia tidak lari, karena dalam dirinya ada jiwa pengorbanan.
Seorang kesatria sejati tidak akan tergoda dengan tipu daya untuk berbuat curang atau meninggalkan kejujuran. Jika ia masih bisa diperdaya untuk berlaku tidak jujur, itu tanda bahwa ia belum menjadi kesatria, melainkan hanya berpura-pura. Kesatria juga sadar bahwa dirinya tidak lahir dalam keadaan siap, tetapi ia ditempa oleh latihan, pengalaman, dan penderitaan yang panjang. Penderitaan yang dialaminya bukan dianggap beban, tetapi justru ditempatkan sebagai jalan pembentukan diri.
Bagaikan sebilah pedang, semakin lama ditempa api dan pukulan palu, semakin tajam dan kuatlah ia. Demikian pula seorang kesatria, semakin besar rintangan yang ia hadapi, semakin kuat jiwanya, semakin tinggi derajatnya, dan semakin layak ia disebut sebagai kesatria sejati.
Al-Qur’an - Tentang Kesabaran dan Keberanian di Medan Perjuangan
Bukanlah orang kuat itu yang pandai bergulat, akan tetapi orang kuat adalah yang mampu menguasai dirinya ketika marah.”
(HR. Bukhari Muslim)
Hadist ini menegaskan bahwa kesatria sejati bukan hanya kuat fisiknya, melainkan kuat jiwanya, mampu menahan nafsu, dan tetap menjaga kejujuran serta kesabaran.
Penjelasannya diambil dari Kitab Sajatining Mulyo, Maha Karya: Raden Syair Langit (Abah Leuweunggede) Pendiri Majelis Tarekat Thaifuriyah Ma'had Thoriqotul Auliya
Di Antara Langit, Doa, dan Rahasia Cinta - Hikayat Ruhani di Balik Pembuatan Lagu “Mahabbatus Samawiyyah” Maha Karya Raden Syair Langit
Di zaman ketika cinta sering dipermainkan oleh nafsu, dipertukarkan oleh kepentingan, dan dipermurah oleh kefanaan dunia, lahirlah sebuah karya yang tidak berasal dari keramaian manusia, melainkan dari kesunyian ruh yang sedang berbicara kepada Tuhannya.
Karya itu bernama:
Mahabbatus Samawiyyah — cinta yang berasal dari langit.
Ia bukan sekadar lagu.
Bukan hanya rangkaian nada dan lirik.
Tetapi sebuah doa yang hidup. Sebuah munajat panjang yang lahir dari kedalaman hati, dari air mata, dari penantian, dari keyakinan, dan dari penghambaan seorang hamba kepada Rabb-nya.
Pada malam-malam Ramadhan yang penuh cahaya, tepat pada hari Sabtu, 28 Februari 2026 / 10 Ramadhan 1447 H, doa ini mulai disusun oleh Raden Syair Langit. Bukan semata-mata hasil pemikiran manusia, melainkan sebuah ilham ruhani yang diyakini sebagai petunjuk dan kelembutan dari Allah Subhanahu wa Ta’ala.
Di dalamnya terdapat pengakuan seorang pecinta yang memahami bahwa cinta sejati tidak boleh menjauhkan manusia dari Tuhannya. Bahwa mahabbah yang suci bukanlah cinta yang membakar akal dan melalaikan ibadah, melainkan cinta yang justru menghidupkan dzikir, menumbuhkan kesabaran, melembutkan jiwa, dan mendekatkan seorang hamba kepada Rabb semesta alam.
“Jadikan cintaku kepadanya sebagai ibadah…
jadikan rinduku kepadanya sebagai dzikir…”
Kalimat itu bukan hanya lirik.
Ia adalah keadaan jiwa.
Ia adalah maqam rasa yang tidak semua manusia mampu memahaminya.
Dalam Mahabbatus Samawiyyah, cinta digambarkan bukan sebagai kepemilikan, melainkan titipan langit yang harus dijaga kesuciannya. Sebab cinta yang berasal dari Allah tidak akan pernah meminta manusia melupakan Allah. Dan hati yang benar-benar mencintai, pada akhirnya akan kembali bersujud.
Lagu ini juga menjadi saksi bahwa terkadang Allah menyimpan rahasia-Nya di dalam hati seseorang begitu lama, tanpa suara, tanpa penjelasan, namun tetap hidup dan tumbuh di dalam ruhnya. Sebuah rasa yang tidak dipaksakan, tetapi ditanamkan. Tidak direncanakan, tetapi dihadirkan.
Karena itulah Mahabbatus Samawiyyah tidak dibangun di atas syahwat dunia, melainkan di atas doa, kesabaran, keyakinan, dan keridhaan terhadap takdir Allah.
Ia adalah kisah tentang seseorang yang mencintai dengan cara bersujud.
Menunggu dengan cara berdoa.
Dan berharap dengan cara bertawakal.
Semoga karya ini menjadi penyejuk bagi hati-hati yang sedang terluka. Menjadi pengingat bagi para pecinta agar tidak menjadikan cinta lebih tinggi daripada Tuhannya. Dan menjadi saksi bahwa di antara jutaan cinta yang ada di muka bumi, masih ada cinta yang lahir dari langit dan kembali menuju langit.
—
Karya : Raden Syair Langit (Abah Leuweunggede)
Syair Langit Studio
Du’a ul Mahabbatis Samawiyyah دُعَاءُ الْمَحَبَّةِ السَّمَاوِيَّةِ
بِسْمِ ٱللَّهِ ٱلرَّحْمَٰنِ ٱلرَّحِيمِ
Artinya: Dengan nama Allah Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang.
يَا ٱللَّهُ
Artinya: Wahai Allah.
أَنْتَ ٱلَّذِي زَرَعْتَ ٱلشُّعُورَ فِي ٱلصُّدُورِ
Artinya: Engkaulah yang menanamkan rasa di dalam dada.
Di tengah dunia yang semakin riuh oleh gemerlap fana, lahirlah sebuah karya yang tidak sekadar bernama lagu, melainkan untaian doa, tetesan rindu, dan bisikan ruh yang mengembara menuju langit cinta-Nya.
Mahabbatus Samawiyyah hadir sebagai persembahan jiwa — sebuah perjalanan batin tentang cinta yang tidak lahir dari nafsu dunia, melainkan dari getaran langit yang suci, lembut, dan abadi.
Setiap liriknya mengandung tafakur.
Setiap nadanya menyimpan kerinduan.
Dan setiap detiknya adalah napas spiritual yang mengajak hati kembali mengenal hakikat cinta yang sebenar-benarnya cinta.
Official Video Clip kini telah hadir.
Semoga karya ini menjadi penyejuk bagi hati-hati yang lelah, penerang bagi jiwa yang gelap, dan pengingat bahwa di atas segala cinta manusia, masih ada cinta samawi yang tidak pernah padam.
Telah Hadir Karya Lagu ke-72 Dari Raden Syair Langit “مَحَبَّةٌ سَمَاوِيَّةٌ” Mahabbatus Samawiyyah
Sebuah karya yang lahir bukan sekadar dari untaian kata dan nada, melainkan dari kedalaman ruh yang sedang mengetuk pintu langit dengan doa, cinta, dan kepasrahan.
Pada 28 Februari 2026 bertepatan dengan 10 Ramadhan 1447 H, Raden Syair Langit kembali mempersembahkan sebuah mahakarya spiritual bertajuk “Mahabbatus Samawiyyah”, dan baru di ekspos pada hari selasa 12 Mei 2026 M, — cinta langit yang suci, cinta yang tidak hanya berakar pada rasa manusia, tetapi tumbuh dari cahaya Ilahiah yang ditanamkan langsung ke dalam relung jiwa.
Lagu ini bukan hanya sebuah lantunan religi. Ia adalah munajat. Ia adalah bisikan hati yang dijaga dalam diam. Ia adalah perjalanan seorang hamba yang memohon agar cintanya tidak menjadi hijab dari Tuhannya, melainkan menjadi jalan yang semakin mendekatkannya kepada Allah.
Dalam setiap baitnya, “Mahabbatus Samawiyyah” menghadirkan nuansa sufistik yang lembut namun dalam. Mengajarkan bahwa cinta sejati bukan sekadar memiliki, melainkan menjaga kesucian rasa agar tetap berada di bawah naungan ridha-Nya.
Karya ke-72 ini menjadi penanda perjalanan panjang Raden Syair Langit dalam merajut syair-syair ruhani yang memadukan cinta, doa, dzikir, dan penghambaan dalam satu harmoni yang agung. Sebuah persembahan yang tidak hanya ingin didengar oleh telinga, tetapi juga ingin menetap di dalam hati.
“Jadikan cintaku kepadanya sebagai ibadah,
jadikan rinduku kepadanya sebagai dzikir.”
Semoga karya ini menjadi wasilah kebaikan, penyejuk jiwa, dan pengingat bahwa cinta paling indah adalah cinta yang tetap menempatkan Allah di atas segala-galanya.
그리움과 사랑 (Ada Rindu Ada Sayang) Versi Korea: Karya Raden Syair Langit yang Menyentuh Hingga Negeri K-Pop
Luar Biasa Ketika Karya Anak Negeri Menyapa Bahasa Dunia
Di tengah derasnya arus globalisasi budaya, sebuah langkah berani sekaligus indah lahir dari seorang seniman penuh rasa: Raden Syair Langit. Sebuah karya yang tidak hanya lahir dari kedalaman hati, tetapi juga menembus batas bahasa—hadir dalam balutan lirik Korea yang begitu menyentuh.
Lagu berjudul “그리움과 사랑 (Ge-ri-um gwa Sa-rang) – Ada Rindu Ada Sayang (Korea Version)” bukan sekadar adaptasi bahasa. Ia adalah jembatan rasa. Ia adalah bukti bahwa cinta, rindu, dan ketulusan adalah bahasa universal yang dapat dipahami oleh siapa saja, bahkan hingga ke negeri yang dikenal sebagai pusat budaya K-Pop.
Dengan lirik yang lembut, penuh penghayatan, dan sarat makna, lagu ini mengalir seperti doa yang dipanjatkan dalam diam. Setiap baitnya menyimpan kerinduan yang dalam, kesetiaan yang tak tergoyahkan, serta harapan yang terus menyala meski diterpa gelombang kehidupan.
“내 사랑 깊어 변하지 않아…
Cintaku dalam, tak akan berubah…”
Sebuah penggalan yang sederhana, namun menggambarkan kekuatan cinta yang tak lekang oleh waktu.
Pertanyaannya kini menjadi menarik untuk direnungkan:
Apakah karya ini mampu menggema hingga ke negeri asal bahasa yang digunakannya?
Akankah lagu ini menemukan tempat di hati para penikmat musik di Korea Selatan—tanah kelahiran K-Pop yang begitu kompetitif dan penuh talenta?
Jawabannya mungkin masih berproses. Namun satu hal yang pasti, langkah ini adalah sebuah keberanian yang patut diapresiasi. Sebuah karya lokal yang berani tampil dalam wajah global, membawa identitas, rasa, dan keunikan tersendiri.
Bukan tidak mungkin, dari langkah kecil ini akan lahir gelombang besar—di mana karya-karya penuh jiwa dari Nusantara mampu berdiri sejajar dan bahkan bersinar di panggung internasional.
Kini, saatnya kita menyaksikan, merasakan, dan menilai sendiri…
🎬 Saksikan karya tersebut di sini:
Sebuah karya, sebuah rasa, dan sebuah harapan…
Dari hati, untuk dunia.
Judul Lagu: (그리움과 사랑) Ge-ri-um gwa Sa-rang (Ada Rindu Ada Sayang - Korea Version)
Cipta: Raden Syair Langit
[Intro]
[Verse 1]
얼마나 깊어 내 사랑 너에게
Eol-ma-na gi-peo nae sa-rang neo-e-ge
Seberapa dalam cintaku ini untukmu
오래 함께해 널 잊지 못해
O-rae ham-kke-hae neol it-ji mot-hae
Sudah lama bersama, aku tak bisa melupakanmu
왜 이럴까 더 커져 이 맘이
Wae i-reol-kka deo keo-jyeo i ma-mi
Mengapa begini, perasaan ini makin membesar
하루 종일 너만 생각해
Ha-ru jong-il neo-man saeng-gak-hae
Sepanjang hari aku hanya memikirkanmu
[Verse 2]
이 아픔도 받아들일게
I a-peum-do ba-da-deu-ril-ge
Rasa sakit ini pun akan aku terima
난 아직도 잘 모르겠어
Nan a-jik-do jal mo-reu-ge-sseo
Aku masih belum mengerti
내 마음 좀 알아주겠니
Nae ma-eum jom a-ra-ju-get-ni
Maukah kau sedikit memahami hatiku
너만 사랑해 왜 몰라줘
Neo-man sa-rang-hae wae mol-la-jwo
Aku hanya mencintaimu, kenapa kau tak menyadarinya
Maha Karya Lagu Raden Syair Langit "Lagu Ke 71 - Hanya Satu Nama"
Judul Lagu: Hanya Satu Nama
Cipta: Raden Syair Langit
Lagu ini dibuat pada 03 Februari 2026 M.
Lirik:
[Intro]
[Verse 1]
Sejak langkah menyentuh bumi
Namamu menetap di ruang sunyi
Bukan sebagai gema yang datang dan menghilang
Tapi sebagai rindu yang membuatku tenang
[Verse 2]
Waktu menguji dengan jarak dan luka
Musim berganti membawa ragu dan tanya
Namun yang tak berubah adalah arah
Cintaku tetap pulang pada satu nama
[Chorus]
Banyak wajah singgah di perjalanan
Namun tak satu pun menjadi tujuan
Hatiku bukan persinggahan semata
Ia rumah yang memilih satu cahaya
[Reff]
Ini cinta suci bukan sekedar rasa
cinta sejati bukan bara yang sementara
cinta mati yang tak mencari pengganti
Sejak masa silam hingga sampai sekarang
[Intro]
[Verse 3]
Bila kamu meragukanku
Biarlah waktu yang menjadi saksi
Aku mencintaimu bukan karena apa-apa
Tapi karna takdir hatiku memilih kamu
[Verse 4]
Ku tak menjanjikan langit tanpa mendung
Tidak pula hidup tanpa air mata
Namun yang ku janjikan hanya satu yang pasti
Aku tak pernah pergi dari cinta ini
[Chorus]
Waktu berlalu jadi lembaran doa
Namamu kutulis dalam suka dan duka
Bukan merayu bukan pula memaksa
Tapi inilah aku yang apa adanya
[Reff]
Jika engkau ragu pada kesungguhanku
Lihatlah lamanya ku mencoba bertahan
Cinta sejak dulu hingga sampai sekarang
Bukan keinginan tapi sebuah keyakinan
Ini cinta suci kujaga dalam sepi
cinta sejati tak runtuh oleh sunyi
Ini cinta mati tak mencari pengganti
Hatiku tetap milikmu tiada yang lain
Selain sebagai seorang Da'i, Guru Tarekat, Penulis Buku, Raden Syair Langit juga dikenal sebagai seorang musisi dan pencipta lagu. Tercatat sudah 70 lebih, lagu yang dibuat Raden Syair Langit (Abah Leuweunggede) sejak tahun 2005 M sampai tulisan ini dibuat (Maret 2026 M).
Susunan lagu ke-71 pada Maha Karya Lagu Raden Syair Langit adalah lagu yang berjudul : Hanya Satu Nama
Maha Karya Lagu Raden Syair Langit "Lagu Ke 70 - Seberkas Kisah"
Judul Lagu: Seberkas Kisah
Cipta: Raden Syair Langit & Nida
Lagu ini dibuat pada 03 Februari 2026 M.
Lirik:
[Intro]
[Verse 1]
Seberkas kisah, cintaku padamu
penuh dengan luka dan derita
Andai engkau tau dalamnya cintaku
tak terukur dalamnya samudra
[Verse 2]
Sedikit saja hargai cintaku
rindu yang slalu menghantuiku
Apakah kau tega membiarkan aku
terlalu lama merindukanmu
[Chorus]
Apakah kau tau lamanya ku memendam cinta
tidak kah kau coba sadari itu
[Reff]
Mengapa kau sungguh tega
Membiarkan ku merana
Sakit luka dan derita menyakiti jiwa
Sungguh kejamnya dirimu
Apa kau tak punya rasa
Biarkan kumerana menelan pedih cinta
[Bridge]
Apakah kau akan slalu menyakitiku
Rindu hanya padamu
[Intro]
[Verse 3]
Sedikit saja hargai cintaku
rindu yang slalu menghantuiku
Apakah kau tega membiarkan aku
terlalu lama merindukanmu
[Chorus]
Apakah kau tau lamanya ku memendam cinta
tidak kah kau coba sadari itu
[Reff]
Mengapa kau sungguh tega
Membiarkan ku merana
Sakit luka dan derita menyakiti jiwa
Sungguh kejamnya dirimu
Apa kau tak punya rasa
Biarkan kumerana menelan pedih cinta
Mengapa kau sungguh tega
Membiarkan ku merana
Sakit luka dan derita menyakiti jiwa
Sungguh kejamnya dirimu
Apa kau tak punya rasa
Biarkan kumerana menelan pedih cinta
[Outro]
Selain sebagai seorang Da'i, Guru Tarekat, Penulis Buku, Raden Syair Langit juga dikenal sebagai seorang musisi dan pencipta lagu. Tercatat sudah 70 lebih, lagu yang dibuat Raden Syair Langit (Abah Leuweunggede) sejak tahun 2005 M sampai tulisan ini dibuat (Maret 2026 M).
Susunan lagu ke-70 pada Maha Karya Lagu Raden Syair Langit adalah lagu yang berjudul : Seberkas Kisah
Maha Karya Lagu Raden Syair Langit "Lagu Ke 69 - Bertaubatlah"
Judul Lagu: Bertaubatlah
Cipta: Raden Syair Langit
Lagu ini dibuat pada tahun 2006 M, dan di aransemen ulang pada tahun 2025 M.
Lirik:
[Intro]
[Verse 1]
Kita sedang hidup di dalam alam fana
Hanya tertunduk urusan dunia
Bagaimanakah kita mempertanggung jawabkan
Di akhirat kita menyesal
[Verse 2]
Sesaat ini kita hanya mencari
Kesenangan yang tiada artinya
Bertobatlah manusia sebelum terlambat
Tuhan selalu buka pintu taubatnya
[Reff]
Kita hidup di dunia hanyalah sementara
Berdosa dan juga durhaka
Bagaimanakah nanti mempertanggung jawabkan
Penyesalan kan tiada artinya
[Intro]
[Verse 3]
Sesaat ini kita hanya mencari
Kesenangan yang tiada artinya
Bertobatlah manusia sebelum terlambat
Tuhan selalu buka pintu taubatnya
[Reff]
Kita hidup di dunia hanyalah sementara
Berdosa dan juga durhaka
Bagaimanakah nanti mempertanggung jawabkan
Penyesalan kan tiada artinya
Kita hidup di dunia hanyalah sementara
Berdosa dan juga durhaka
Bagaimanakah nanti mempertanggung jawabkan
Penyesalan kan tiada artinya
[Outro]
Tuhan berkuasa memberikan maafnya
Asal kita taubat sebenarnya
Surga pemberiannya asal kita berubah
Bahagia dunia dan akhiratnya
Selain sebagai seorang Da'i, Guru Tarekat, Penulis Buku, Raden Syair Langit juga dikenal sebagai seorang musisi dan pencipta lagu. Tercatat sudah 70 lebih, lagu yang dibuat Raden Syair Langit (Abah Leuweunggede) sejak tahun 2005 M sampai tulisan ini dibuat (Maret 2026 M).
Susunan lagu ke-69 pada Maha Karya Lagu Raden Syair Langit adalah lagu yang berjudul : Bertaubatlah
Maha Karya Lagu Raden Syair Langit "Lagu Ke 68 - Ada Rindu Ada Sayang"
Judul Lagu: Ada Rindu Ada Sayang
Cipta: Raden Syair Langit
Lagu ini dibuat pada tahun 2015 M, dan di aransemen ulang pada tahun 2025 M.
Lirik:
[Intro]
[Verse 1]
Betapa, dalamnya cintaku ini kepadamu.
Begitu lama ku mengenalmu, tak pernah aku lupa.
Mengapa, kini rasa cinta ni semakin gila.
Hantui hariku bayangi jiwaku, begitu dalam membuatku kelam.
[Verse 2]
Harusnya, aku terima sakit di hati ini.
Sungguh ku tak tahu yang terjadi, sungguh aku tak mengerti
Cobalah, kau pahami rasa di hatiku ini.
Tak sadarkah bila aku yang mencinta, cintaku begitu besar kepadamu.
[Reff]
Cintaku, begitu dalam, tak akan pernah tergantikan.
Walaupun, ombak di samudra, menerjang ku akan bertahan.
Cintaku, begitu besar, dirimu selalu di hatiku.
Tingginya, gunung Mahameru, kan kudaki hanya untukmu.
[Intro]
[Verse 3]
Baiknya, ada ikatan di antara kita.
Agar tidak ada yang kecewa, ku harap bahagia.
Mungkinkah, engkaupun mengharap semua terjadi.
Adanya rindu adanya sayang, ikatan cinta di antara kita.
[Intro]
[Reff]
Cintaku, begitu dalam, tak akan pernah tergantikan.
Walaupun, ombak di samudra, menerjang ku akan bertahan.
Cintaku, begitu besar, dirimu selalu di hatiku.
Tingginya, gunung Mahameru, kan kudaki hanya untukmu.
[Outro]
Cintaku, begitu dalam, adanya rindu ada sayang.
Walaupun, ombak di samudera, menerjang ku akan bertahan.
Tingginya, gunung Mahameru, kan kudaki hanya untukmu
Selain sebagai seorang Da'i, Guru Tarekat, Penulis Buku, Raden Syair Langit juga dikenal sebagai seorang musisi dan pencipta lagu. Tercatat sudah 70 lebih, lagu yang dibuat Raden Syair Langit (Abah Leuweunggede) sejak tahun 2005 M sampai tulisan ini dibuat (Maret 2026 M).
Susunan lagu ke-68 pada Maha Karya Lagu Raden Syair Langit adalah lagu yang berjudul : Ada Rindu Ada Sayang
Maha Karya Lagu Raden Syair Langit "Lagu Ke 67 - Mengejarmu Ku Tak Sanggup Pergi Pun Ku Tak Mampu (Selalu Ku Kenang)"
Judul Lagu: Mengejarmu Ku Tak Sanggup Pergipun Ku Tak Mampu
Cipta: Raden Syair Langit
Lagu ini dibuat pada hari Senin 24 April 2023 M, dan di aransemen ulang di tahun 2025 M.
Lirik:
[Intro]
[Verse 1]
Bila, waktunya tlah tiba
Mungkin kau kan pergi untuk selama-lamanya
Sekian lama ku menunggu
Balasan cinta yang sama dan tulus darimu
[Chorus]
Namun apa daya lah diriku
Harapan tlah hilang kau hancurkan dengan kejam
Kini cinta yang digores luka
Menghancurkan hidup hingga aku pun meredup
[Reff]
Cinta terindah tergorès di hidupku
Lukai hati kadang menenangkan hati
Mungkin suratan harus aku terima
Jalani cinta dengan seribu derita
[Intro]
[Chorus]
Namun apa daya lah diriku
Harapan tlah hilang kau hancurkan dengan kejam
Kini cinta yang digores luka
Menghancurkan hidup hingga aku pun meredup
[Reff]
Cinta terindah tergorès di hidupku
Lukai hati kadang menenangkan hati
Mungkin suratan harus aku terima
Jalani cinta dengan seribu derita
Cinta terindah tergorès di hidupku
Lukahi hati kadang menenangkan hati
Mungkin suratan harus aku terima
Jalani cinta dengan seribu derita
[Outro]
Sungguh mengejarmu tak sanggup
Namun pergi pun ku tak mampu
Sumpah matiku untukmu
Engkau kan ku kenang dan akan selalu ku kenang
Selain sebagai seorang Da'i, Guru Tarekat, Penulis Buku, Raden Syair Langit juga dikenal sebagai seorang musisi dan pencipta lagu. Tercatat sudah 70 lebih, lagu yang dibuat Raden Syair Langit (Abah Leuweunggede) sejak tahun 2005 M sampai tulisan ini dibuat (Maret 2026 M).
Susunan lagu ke-67 pada Maha Karya Lagu Raden Syair Langit adalah lagu yang berjudul : Mengejarmu Ku Tak Sanggup Pergi Pun Ku Tak Mampu (Selalu Ku Kenang)"
Maha Karya Lagu Raden Syair Langit "Lagu Ke 66 - Cinta Tak Terhapus"
Judul Lagu: Cinta Tak Terhapus
Cipta: Raden Syair Langit
Lagu ini dibuat pada tahun 2025 M
Lirik:
[Intro]
[Verse 1]
Perjalanan hatiku
Menjaga nama dirimu
Kutempuh tanpa keluh
Sungguh engkau tak tahu
Kau yang aku nanti
Kau yang kucintai
Balasmu hanya sunyi menyakiti
[Verse 2]
Setiap pengorbanan
Kau biarkan tenggelam
Seolah tak bernilai
Didalam pandanganmu
Kau yang aku nanti
Kau yang kucintai
Mengapa kau tak pernah menolehku?
[Reff]
Tentang dirimu takkan mampu kuhapuskan
Langit bersaksi cintaku suci padamu
Kau yang kunanti
Kau yang kucintai
Tetap di hati
Terima kasih telah hadir di hidupku
Meski kau biarkan jiwaku tersayat pilu
Maafkan aku yang masih setia menunggu
Meski kau jauh
[Intro]
[Verse 3]
Bagai rembulan
Wajahmu menenangkan
Cahaya dirimu tetap jadi penerang
Saat ku tersesat dalam sunyi yang kejam
Namun kaulah luka yang paling dalam [Reff]
Tentang dirimu takkan mampu kuhapuskan
Langit bersaksi cintaku suci padamu
Kau yang kunanti
Kau yang kucintai
Tetap di hati
Terima kasih telah hadir di hidupku
Meski kau biar¬kan jiwaku tersayat pilu
Maafkan aku yang masih setia menunggu
Meski kau jauh
Selain sebagai seorang Da'i, Guru Tarekat, Penulis Buku, Raden Syair Langit juga dikenal sebagai seorang musisi dan pencipta lagu. Tercatat sudah 70 lebih, lagu yang dibuat Raden Syair Langit (Abah Leuweunggede) sejak tahun 2005 M sampai tulisan ini dibuat (Maret 2026 M).
Susunan lagu ke-66 pada Maha Karya Lagu Raden Syair Langit adalah lagu yang berjudul : Cinta Tak Terhapus
Maha Karya Lagu Raden Syair Langit "Lagu Ke 65 - Syair Langit"
Judul Lagu: Syair Langit
Cipta: Raden Syair Langit
Lagu ini dibuat pada tahun 2015 M, dan di aransemen ulang pada tahun 2025 M.
Lirik:
[Intro]
[Verse 1]
Selama nafas ini terus kan terhempas
Di dalam hidup hingga aku pun meredup
Syair langitku sumpah matiku untukmu
Takdir ilahi tersirat di hati
[Verse 2]
Hamparan putih tergores hitamnya tinta
Tertulis indah tentukan hidupku ini
Aku memilih hingga hati ini lirih
Syair langitmu membungkam hidupku
[Chorus]
Tak akan bisa aku berlabuh
Pada yang lain engkau yang aku tempuh
Dendam dan cinta kian menjadi
Di dalam hati takkan bisa terganti
[Reff]
Terlalu dalam begitu kelam
Tertatih aku dan terpuruk karena dirimu
Dendam dan cinta selalu menyatu
Pedih dan perih hingga aku pun terletih
[Intro]
[Verse 3]
Bayangan dirimu hantui jiwa ragaku
Sumpah serapah tertumpah tidak terarah
Dilema nya cinta mengapa harus merana
Syair langitku hakikat cintaku
[Chorus]
Tak akan bisa aku berlabuh
Pada yang lain engkau yang aku tempuh
Dendam dan cinta kian menjadi
Di dalam hati takkan bisa terganti
[Reff]
Terlalu dalam begitu kelam
Tertatih aku dan terpuruk karena dirimu
Dendam dan cinta selalu menyatu
Pedih dan perih hingga aku pun terletih
Terlalu dalam begitu kelam
Tertatih aku dan terpuruk karena dirimu
Dendam dan cinta selalu menyatu
Pedih dan perih hingga aku pun terletih
Selain sebagai seorang Da'i, Guru Tarekat, Penulis Buku, Raden Syair Langit juga dikenal sebagai seorang musisi dan pencipta lagu. Tercatat sudah 70 lebih, lagu yang dibuat Raden Syair Langit (Abah Leuweunggede) sejak tahun 2005 M sampai tulisan ini dibuat (Maret 2026 M).
Susunan lagu ke-65 pada Maha Karya Lagu Raden Syair Langit adalah lagu yang berjudul : Syair Langit
Maha Karya Lagu Raden Syair Langit "Lagu Ke 64 - Mungkinkah Aku mampu"
Judul Lagu: Mungkinkah Aku Mampu
Cipta: Raden Syair Langit
Lagu ini dibuat pada tahun 2019 M, dan di aransemen ulang pada tahun 2025 M.
Lirik:
[Intro]
[Verse 1]
Kadang ku merasa
Lelah dalam menjalani semua
Cerita hidupku
Serasa hampa dan pilu
[Verse 2]
Hari demi hari
Terasa tanpa adanya arti
Hilang tanpa arah
Membuatku semakin jengah
[Reff]
Terlelap aku dalam mimpi-mimpi
Yang terkadang membuatku semakin menjadi-jadi
Selalu kucoba melawan semua
Rasa-rasa itu yang terus menghantuiku
Harus kusadar bahwa semua ini
Ujian terbesar dalam hidup yang kujalani
Mungkin kah aku mampu tuk menjalani
[Intro]
[Verse 3]
Kadang ku merasa
Lelah dalam menjalani semua
Cerita hidupku
Serasa hampa dan pilu
[Verse 4]
Hari demi hari
Terasa tanpa adanya arti
Hilang tanpa arah
Membuatku semakin jengah
[Reff]
Terlelap aku dalam mimpi-mimpi
Yang terkadang membuatku semakin menjadi-jadi
Selalu kucoba melawan semua
Rasa-rasa itu yang terus menghantuiku
Harus kusadari bahwa semua ini
Ujian terbesar dalam hidup yang kujalani
Mungkin kah aku mampu tuk menjalani
[Outro]
Mungkin kah aku mampu tuk menjalani
Selain sebagai seorang Da'i, Guru Tarekat, Penulis Buku, Raden Syair Langit juga dikenal sebagai seorang musisi dan pencipta lagu. Tercatat sudah 70 lebih, lagu yang dibuat Raden Syair Langit (Abah Leuweunggede) sejak tahun 2005 M sampai tulisan ini dibuat (Maret 2026 M).
Susunan lagu ke-64 pada Maha Karya Lagu Raden Syair Langit adalah lagu yang berjudul : Mungkinkah Aku mampu