Sabtu, 25 Juli 2026

Mutiara Hikmah Raden Syair Langit ke-50 (Sifat Seorang Kesatria)


Mutiara Hikmah Raden Syair Langit ke-50

(Sifat Seorang Kesatria)


“Salah satu alasan kenapa seseorang di sebut kesatria itu karena mereka tetap bertahan di saat yang lain telah lari bersembunyi dari medan perang.

Terkadang seorang kesatria dan pecundang itu memiliki perbedaan yang hanya terhalang sehelai keretas. Kesatria mati-matian memperjuangkan kemenangan, sedangkan pecundang mencari keuntungan dari kemenangan tersebut.

Seorang kesatria itu bisa melihat setiap masalah bisa ditangani, karena itu ia akan berani menceburkan diri ke dalam bahaya sebesar apapun.

Engkau tak akan mampu mengajak seorang kesatria untuk berprilaku tak jujur, karena jika engkau berhasil, sebenarnya engkau hanya berhasil menggoda orang-orang yang berpura-pura menjadi seorang kestria, dan pada hakikatnya mereka itu hanyalah pecundang.

Seorang kesatria akan menempa dirinya dengan ribuan hari pelatihan, karena jika tidak demikian, tidak mungkin mereka mampu bertahan dalam kondisi yg sangat menakutkan.

Bagaikan sebilah pedang, semakin keras ditempah, semakin kuat pula pedang tersebut. Begitulah para kesatria memaknai penderitaan yang dialaminya”


Penjelasan:

Kesatria adalah simbol keberanian, kejujuran, dan keteguhan hati. Seorang kesatria bukan sekadar mereka yang mengangkat senjata di medan perang, tetapi juga mereka yang berperang melawan hawa nafsu, melawan ketakutan dalam dirinya, serta menegakkan kebenaran walau seluruh dunia menentangnya.
Perbedaan antara kesatria dan pecundang terkadang sangat tipis. Pecundang mungkin terlihat gagah dari luar, namun ketika berhadapan dengan ujian yang nyata, ia akan mencari aman, lari dari tanggung jawab, bahkan mengambil keuntungan dari hasil perjuangan orang lain. Sedangkan kesatria, betapapun berat ujian yang menimpanya, tetap memilih untuk bertahan. Ia tidak bersembunyi, ia tidak lari, karena dalam dirinya ada jiwa pengorbanan.
Seorang kesatria sejati tidak akan tergoda dengan tipu daya untuk berbuat curang atau meninggalkan kejujuran. Jika ia masih bisa diperdaya untuk berlaku tidak jujur, itu tanda bahwa ia belum menjadi kesatria, melainkan hanya berpura-pura. Kesatria juga sadar bahwa dirinya tidak lahir dalam keadaan siap, tetapi ia ditempa oleh latihan, pengalaman, dan penderitaan yang panjang. Penderitaan yang dialaminya bukan dianggap beban, tetapi justru ditempatkan sebagai jalan pembentukan diri.
Bagaikan sebilah pedang, semakin lama ditempa api dan pukulan palu, semakin tajam dan kuatlah ia. Demikian pula seorang kesatria, semakin besar rintangan yang ia hadapi, semakin kuat jiwanya, semakin tinggi derajatnya, dan semakin layak ia disebut sebagai kesatria sejati.
Al-Qur’an - Tentang Kesabaran dan Keberanian di Medan Perjuangan
اللَّهُ يُحِبُّ الَّذِينَ يُقَاتِلُونَ فِي سَبِيلِهِ صَفًّا كَأَنَّهُم بُنْيَانٌ مَّرْصُوصٌ
“Sesungguhnya Allah mencintai orang-orang yang berperang di jalan-Nya dalam barisan yang teratur, seakan-akan mereka seperti bangunan yang kokoh.”
(QS. Ash-Shaff: 4)
Ayat ini menunjukkan bahwa seorang kesatria adalah sosok yang teguh, tidak goyah, dan penuh pengorbanan.
Hadis Rasulullah saw - Tentang Kesatria Sejati
لَيْسَ الشَّدِيدُ بِالصُّرَعَةِ، إِنَّمَا الشَّدِيدُ الَّذِي يَمْلِكُ نَفْسَهُ عِندَ الغَضَبِ
Bukanlah orang kuat itu yang pandai bergulat, akan tetapi orang kuat adalah yang mampu menguasai dirinya ketika marah.”
(HR. Bukhari Muslim)
Hadist ini menegaskan bahwa kesatria sejati bukan hanya kuat fisiknya, melainkan kuat jiwanya, mampu menahan nafsu, dan tetap menjaga kejujuran serta kesabaran.

Penjelasannya diambil dari Kitab Sajatining Mulyo, Maha Karya: Raden Syair Langit (Abah Leuweunggede) Pendiri Majelis Tarekat Thaifuriyah Ma'had Thoriqotul Auliya

ttd. Penulis Jejak Makrifat


Kamis, 23 Juli 2026

Raden Syair Langit "Jangan Bangga Dengan Amalmu, Banggalah Dengan Rahmat Allah"

 


Raden Syair Langit "Jangan Bangga Dengan Amalmu, Banggalah Dengan Rahmat Allah"


Salah satu hijab yang paling halus adalah ketika seseorang mulai memandang besar amal yang telah ia kerjakan.

Ia merasa telah banyak shalat, banyak bersedekah, banyak berdakwah, dan banyak berbuat baik. Padahal, semakin dekat seorang hamba kepada Allah, semakin kecil ia memandang dirinya sendiri.

Para kekasih Allah tidak pernah bergantung kepada amal mereka. Mereka lebih menggantungkan harapan kepada rahmat-Nya.

Sebab mereka memahami, seandainya Allah tidak memberikan taufik, niscaya mereka pun tidak akan mampu bersujud walau hanya satu kali.

Maka janganlah engkau menghitung-hitung amalmu, tetapi hitunglah betapa banyak nikmat Allah yang belum mampu engkau syukuri.

Ketika engkau melihat amal sebagai karunia, bukan sebagai prestasi, saat itulah kesombongan mulai sirna, dan keikhlasan tumbuh di dalam hati.

Semoga Allah menjaga hati kita dari rasa ujub, melimpahkan keikhlasan dalam setiap amal, dan memasukkan kita ke dalam golongan hamba-hamba yang memperoleh rahmat-Nya.


Senin, 20 Juli 2026

Raden Syair Langit "Jangan Terlalu Sibuk Mencari Pengakuan Manusia"


 Raden Syair Langit "Jangan Terlalu Sibuk Mencari Pengakuan Manusia"


Ada satu kelelahan yang tidak pernah selesai, yaitu ketika seseorang menjadikan penilaian manusia sebagai tujuan hidupnya.

Ia akan terus berusaha terlihat hebat, ingin dipuji, ingin diakui, dan ingin dimengerti oleh semua orang. Padahal, hati manusia selalu berubah, sedangkan ridha Allah tidak pernah berubah.

Orang yang telah mengenal Tuhannya akan lebih sibuk memperbaiki batinnya daripada menghias penampilannya.

Sebab yang menjadikan seorang hamba mulia bukanlah banyaknya mata yang memandang, melainkan sejauh mana Allah berkenan memandangnya dengan rahmat.

Jangan gelisah apabila engkau tidak dikenal manusia. Gelisahlah apabila hatimu mulai jauh dari Allah.

Karena ketika hubunganmu dengan Allah telah baik, maka engkau tidak lagi hidup untuk mengejar tepuk tangan dunia. Engkau akan hidup dengan hati yang tenang, langkah yang ringan, dan jiwa yang telah mengerti akan makna dari hakikat hidup yang sebenarnya.



KEADILAN TEGAK ! Skenario Gendong Argentina & Messi Akhirnya RUNTUH di Final Piala Dunia 2026


KEADILAN TEGAK ! Skenario Gendong Argentina & Messi Akhirnya RUNTUH di Final
Mitos "tim settingan" itu nyata, tapi malam ini sepak bola diselamatkan oleh Spanyol
@rsleleven 🏆 KEADILAN TEGAK ! Skenario Gendong Argentina & Messi Akhirnya RUNTUH di Final 🇪🇸 Mitos "tim settingan" itu nyata, tapi malam ini sepak bola diselamatkan oleh Spanyol #radensyairlangit #rsleleven #syairlangitstudio #pialadunia2026 #wordcup2026 ♬ suara asli - RSL Eleven

Raden Syair Langit "Jangan Menilai Kehidupan Orang Lain Dari Apa yang Terlihat"


 



Sabtu, 18 Juli 2026

DRAMA 10 GOL DI PEREBUTAN JUARA KE-3 PIALA DUNIA 2026


DRAMA 10 GOL DI PEREBUTAN JUARA KE-3 PIALA DUNIA 2026

Pertandingan perebutan tempat ketiga Piala Dunia 2026 menyajikan salah satu laga paling gila dalam sejarah sepak bola. Inggris sukses membungkam Prancis dengan skor ketat 6-4 lewat drama yang menguras emosi.

The Three Lions tampil kesetanan di babak pertama dan langsung unggul telak 4-0 berkat gol cepat Declan Rice, Ezri Konsa, serta brace dari Bukayo Saka. Namun, Les Bleus menolak menyerah di babak kedua. Dipimpin sang kapten Kylian Mbappé yang mencetak dua gol (brace) plus sumbangan gol Bradley Barcola, Prancis sempat memperkecil ketertinggalan menjadi 4-3.

Ketegangan memuncak di menit-menit akhir. Bukayo Saka berhasil melengkapi catatan hat-trick-nya lewat titik putih untuk memperlebar keunggulan Inggris.

Prancis sempat membalas lagi lewat aksi Ousmane Dembélé pada masa injury time, sebelum akhirnya Jude Bellingham mengunci kemenangan mutlak Inggris menjadi 6-4.

Dengan hasil ini, Inggris berhak membawa pulang medali perunggu, yang menjadi pencapaian terbaik mereka di Piala Dunia sejak tahun 1966.

Di sisi lain, dua gol Kylian Mbappé di laga ini resmi membuatnya memimpin perburuan Sepatu Emas sekaligus memecahkan rekor gol sepanjang masa turnamen.

Pertandingan penutup yang luar biasa dari kedua tim. 


Mutiara Hikmah Raden Syair Langit ke-50 (Sifat Seorang Kesatria)

Mutiara Hikmah Raden Syair Langit ke-50 (Sifat Seorang Kesatria) “Salah satu alasan kenapa seseorang di sebut kesatria itu karena mereka tet...