Krondo Sowo (Pemukiman Pengikut Guru Agung Kanjeng Syekh Siti Jenar) "Tempat Diam Lelaku Mendalam"
Krondo Sowo menjadi tempat sakral dikarenakan aturan-aturan yang ada di pemukiman itu, yang tidak boleh dilangggar oleh penghuni ataupun pengunjung. Tempat ini mengingatkan kita akan kematian. Sebuah perkampungan yang sakral, yang tidak bisa dijamah oleh orang sembarangan.
Wilayah ini di isi oleh orang-orang yang mengikuti ajaran Guru Agung Kanjeng Syekh Siti Jenar, dan Abah Leuweunggede sendiri adalah pelanjut ajarannya.
Diakhir zaman ini, zaman yang penuh dengan kemungkaran, semakin banyaknya orang-orang yang lacut, Krondo Sowo hadir seakan-akan menjadi paku bumi nya Allah, dari kebusukan-kebusukan ulah manusia yang lupa akan hakekat hidup yang sebenarnya.
Abah Leuweunggede (Raden Syair Langit)
ttd. Penulis Jejak Makrifat

