Komentar Raden Syair Langit "Saya Gak Pernah Ngerasa Sepengen Ini Jadi Tukang kupas Bawang Setalah Mendengar Prabowo Bilang Gajihnya 700 Ribu Per Kilo"
Spill Donk Pak Lokasinya !
"Luar biasa. Akhirnya ada profesi di Indonesia yang gajinya mengalahkan software engineer Silicon Valley, yaitu: buruh kupas bawang.
Bayangkan, 700 ribu rupiah per kilogram ! Kalau sehari bisa kupas 10 kilo saja, berarti penghasilan harian mencapai 7 juta. Sebulan ! penghasilan mencapai 210.000.000.
Hanya butuh 30 hari untuk bisa beli mobil Avanza. Dan kalau mau sabar sedikit, hanay butuh waktu 3 bulan untuk bissa beli mobil Pajero.
Apakah ini yang di namakan Indonesia Emas ? atau Indonesia 'Emas Batangan'?
Tapi tunggu dulu. Mari kita pakai logika rakyat kecil seperti saya. Kalau upah kupasnya saja 700 ribu per kilo, lalu harga bawangnya berapa? saya cek di pasaran, harga bawang ada di kisaran 30 ribaun. Ini dampaknya akan sangat jauh lho. Kita ambil satu contoh saja. Tukang bakso itu butuh bawang, lah terus apakah nanti satu porsi bakso harganya jadi tiga juta per porsi?
Baiklah, kita akan meencoba husnudzon. Ini 'katanya' ya. Katanya cuma salah sebut atau keseleo lidah di pidato kenegaraan kemarin. Tapi masalahnya, urusan perut rakyat miskin itu bukan hal yang bisa dibawa bercanda lewat salah sebut angka nominal.
Kekeliruan fatal seperti ini menunjukkan satu hal: tim penyusun teks dan pembisik di lingkaran Istana sepertinya sudah terlalu lama hidup di ruang ber-AC yang nyaman. Sampai-sampai, mereka lupa mengecek berapa harga bawang riil di pasar tradisional.
Pak, tolong, staf-stafnya itu sekali-kali disuruh ikut belanja ke pasar subuh. Biar tahu kalau rakyat di bawah itu berjuang demi rupiah yang angkanya nolnya sedikit, bukan angka khayalan yang bikin kita tepuk jidat berjamaah.
Saran saya, tim data istana perlu ditatar ulang. Jangan sampai niat baik memamerkan program kesejahteraan, malah jadi panggung komedi yang ditertawakan ibu-ibu se-Indonesia.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar