Rabu, 19 Agustus 2026

“KDM Minta Maaf Kepada Rakyat Pejabat Berdiri Orang Susah Duduk di VIV | Sikap Luar Biasa di HUT RI ke-81, Tanggapan Abah Raden Syair Langit”


“KDM Minta Maaf Kepada Rakyat Pejabat Berdiri Orang Susah Duduk di VIV | Sikap Luar Biasa di HUT RI ke-81, Tanggapan Abah Raden Syair Langit”

Sikap kesatria  seroang Dedi mulyadi ini mendapatkan pujian dari Pendiri Majelis Tarekat Thaifuriyah Ma'had Thoriqotul Auliya, Abah Leuweunggede Raden Syair Langit

Saat  diwawancaara tim Jejak Makrifat, Beliau berpendapat seperti ini :

Ada kurang lebih sekitar 433.000 pejabat di Indoensia dari skup baawah sampai atas. Dari ke 433.000 pejabaat itu, ada kurag lebih sektiar 92.000 pejabat yang memiliki hak dan kewajiban untuk menjadi Inspektur Upacara pada Hari Kemerdekaan Indonesia.

Tapi maaf jika saya salah data, karena tidak semua terekspos media. kemungkinan hanya ada satu orang yang dalam pidato peringatan hari kemerdekaan Indoensia meminta maaf kepada rakyatnya. Dialah Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi.

Dulu di kisaran tahun 2016 saya sangat membencinya, namun kebencian itu berubah saat melihat sosok KDM yang suka berbagi kepada rakyat kecil, menolong tanpa melihat siapa yang di tolong, lebih memuliakan orang susah, ketimbang jadi penjilat orang-orang yang berkuasa di atasnya.

Maaf, sekali lagi saya minta maaf, jika ternyata ada yang berpidato dengan redaksi yang hampir sama,  selain KDM di peringtaan upacara Kemerdekaaan Indoensia yang ke-81. Karena sekali lagi saya tegaskan, banyak yang menjadi inspektur upacara, namun tidak semua terekspos media.

Satu hal  lagi yang ingin saya garis bawahi di peringatan hari kemerdekana Indoensia yang ke 81 ini. Kayaknya hanya di jawa barat, yang rakyat kecil nya di suruh duduk di panggung kehormatan kelas VIP, dan justru para pejabatnya yang disuruh  berdiri di lapangan, merasakan panasnya teerik matahari.

Di tengah riuhnya seremonial, kepulan asap jabat tangan, dan klaim keberhasilan yang dibacakan dari teks yang hampir seragam, mungkin hanya ada satu orang pejabat tinggi yang justru menggunakan podium kemerdekaan untuk mengetuk pintu kesadaran kita semua.

Beliau berani menundukkan kepala dan meminta maaf secara terbuka kepada rakyatnya. Dialah Gubernur Jawa Barat, Kang Dedi Mulyadi.

Mungkin baru pertama kali dalam sejarah upacara resmi negara, aturan protokoler dibalik total atas nama kemanusiaan.

Di Jawa Barat, tenda megah dan kursi empuk panggung kehormatan kelas VIP yang biasanya diisi oleh barisan jas mewah para pejabat, hari itu diserahkan sepenuhnya untuk diduduki oleh rakyat kecil. Para petani, nelayan, kuli bangunan, hingga petugas kebersihan jalan.

Sementara para pejabat, anggota dewan, dan petinggi instansi? Mereka diminta mengalah. Berdiri di lapangan terbuka, merasakan langsung teriknya matahari, persis seperti apa yang dirasakan rakyatnya setiap hari selama puluhan tahun.

Tentu, ruang media kita terbatas. Saya memohon maaf jika ada redaksi serupa atau ada inspektur upacara di pelosok desa lain yang juga berpidato meminta maaf namun tidak terekspos kamera.

Tetapi poin utamanya bukan sekedar siapa yang masuk berita. Poin utamanya adalah pesan kuat yang dikirimkan dari halaman Gedung Sate:

Bahwa kemerdekaan bukan tentang seberapa nyaman pejabatnya duduk di dalam tenda, melainkan seberapa menderita pejabatnya saat rakyatnya belum merdeka.

Untuk para pejabat yang soleh, saya doakan kalian masuk kedalam golongan para pemimpin yang adil, yang akan mendapatkan perlindungan dari Allah, di hari yang tidak ada perlindungan kecuali perlindungan-Nya.

Namun untuk kalian para pejabat b4ngsat, upacara sudah selesai. Sekarang saatnya berkaca.

Kematian tidak pernah bertanya kalian masih muda, sudah tua, sedang sakit atau dalam keadaan sehat. lebih baik segera bertaubat, jatuhkan ambisi dan keserakahanmu, mumpung nyawa masih di badan, karena saat kalian mati, penyesalan tidak akan pernah berarti.

Senin, 17 Agustus 2026

Viral Doa Nasaruddin Umar Pada Upacara Peringatan Kemerdekaan Indonesia Ke-81 di Istana Negara ! Ini Tanggapan Raden Syair Langit


Viral Doa Nasaruddin Umar Pada Upacara Peringatan Kemerdekaan Indonesia Ke-81 di Istana Negara ! Ini Tanggapan Raden Syair Langit


Mutiara Hikmah Raden Syair Langit ke-51 (Lebih Baik Diam)


Mutiara Hikmah Raden Syair Langit ke-51 (Lebih Baik Diam)


“Lebih baik kamu diam, sekiranya apa yang kamu bicarakan tidak sesuai dengan kenyataan. Tidak sedikit orang yang banyak bicara, namun tidak sesuai dengan realita. Bicaranya tinggi, namun tidak sesuai dengan bukti. Bicaranya manis, namun sayang mulutnya lamis.

Oleh karena itu, diam akan lebih baik dari pada bicara yang hanya mengandung omong kosong belaka”



Sabtu, 15 Agustus 2026

Komentar Raden Syair Langit "Saya Gak Pernah Ngerasa Sepengen Ini Jadi Tukang kupas Bawang Setalah Mendengar Prabowo Bilang Gajihnya 700 Ribu Per Kilo"


 

Komentar Raden Syair Langit "Saya Gak Pernah Ngerasa Sepengen Ini Jadi Tukang kupas Bawang Setalah Mendengar Prabowo Bilang Gajihnya 700 Ribu Per Kilo"


Spill Donk Pak Lokasinya !

"Luar biasa. Akhirnya ada profesi di Indonesia yang gajinya mengalahkan software engineer Silicon Valley, yaitu: buruh kupas bawang.

Bayangkan, 700 ribu rupiah per kilogram ! Kalau sehari bisa kupas 10 kilo saja, berarti penghasilan harian mencapai 7 juta. Sebulan ! penghasilan mencapai 210.000.000.

Hanya butuh 30 hari untuk bisa beli mobil Avanza. Dan kalau mau sabar sedikit, hanay butuh waktu 3  bulan untuk bissa beli mobil Pajero.

Apakah ini yang di namakan Indonesia Emas ? atau Indonesia 'Emas Batangan'?

Tapi tunggu dulu. Mari kita pakai logika rakyat kecil seperti saya. Kalau upah kupasnya saja 700 ribu per kilo, lalu harga bawangnya berapa? saya cek di pasaran, harga bawang ada di kisaran 30 ribaun. Ini dampaknya akan sangat jauh lho. Kita ambil satu contoh saja. Tukang bakso itu butuh bawang, lah terus apakah nanti satu porsi bakso harganya jadi tiga juta per porsi?

Baiklah, kita akan meencoba husnudzon. Ini 'katanya' ya. Katanya cuma salah sebut atau keseleo lidah di pidato kenegaraan kemarin. Tapi masalahnya, urusan perut rakyat miskin itu bukan hal yang bisa dibawa bercanda lewat salah sebut angka nominal.

Kekeliruan fatal seperti ini menunjukkan satu hal: tim penyusun teks dan pembisik di lingkaran Istana sepertinya sudah terlalu lama hidup di ruang ber-AC yang nyaman. Sampai-sampai, mereka lupa mengecek berapa harga bawang riil di pasar tradisional.

Pak, tolong, staf-stafnya itu sekali-kali disuruh ikut belanja ke pasar subuh. Biar tahu kalau rakyat di bawah itu berjuang demi rupiah yang angkanya nolnya sedikit, bukan angka khayalan yang bikin kita tepuk jidat berjamaah.

Saran saya, tim data istana perlu ditatar ulang. Jangan sampai niat baik memamerkan program kesejahteraan, malah jadi panggung komedi yang ditertawakan ibu-ibu se-Indonesia.

Rabu, 05 Agustus 2026

Nasab Raden Syair Langit yang Tersambung Ke Prabu Siliwangi ( Pangeran Pamanah Rasa )


  

CATATAN NASAB RADEN SYAIR LANGIT YANG TERSAMBUNG SAMPAI KE PRABU SILIWANGI “PANGERAN PAMANAH RASA”


Dari Jalur Bapak

1. Prabu Siliwangi III (Raden Jaya Dewata / Sri Baduga Maharaja / Kanjeng Syekh Pangeran Pamanah Rasa)

2. Prabu Munding Surya Ageng

3. Prabu Mundingsari

4. Prabu Pucuk Umum

5. Prabu Haur Kuning

6. Dalem Sarepen Agung

7. Sunan Cihideung

8. Adipati Gayam Canggong (Adipati Rancah ke-1)

9. Adipati Janglatri (Adipati Rancah ke-2)

10. Adipati Belo (Adipati Rancah ke-3)

11. Adipati Janglapa (Adipati Rancah ke-4)

12. Dalem Surapati (Adipati Rancah ke-5)

13. Dalem Suralaksana (Adipati Rancah ke-6)

14. Nyi Raden Parsi (Nyai Ageng Depok)

15. Raden Bagus

16. Raden Suratman

17. Dalem Paduraksa

18. Dalem Wilacandra

19. Eyang Wiladinata

20. Eyang Emoy Wijatma

21. Nyai Hj. Erum (Nyai Hj. Ipah)

22. H. Dede Rohaman

23. Renren Rohmatul Aziz (Raden Syair Langit / Abah Leuweunggede)


Dari Jalur Ibu

1. Prabu Siliwangi III (Raden Jaya Dewata / Sri Baduga Maharaja / Kanjeng Syekh Pangeran Pamanah Rasa)

2. Nyai Rara Santang (Syarifah Mudaim)

3. Raden Syari Hidayatullah (Kanjeng Sunan Gunung Jati)

4. Pangeran Pasarean

5. Panembahan Losari

6. Pangeran Arta Suta Jaya (Dalem Anom)

7. Dalem Satcayuda (Cisontrol)

8. Ngabeni Wangsayuda 1

9. Syekh Durrahman (Kiyai Konjong / Kiyai Abdul Rahman)

10. Kiyai Buyut Ketib Saleh (Jamuresi)

11. Buyut Martawiasan

12. Buyut Martadireja

13. Nyai Armi

14. H. Iwa

15. Hj. Empat Fatimah

16. Renren Rohmatul Aziz (Raden Syair Langit / Abah Leuweunggede)

Dan tercatat sampai tahun 2026 M, Raden Syair Langit baru memiliki 2 orang anak.

1. Rifal Muhammad Al-Ghifari

2. Nyai Ageng Raden Arsyila Ayudiya Mumtaz


Catatan ini bersumber dari manuskrip dan catatan-catatan lama yang disimpan turun temurun oleh kasepuhan-kasepuhan di Desa Rancah Kecamatan Rancah Kabupaten Ciamis Jawa Barat







Tutur Abah Raden Syair Langit ke-9

Tutur Abah Raden Syair Langit ke-9