Sabtu, 04 Juli 2026

Hasil Pertandingan Grup B & Grup C (14 Juni 2026) | Qatar 1 - 1 Swiss | Brasil 1 - 1 Maroko

 


Hasil Pertandingan Grup B & Grup C (14 Juni 2026)

Qatar 1 - 1 Swiss

Pencetak Gol: Boualem Khoukhi (90+4') | Swiss: Breel Embolo (17' pen).

Ulasan Laga: Pertandingan di Stadion Levi's berjalan sangat berat sebelah sejak menit awal. Swiss yang tampil menekan langsung unggul cepat lewat eksekusi penalti tenang Breel Embolo setelah Remo Freuler dilanggar di kotak terlarang. Sepanjang laga, Rossocrociati mendominasi penuh dengan melepaskan 27 tembakan. Namun, buruknya penyelesaian akhir Dan Ndoye serta ketangguhan kiper Mahmud Abunada yang membuat 7 penyelamatan krusial menjaga harapan Qatar tetap hidup.

Catatan Sejarah: Ketika laga tampak akan berakhir dengan kekalahan, keajaiban datang pada menit ke-94. Lewat skema serangan balik cepat, umpan silang manis Homam Ahmed berhasil ditanduk dengan sempurna oleh sang kapten, Boualem Khoukhi, ke pojek gawang Gregor Kobel. Gol dramatis ini sekaligus mengunci poin pertama sepanjang sejarah keikutsertaan Qatar di putaran final Piala Dunia.

Brasil 1 - 1 Maroko

Pencetak Gol: Vinícius Júnior (31') | Maroko: Ismael Saibari (20').

Ulasan Laga: Duel dua tim peringkat 10 besar FIFA di Stadion MetLife ini langsung menyajikan intensitas setara babak gugur sejak peluit pertama dibunyikan. Juara Afrika, Maroko, mengejutkan lini belakang Selecao lewat umpan terobosan Brahim Díaz yang diselesaikan dengan chip shot cerdik oleh Ismael Saibari untuk menaklukkan Alisson Becker.

Brasil yang tersengat langsung menaikkan tempo serangan. Sebelas menit berselang, Vinícius Júnior membuktikan kapasitasnya sebagai bintang utama lewat aksi penetrasi individu memukau dari sisi kiri sebelum melepaskan tendangan melengkung ke pojok atas gawang Yassine Bounou.

Catatan Menarik: Carlo Ancelotti terpaksa merombak lini tengah dan belakang di babak kedua setelah Casemiro dan Roger Ibañez terkena kartu kuning guna meredam agresivitas serangan balik Maroko.

Drama memuncak di masa injury time ketika Alisson Becker melakukan penyelamatan ganda (double save) fantastis untuk menggagalkan peluang emas Neil El Aynaoui, sekaligus menyelamatkan muka Brasil dan memperpanjang rekor tak terkalahkan mereka di laga pembuka Piala Dunia menjadi 21 edisi beruntun.

Mana nih pendukung Ronaldo dan Portugal ? ada kaos keren nih dari Raden Syair Langit

Mana nih pendukung Ronaldo dan Portugal ? ada kaos keren nih dari Raden Syair Langit

Untuk melihat videonya : Silahkan klik logo musik dan tulisan ( suara asli RSL Eleven ) 

@rsleleven Mana nih pendukung Ronaldo dan Portugal ? ada kaos keren nih #radensyairlangit #syairlangitstudio #rsleleven #cristianoronaldo #portugal ♬ suara asli - RSL Eleven

Hasil Pertandingan Grup D & Grup B (13 Juni 2026) | Amerika Serikat 4 - 1 Paraguay | Kanada 1 - 1 Bosnia & Herzegovina


Hasil Pertandingan Grup D & Grup B (13 Juni 2026)

Amerika Serikat 4 - 1 Paraguay

Pencetak Gol: Folarin Balogun (30', 45+4') dan Giovanni Reyna (90+7') | Paraguay: Damián Bobadilla (6' bunuh diri) dan Maurício (72').

Catatan: Amerika Serikat tampil sangat dominan di Stadion SoFi sejak menit awal meskipun diwarnai gol bunuh diri cepat di pembukaan laga.

Kanada 1 - 1 Bosnia & Herzegovina

Pencetak Gol: Cyle Larin (78') | Bosnia & Herzegovina: Jovo Lukić (21').

Catatan: Bermain di markas sendiri, Kanada harus puas berbagi poin setelah berhasil menyamakan kedudukan di babak kedua.

Hasil Pertandingan Grup A (11-12 Juni 2026) | Meksiko 2 - 0 Afrika Selatan | Korea Selatan 2 - 1 Ceko

 


Hasil Pertandingan Grup A (11-12 Juni 2026)

Meksiko 2 - 0 Afrika Selatan

Pencetak Gol: Julián Quiñones (9') dan Raúl Jiménez (67').

Catatan: Laga pembuka di Stadion Azteca ini berlangsung sangat keras dengan dihujani 3 kartu merah (dua untuk Afrika Selatan, satu untuk Meksiko).

Korea Selatan 2 - 1 Ceko

Pencetak Gol: Hwang In-beom (67') dan Oh Hyeon-gyu (79') | Ceko: Ladislav Krejčí (58').

Catatan: Korea Selatan berhasil melakukan epic comeback setelah tertinggal lebih dulu di babak kedua.

Pembagian Grup Piala Dunia 2026

 Pembagian Grup Piala Dunia 2026



Jadwal Pembagian Fase Grup Piala Dunia 2026

 Jadwal Pembagian Fase Grup Piala Dunia 2026




Minggu, 28 Juni 2026

Kajian Kitab Sajatining Mulyo Pasal Ke-4 Perjalanan Ruhaniyah Didalam Tujuh Tahapan (Bagian Ke-1) Aku Berjalan di Atas Udara

 


Kajian Kitab Sajatining Mulyo Pasal Ke-4

Perjalanan Ruhaniyah Didalam Tujuh Tahapan (Bagian Ke-1)



أَمْشِي عَلَى ٱلْهَوَاءِ، وَٱلْمَاءُ يَجْرِي تَحْتَ قَدَمَيَّ، أَجْتَازُ ٱلزَّمَانَ بِحِكْمَةٍ، وَأَخْتَرِقُ سَبْعَ مَرَاتِبَ فِي طَرِيقٍ مُغَبَّرٍ

“Aku berjalan diatas udara, air mengalir dibawah kakiku, kulewati waktu dengan bijaksana, kutembus tujuh tahapan dengan jalan yang berdebu.”

Abah Leuweunggede (Raden Syair Langit)

أَمْشِي عَلَى ٱلْهَوَاءِ

Aku berjalan di atas udara

وَٱلْمَاءُ يَجْرِي تَحْتَ قَدَمَيَّ

Air mengalir di bawah kakiku

أَجْتَازُ ٱلزَّمَانَ بِحِكْمَةٍ

Kulewati waktu dengan bijaksana

وَأَخْتَرِقُ سَبْعَ مَرَاتِبَ فِي طَرِيقٍ مُغَبَّرٍ

Kutembus tujuh tahapan dengan jalan yang berdebu

Mutiara hikmah diatas adalah salah satu syair yang disampaikan oleh Abah Leuweunggede (Raden Syair Langit), yang dimana syair itu memiliki makna yang dalam, dan penuh dengan pelajaran, bagi para salikin yang sedang melakukan perjalanan ruhaniyah menuju Allah.

Aku Berjalan Diatas Udara

أَمْشِي عَلَى ٱلْهَوَاءِ

Perjalanan menuju makrifatullah bukanlah tapak ringan di jalan tanah yang rata. Ia adalah lintasan sunyi yang tidak bisa dilalui oleh sembarang jiwa. Seorang salik, tatkala mengikrarkan niatnya untuk sampai kepada Allah SWT, niscaya akan dihadapkan pada ujian dan tempaan yang tidak ringan. Ia akan melewati medan tarbiyah yang keras, jalan pengguguran nafsu, dan samudra keheningan yang menyakitkan, demi menyucikan diri dan menyempurnakan kehambaannya.

Perjalanan ruhani ini laksana berjalan di atas udara, tidak ada tempat berpijak selain keyakinan. Tidak ada tumpuan selain cinta. Dan tidak ada penglihatan selain cahaya dari arah yang tak terlihat. Ini adalah perjalanan yang berbeda dari kebanyakan manusia yang menjadikan bumi sebagai pijakan, dunia sebagai tujuan, dan hawa nafsu sebagai penuntun.

Bagi para penempuh jalan hakikat, segala sesuatu yang terjadi bukanlah keanehan, tetapi kelaziman dalam dunia fana yang sedang diguncang oleh nur ilahi. Mereka mengalami hal-hal yang tidak dapat dinalar oleh akal biasa. Namun, semuanya masih dalam lingkup sunnatullah, tidak melanggar hukum syariat, hanya saja jalannya tidak serupa. Sebab hati mereka telah diikat oleh kerinduan yang dalam kepada Dzat Yang Maha Suci.

Betapa banyak manusia yang hidup hanya dalam pusaran syahwat, mengikuti hawa nafsunya tanpa pernah bertanya: untuk apa aku diciptakan? ke mana aku akan kembali? Mereka tidak pernah mengecap manisnya sajatining urip (kesejatian hidup). Maka, jangan heran bila banyak di antara mereka yang menjadikan Islam hanya sebatas identitas, hanya sebatas nama dalam dokumen dan ritual seremonial, tanpa ruh, tanpa cinta, tanpa makrifat.

Syair, "Aku berjalan di atas udara," bukanlah sekedar ungkapan puitis, melainkan simbol dari maqam seorang salik yang telah melepas kebergantungan pada dunia, dan menggantungkan seluruh hidupnya hanya kepada Allah. Ketika yang lain berpijak pada dunia, ia berpijak pada keyakinan. Ketika yang lain berlari dengan logika, ia terbang dengan mahabbah.

Allah SWT berfirman:

ٱلَّذِينَ يَظُنُّونَ أَنَّهُم مُّلَـٰقُوا۟ رَبِّهِمْ وَأَنَّهُمْ إِلَيْهِ رَٰجِعُونَ

“(Yaitu) orang-orang yang yakin bahwa mereka akan menemui Rabb-nya, dan bahwa mereka akan kembali kepada-Nya.”

(QS. Al-Baqarah: 46)

Para salikin telah meyakini ayat ini sepenuh hati, bukan hanya dengan bacaan lisan, tapi dengan langkah kehidupan. Islam bagi mereka bukan sekedar nama, tetapi jalan pengabdian yang disusuri siang dan malam. Mereka tidak hanya berdiri dalam shalat, tetapi larut dalam cinta. Tidak hanya menyebut nama Allah, tetapi tenggelam dalam zikir hingga fana. Mereka berjalan, berlari, bahkan merangkak demi mengenal siapa yang mereka sembah.

Sungguh, banyak yang mengaku menyembah Allah, namun sedikit yang benar-benar mengenal-Nya. Dan hanya yang mengenal, yang dapat mencinta. Dan hanya yang mencinta, yang rela menempuh perjalanan di atas udara.


Inilah Tawashulan Abah Raden Syair Langit Dalam Acara Rutinan Nyeungeut Menyan Malem Senenan

Inilah Tawashulan Abah Raden Syair Langit Dalam Acara Rutinan Nyeungeut Menyan Malem Senenan