Minggu, 17 Mei 2026

Mahabbatus Samawiyyah "Simfoni Cinta dari Langit Ruhani" Maha Karya Lagu Raden Syair Langit Ke-72


Di tengah dunia yang semakin riuh oleh gemerlap fana, lahirlah sebuah karya yang tidak sekadar bernama lagu, melainkan untaian doa, tetesan rindu, dan bisikan ruh yang mengembara menuju langit cinta-Nya.

Mahabbatus Samawiyyah hadir sebagai persembahan jiwa — sebuah perjalanan batin tentang cinta yang tidak lahir dari nafsu dunia, melainkan dari getaran langit yang suci, lembut, dan abadi.

Setiap liriknya mengandung tafakur.

Setiap nadanya menyimpan kerinduan.

Dan setiap detiknya adalah napas spiritual yang mengajak hati kembali mengenal hakikat cinta yang sebenar-benarnya cinta.

Official Video Clip kini telah hadir.

Semoga karya ini menjadi penyejuk bagi hati-hati yang lelah, penerang bagi jiwa yang gelap, dan pengingat bahwa di atas segala cinta manusia, masih ada cinta samawi yang tidak pernah padam.


Judul: Mahabbatus Samawiyyah (مَحَبَّةٌ سَمَاوِيَّةٌ)

Cipta: Raden Syair Langit

Lagu ini dibuat pada: 28 Februari 2026 / 10 Ramadhan 1447 H)


“Cinta yang berasal dari langit, yaitu cinta yang suci dan bersifat ilahiah.”


(Intro)

(Spoken Word)

يَا ٱللَّهُ

أَنْتَ ٱلَّذِي زَرَعْتَ ٱلشُّعُورَ فِي ٱلصُّدُورِ

وَأَنْتَ ٱلَّذِي أَنْبَتَّ ٱلْمَحَبَّةَ بِلَا صَوْتٍ

وَأَنْتَ ٱلَّذِي حَفِظْتَ سِرَّ ٱلْقَلْبِ طُولَ هَٰذِهِ ٱلْمُدَّةِ

يَا رَبِّ

إِنَّ هَٰذِهِ ٱلْمَحَبَّةَ ٱلَّتِي أَوْدَعْتَهَا فِي قَلْبِي لَيْسَتْ مُجَرَّدَ رَغْبَةٍ مِنِّي

بَلْ هِيَ عَطِيَّةٌ مِنْكَ حَفِظْتَهَا فِي رُوحِي

فَلَا تَجْعَلْهَا عِنْدَكَ ضَائِعَةً

يَا ٱللَّهُ

إِنِّي أَسْأَلُكَ بِيَقِينٍ تَامٍّ

أَنْ تَجْمَعَنِي بِهَا فِي رِبَاطٍ تَرْضَاهُ

وَٱكْتُبِ ٱسْمِي عِنْدَهَا زَوْجًا فِي ٱلدُّنْيَا وَفِي ٱلْجَنَّةِ ٱلَّتِي ٱخْتَرْتَهَا لَهَا

وَلَيِّنْ قَلْبَهَا لِي بِلُطْفٍ مِنْكَ

وَقَرِّبْ خُطَانَا فِي طَرِيقٍ بَارَكْتَهُ

يَا ٱللَّهُ يَا أَحَبَّ الْمُحِبِّينَ

ٱجْعَلْ مَحَبَّتِي لَهَا عِبَادَةً

وَٱجْعَلْ شَوْقِي إِلَيْهَا ذِكْرًا

وَٱجْعَلِ ٱنْتِظَارِي لَهَا صَبْرًا تُثِيبُنِي عَلَيْهِ

يَا رَبِّ

لَا تَجْعَلْ مَحَبَّتِي لَهَا أَعْظَمَ مِنْ مَحَبَّتِي لَكَ

وَكُنْ أَنْتَ ٱلْأَعْلَى فِي قَلْبِي دَائِمًا

وَٱجْعَلْهَا سَبَبًا يُقَرِّبُنِي إِلَيْكَ

وَلَا تَجْعَلْهَا سَبَبًا يُلْهِينِي عَنْكَ

أَنَا مُوقِنٌ بِكَ

وَرَاضٍ بِقَضَائِكَ

وَمُسْتَسْلِمٌ لِقُدْرَتِكَ

لَا حَوْلَ وَلَا قُوَّةَ إِلَّا بِٱللَّهِ

إِنَّكَ عَلَىٰ كُلِّ شَيْءٍ قَدِيرٌ

آمِينَ


(Verse 1)

Wahai Allah

Engkau yang menanamkan rasa di dalam dada

Engkau yang menumbuhkan cinta tanpa suara

Engkau yang menjaga rahasia hati sepanjang waktu ini

(Verse 2)

wahai Tuhanku

sungguh cinta yang Kau titipkan di dalam hatiku

bukan sekedar keinginan pada diriku

tapi ini anugerah yang Kau pelihara di dalam ruhku

(Reff)

Wahai Allah

sesungguhnya aku memohon kepada-Mu

agar Engkau satukan aku dengannya

dalam ikatan yang Engkau ridoi

dan tuliskan

namaku di sisinya sebagai pasangan

di dunia dan abadi sampai di surga

kau pilihkan aku sebagai kekasih untuknya

(Intro)

(Verse 3)

Wahai Allah

lembutkan hatinya untukku dengan kelembutan-Mu

Dekatkan langkah kami dalam jalan yang Kau berkahi

Wahai Allah Yang Paling Mencintai di antara para pencinta

(Verse 4)

Jadikanlah

cintaku kepadanya sebagai ibadah

Jadikan rinduku padanya sebagai dzikir

Jadikan penantianku kesabaran yang Engkau beri pahala

(Reff)

Wahai Tuhanku.

Jangan Engkau jadikan cintaku padanya

lebih besar daripada cintaku kepada-Mu

Dan jadilah Engkau Yang paling tinggi di dalam hati

Dan jadikan dia sebab yang mendekatkanku kepada diri-Mu

jangan Engkau jadikan dia melalaikanku

Aku yakin pada-Mu

Dan aku rido atas ketetapan-Mu



Rabu, 13 Mei 2026

Zuhud زهد Di Dalam Amalan Tarekat - Kajian Kitab Sajatining Mulyo | Raden Syair Langit

 


Zuhud زهد Di Dalam Amalan Tarekat - Kajian Kitab Sajatining Mulyo | Raden Syair Langit


Zuhud adalah sebuah sikap meninggalkan keterikatan duniawi, dan tidak terlalu terpaku pada kesenangan dunia, serta lebih mengutamakan kehidupan akhirat.

Zuhud bukan berarti menolak atau meninggalkan dunia, atau tidak boleh memiliki dunia, tetapi zuhud itu lebih pada cara pandang dan sikap hati yang tidak dikuasai oleh keinginan duniawi.

Zuhud tidak mengajarkan kita miskin atau compang camping. Zuhud mengajarkan kita agar hati tidak tunduk kepada sesuatu selain Allah.


Umat Islam dipersilahkan memiliki kekayaan dunia, agar tujuannya bisa menjadi bekal untuk ibadah. Jadi jika ada ajaran tarekat mencerca orang yang banyak hartanya, maka perlu dipertanyakan lagi ajaran tarektnya.

Syekh Abdul Qadir Al-Jailani (الشيخ عبدالقادرالجيلاني البغدادي) itu kaya, banyak hartanya. Begitupun juga dengan Syekh Ibnu Arrabi (الشيخ ابن عربي), beliau pun memiliki banyak harta, padahal beliau termasuk pencetus ajaran wahdatul wujud.

Banyak para wali yang memiliki harta banyak, tetapi mereka tidak tertunduk oleh dunia, justru dunia yang tertunduk kepada mereka. Yang tidak boleh itu الوَهْنُ (al-wahn) salah satu penyakit hati, cinta dunia dan takut mati.

Penyakit al-wahn ini telah diisyaratkan oleh Nabi Muhammad saw dalam sabdanya yang shahih, dari Tsauban bin Bujdud (ثوبان بن بجدد),

Beliau ngadawuh,

قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: يُوشِكُ الْأُمَمُ أَنْ تَدَاعَى عَلَيْكُمْ كَمَا تَدَاعَى الْأَكَلَةُ إِلَى قَصْعَتِهَا، فَقَالَ قَائِلٌ: وَمِنْ قِلَّةٍ نَحْنُ يَوْمَئِذٍ؟ قَالَ: بَلْ أَنْتُمْ يَوْمَئِذٍ كَثِيرٌ، وَلَكِنَّكُمْ غُثَاءٌ كَغُثَاءِ السَّيْلِ، وَلَيَنْزَعَنَّ اللَّهُ مِنْ صُدُورِ عَدُوِّكُمُ الْمَهَابَةَ مِنْكُمْ، وَلَيَقْذِفَنَّ اللَّهُ فِي قُلُوبِكُمُ الْوَهْنَ، فَقَالَ قَائِلٌ: يَا رَسُولَ اللَّهِ، وَمَا الْوَهْنُ؟ قَالَ: حُبُّ الدُّنْيَا، وَكَرَاهِيَةُ الْمَوْتِ

Rasulullah saw bersabda,

“’Hampir-hampir umat-umat (kafir) menyeru untuk menguasai kalian (umat Islam) sebagaimana mereka memperebutkan makanan yang berada di dalam piring’. Seorang laki-laki berkata, ‘Apakah kami waktu itu berjumlah sedikit?’ Beliau menjawab, ‘bahkan jumlah kalian pada waktu itu sangat banyak, namun kalian seperti buih di lautan. Sungguh, benar-benar Allah akan mencabut rasa takut dari dada musuh kalian, dan akan menanamkan ke dalam hati kalian al-wahn’. Seseorang lalu berkata, ‘Wahai Rasulullah, apa itu al-wahn?’ beliau menjawab, ‘Cinta dunia dan takut mati.

Pada hadits ini, Nabi Muhammad saw mengumpamakan kaum muslimin kelak terlihat seperti santapan orang-orang kafir. Kaum muslimin saat itu lemah, sehingga orang-orang kafir ingin berebut mengambil kekuasaan.

Apakah kondisi ini telah terjadi atau belum? Sebagian ulama memandang bahwa hal ini telah terjadi, bahkan kondisi ini tidak hanya terjadi satu kali, namun bisa berulang-ulang.

Di antara kisah yang disebutkan oleh para ulama sebagai contoh adalah kisah kaum tatar, penaklukan Hulagu Khan terhadap umat Islam di Persia, yang padahal di masa itu umat Islam sedang berjaya, namun banyak diantara mereka yang lacut dan terlena oleh dunia, termasuk para pejabatnya seperti Khalifah Al-Musta'sim.

(pembahasan ini sudah di ulas di bab sebelumnya terkait sejarah tarekat didalam Islam).

Kita juga diingatkan dengan kisah runtuhnya Andalusia. Runtuhnya Andalusia, atau jatuhnya Granada sebagai wilayah terakhir kekuasaan Islam di Semenanjung Iberia, terjadi pada 2 Januari 1492 M. Pada tanggal tersebut, Sultan terakhir Granada, Abu Abdullah (أبو عبد الله) (Muhammad XII), menyerah kepada pasukan Kristen yang dipimpin oleh Raja Ferdinand dan Ratu Isabella.

Dengan jatuhnya Granada, berakhirlah kekuasaan Islam di Andalusia, yang telah berlangsung selama lebih dari tujuh abad (711M-1492M). Penaklukan ini menandai akhir dari periode Reconquista, yaitu upaya penguasaan kembali wilayah Semenanjung Iberia oleh kekuatan Kristen.

Semua itu tidak berhenti disana, termasuk di zaman sekarang. Banyak orang-orang kafir yang sudah terlihat mulai menguasai kaum muslimin. Mungkin kita melihat bahwa kondisi-kondisi tersebut tidak sama persis, namun kita katakan bahwa hadits tersebut benar-benar terjadi, disetiap zaman yang umat Islam lalui.

Kemudian, para sahabat didalam hadits ini yang mendengar dawuh Nabi Muhammad saw, mereka bertanya, apakah jumlah kaum muslimin ketika itu sedikit atau banyak? Ternyata Nabi Muhammad saw menepis hal tersebut, jumlah kaum muslimin saat itu ternyata lebih banyak, hanya saja kaum muslimin seperti buih di lautan, mereka banyak, namun tidak bisa berbuat apa-apa, sangat mudah diatur dan sangat mudah untuk dihancurkan. Kemudian Nabi Muhammad saw menyebutkan bahwasanya rasa takut orang-orang kafir terhadap kaum muslimin akan hilang, padahal seharusnya orang-orang kafir itu gentar terhadap kaum muslimin. Ternyata, Nabi Muhammad saw menyebutkan sebab lain yang menyebabkan kaum muslimin akan diserang dan didominasi oleh orang-orang kafir itu. Diantaranya adalah karena banyaknya umat Islam yang cinta dunia dan takut mati. الوَهْنُ (al-wahn) telah menguasai kaum muslimin.

الوَهْنُ (al-wahn). Penyakit halus yang melemahkan ruh

الوَهْنُ secara bahasa berarti kelemahan, namun dalam timbangan ruhani para arif, ia adalah penyakit batin yang halus namun mematikan. Ia bukan sekedar lemahnya tubuh, melainkan lunturnya semangat jiwa untuk menuju Allah. Ia mengendap dalam hati yang lelah mencintai dunia, dan tumbuh dalam jiwa yang takut berpisah darinya.

الوَهْنُ adalah ketika ruh tidak lagi bertenaga karena hatinya terlalu berat menengok ke belakang, yaitu menuju ke dunia yang fana, dan terlalu takut menatap ke depan, yaitu ke akhirat yang abadi. Ia adalah kabut yang menghalangi mata batin dari cahaya keyakinan, dan tali halus yang mengikat kaki manusia agar tidak mampu melangkah menuju hadirat Tuhan.

Orang yang terkena wahn akan mudah letih dalam ibadah, cepat kecewa dalam perjuangan, dan ragu dalam pengorbanan. Padahal, jalan ini adalah jalan para kekasih yang menyerahkan segalanya demi meraih liqa’ Allah لِقَاءُ اللَّهِ (perjumpaan dengan Allah).

Berkata seorang arif,

مَنْ عَلِقَ قَلْبُهُ بِالدُّنْيَا، ضَعُفَتْ رُوحُهُ عَنِ الْمَسِيرِ إِلَى اللهِ

"Barang siapa hatinya tergantung pada dunia, maka ruhnya akan lemah dalam menempuh perjalanan menuju Allah."

Obat dari al-Wahn

Obat dari al-wahn adalah mujahadah مُجَاهَدَةٌ (kesungguhan melawan hawa nafsu), dzikrullah ذِكْرُ اللَّهِ (selalu menghadirkan Allah dalam hati), muraqabah مُرَاقَبَةٌ (merasa diawasi Allah), dan dzikrul maut ذِكْرُ الْمَوْتِ (mengingat kematian). Bila ruh disiram dengan dzikir dan harapan akhirat, maka kelemahan akan berganti menjadi kekuatan, ketakutan menjadi keberanian, dan cinta dunia berganti menjadi kerinduan kepada Tuhan semesta alam.


Penjelasannya diambil dari Kitab Sajatining Mulyo, Maha Karya: Raden Syair Langit (Abah Leuweunggede) Pendiri Majelis Tarekat Thaifuriyah Ma'had Thoriqotul Auliya


ttd. Penulis Jejak Makrifat

Selasa, 12 Mei 2026

Mengamalkan Syariat عمل الشريعة Di Dalam Amalan Tarekat - Kajian Kitab Sajatining Mulyo | Raden Syair Langit (Abah Leuweunggede)

 


Mengamalkan Syariat عمل الشريعة Di Dalam Amalan Tarekat - Kajian Kitab Sajatining Mulyo | Raden Syair Langit (Abah Leuweunggede)


Di dalam khazanah thariqah yang hakiki, yang diwarisi dari para pewaris Nabi, pengamalan syariat bukan sekedar kewajiban lahiriyah, tetapi merupakan pintu awal bagi perjalanan ruhani menuju Allah. Ia adalah pondasi utama yang tak bisa digantikan oleh maqam atau hal apa pun. Para sufi sunni yang mukhlis memandang bahwa setiap langkah menuju hakikat dan makrifat harus bertumpu pada tegaknya syariat.

Syariat bukanlah kulit yang dibuang ketika isi telah diperoleh, tetapi ia adalah tubuh bagi ruh tasawuf. Siapa yang menanggalkan syariat demi merasa cukup dengan hakikat, maka sesungguhnya ia telah terjerumus ke dalam ilusi batin yang menyesatkan. Karena hakikat yang tidak disinari oleh cahaya syariat, itu hanya akan menjadi bayang-bayang hawa nafsu yang menjelma dalam rupa keruhanian.

Bagi para salikin, para penempuh jalan Allah, ibadah-ibadah syariat, baik yang bersifat wajib maupun sunnah, adalah madrasah pembentukan ruh dan pembersih cermin hati. Bersuci dari hadast adalah simbol pensucian dari kekeruhan dosa, shalat adalah mi'raj ruhani yang menghubungkan hamba dengan Rabb-nya, puasa adalah pengendalian syahwat untuk menata batin agar lebih peka terhadap getaran ilahiah. Setiap amal lahir menjadi jembatan menuju keterbukaan batin.

Salik yang sungguh-sungguh tidak akan membedakan antara wajib dan sunnah dalam rasa tanggung jawab. Ia akan memandang ibadah sunnah seperti ibadah wajib, bukan dari sisi hukum fiqih, melainkan dari kedalaman mahabbah (cinta) dan  kerinduan kepada Tuhannya.

Ibadah-ibadah sunnah menjadi tempat ia mengungkapkan rasa rindu dan kerelaan untuk selalu hadir di hadapan-Nya. Ia melatih jiwanya untuk istiqamah dalam khidmah kepada Sang Kekasih, bahkan dalam hal yang tidak diwajibkan secara hukum.

Dengan demikian, syariat bukan sekedar perintah formal, tetapi merupakan latihan rohani untuk tahdzib al-nafs تَهْذِيبُ النَّفْسِ (pembinaan jiwa), tazkiyah al-qalb تَزْكِيَةُ الْقَلْبِ (penyucian hati), dan taqwiyah al-ruḥ تَقْوِيَةُ الرُّوحِ (penguatan ruh).

Setiap gerak dalam syariat, jika dilakukan dengan niat ikhlas dan pandangan batin yang jernih, akan membuka jalan menuju hakikat. 


Inilah yang disebut sebagai,

ٱلشَّرِيعَةُ أَصْلٌ، وَٱلطَّرِيقَةُ سُلُوكٌ، وَٱلْحَقِيقَةُ ذَوْقٌ 

“Syariat adalah akar, thariqah adalah jalan, dan hakikat adalah rasa.”

Maka, siapa yang hendak meraih cahaya makrifat, wajib baginya menegakkan tiang-tiang syariat dalam hidupnya. Tidak ada makrifat tanpa syariat, dan tidak ada kesempurnaan ruhani tanpa pengabdian zahir yang ikhlas dan tertib. Inilah jalan para kekasih Allah, jalan yang menggabungkan zahir dan batin, syariat dan hakikat, cinta dan takut, harap dan rindu.


Penjelasannya diambil dari Kitab Sajatining Mulyo, Maha Karya: Raden Syair Langit (Abah Leuweunggede) Pendiri Majelis Tarekat Thaifuriyah Ma'had Thoriqotul Auliya


ttd. Penulis Jejak Makrifat


Telah Hadir Karya Lagu ke-72 Dari Raden Syair Langit “مَحَبَّةٌ سَمَاوِيَّةٌ” Mahabbatus Samawiyyah

 


Telah Hadir Karya Lagu ke-72 Dari Raden Syair Langit “مَحَبَّةٌ سَمَاوِيَّةٌ” Mahabbatus Samawiyyah


Sebuah karya yang lahir bukan sekadar dari untaian kata dan nada, melainkan dari kedalaman ruh yang sedang mengetuk pintu langit dengan doa, cinta, dan kepasrahan.


Pada 28 Februari 2026 bertepatan dengan 10 Ramadhan 1447 H, Raden Syair Langit kembali mempersembahkan sebuah mahakarya spiritual bertajuk “Mahabbatus Samawiyyah”, dan baru di ekspos pada hari selasa 12 Mei 2026 M, — cinta langit yang suci, cinta yang tidak hanya berakar pada rasa manusia, tetapi tumbuh dari cahaya Ilahiah yang ditanamkan langsung ke dalam relung jiwa.


Lagu ini bukan hanya sebuah lantunan religi. Ia adalah munajat. Ia adalah bisikan hati yang dijaga dalam diam. Ia adalah perjalanan seorang hamba yang memohon agar cintanya tidak menjadi hijab dari Tuhannya, melainkan menjadi jalan yang semakin mendekatkannya kepada Allah.


Dalam setiap baitnya, “Mahabbatus Samawiyyah” menghadirkan nuansa sufistik yang lembut namun dalam. Mengajarkan bahwa cinta sejati bukan sekadar memiliki, melainkan menjaga kesucian rasa agar tetap berada di bawah naungan ridha-Nya.


Karya ke-72 ini menjadi penanda perjalanan panjang Raden Syair Langit dalam merajut syair-syair ruhani yang memadukan cinta, doa, dzikir, dan penghambaan dalam satu harmoni yang agung. Sebuah persembahan yang tidak hanya ingin didengar oleh telinga, tetapi juga ingin menetap di dalam hati.


“Jadikan cintaku kepadanya sebagai ibadah,

jadikan rinduku kepadanya sebagai dzikir.”


Semoga karya ini menjadi wasilah kebaikan, penyejuk jiwa, dan pengingat bahwa cinta paling indah adalah cinta yang tetap menempatkan Allah di atas segala-galanya.


Raden Syair Langit

Pencipta Syair-Syair Ruhani



مَحَبَّةٌ سَمَاوِيَّةٌ

Mahabbatus Samawiyyah


Judul: Mahabbatus Samawiyyah (مَحَبَّةٌ سَمَاوِيَّةٌ)

Cipta: Raden Syair Langit

Lagu ini dibuat pada: 28 Februari 2026 / 10 Ramadhan 1447 H)


“Cinta yang berasal dari langit, yaitu cinta yang suci dan bersifat ilahiah.”


(Intro)

(Spoken Word)

يَا ٱللَّهُ

أَنْتَ ٱلَّذِي زَرَعْتَ ٱلشُّعُورَ فِي ٱلصُّدُورِ

وَأَنْتَ ٱلَّذِي أَنْبَتَّ ٱلْمَحَبَّةَ بِلَا صَوْتٍ

وَأَنْتَ ٱلَّذِي حَفِظْتَ سِرَّ ٱلْقَلْبِ طُولَ هَٰذِهِ ٱلْمُدَّةِ

يَا رَبِّ

إِنَّ هَٰذِهِ ٱلْمَحَبَّةَ ٱلَّتِي أَوْدَعْتَهَا فِي قَلْبِي لَيْسَتْ مُجَرَّدَ رَغْبَةٍ مِنِّي

بَلْ هِيَ عَطِيَّةٌ مِنْكَ حَفِظْتَهَا فِي رُوحِي

فَلَا تَجْعَلْهَا عِنْدَكَ ضَائِعَةً

يَا ٱللَّهُ

إِنِّي أَسْأَلُكَ بِيَقِينٍ تَامٍّ

أَنْ تَجْمَعَنِي بِهَا فِي رِبَاطٍ تَرْضَاهُ

وَٱكْتُبِ ٱسْمِي عِنْدَهَا زَوْجًا فِي ٱلدُّنْيَا وَفِي ٱلْجَنَّةِ ٱلَّتِي ٱخْتَرْتَهَا لَهَا

وَلَيِّنْ قَلْبَهَا لِي بِلُطْفٍ مِنْكَ

وَقَرِّبْ خُطَانَا فِي طَرِيقٍ بَارَكْتَهُ

يَا ٱللَّهُ يَا أَحَبَّ الْمُحِبِّينَ

ٱجْعَلْ مَحَبَّتِي لَهَا عِبَادَةً

وَٱجْعَلْ شَوْقِي إِلَيْهَا ذِكْرًا

وَٱجْعَلِ ٱنْتِظَارِي لَهَا صَبْرًا تُثِيبُنِي عَلَيْهِ

يَا رَبِّ

لَا تَجْعَلْ مَحَبَّتِي لَهَا أَعْظَمَ مِنْ مَحَبَّتِي لَكَ

وَكُنْ أَنْتَ ٱلْأَعْلَى فِي قَلْبِي دَائِمًا

وَٱجْعَلْهَا سَبَبًا يُقَرِّبُنِي إِلَيْكَ

وَلَا تَجْعَلْهَا سَبَبًا يُلْهِينِي عَنْكَ

أَنَا مُوقِنٌ بِكَ

وَرَاضٍ بِقَضَائِكَ

وَمُسْتَسْلِمٌ لِقُدْرَتِكَ

لَا حَوْلَ وَلَا قُوَّةَ إِلَّا بِٱللَّهِ

إِنَّكَ عَلَىٰ كُلِّ شَيْءٍ قَدِيرٌ

آمِينَ


(Verse 1)

Wahai Allah

Engkau yang menanamkan rasa di dalam dada

Engkau yang menumbuhkan cinta tanpa suara

Engkau yang menjaga rahasia hati sepanjang waktu ini

(Verse 2)

wahai Tuhanku

sungguh cinta yang Kau titipkan di dalam hatiku

bukan sekedar keinginan pada diriku

tapi ini anugerah yang Kau pelihara di dalam ruhku

(Reff)

Wahai Allah

sesungguhnya aku memohon kepada-Mu

agar Engkau satukan aku dengannya

dalam ikatan yang Engkau ridoi

dan tuliskan

namaku di sisinya sebagai pasangan

di dunia dan abadi sampai di surga

kau pilihkan aku sebagai kekasih untuknya

(Intro)

(Verse 3)

Wahai Allah

lembutkan hatinya untukku dengan kelembutan-Mu

Dekatkan langkah kami dalam jalan yang Kau berkahi

Wahai Allah Yang Paling Mencintai di antara para pencinta

(Verse 4)

Jadikanlah

cintaku kepadanya sebagai ibadah

Jadikan rinduku padanya sebagai dzikir

Jadikan penantianku kesabaran yang Engkau beri pahala

(Reff)

Wahai Tuhanku.

Jangan Engkau jadikan cintaku padanya

lebih besar daripada cintaku kepada-Mu

Dan jadilah Engkau Yang paling tinggi di dalam hati

Dan jadikan dia sebab yang mendekatkanku kepada diri-Mu

jangan Engkau jadikan dia melalaikanku

Aku yakin pada-Mu

Dan aku rido atas ketetapan-Mu


Jumat, 08 Mei 2026

언젠가 네가 여기 있다면 (Bila Nanti Kau Di Sini) Versi Korea: Karya Raden Syair Langit yang Menyentuh Hingga Negeri K-Pop


언젠가 네가 여기 있다면 (Bila Nanti Kau Di Sini) Versi Korea: Karya Raden Syair Langit yang Menyentuh Hingga Negeri K-Pop


Syair Langit Studio - Eonjenga Nega Yeogi Itdamyeon (언젠가 네가 여기 있다면) -Bila Nanti Kau Disini (Korea Version)

Syair Langit Studio ( Music, Film, Vlog, Entertainment )


Judul Lagu: Eonjenga nega yeogi itdamyeon (언젠가 네가 여기 있다면)

Cipta: Raden Syair Langit


[Intro]

[Verse 1]

기억하나요 나의 사랑을

Gieokhanayo naye sarangeul

Masihkah kau ingat cintaku


그 누구로도 채울 수 없던 마음

Geu nugurodo chaeul su eopdeon maeum

Yang tak bisa digantikan oleh siapa pun


난 알고 있었죠 그대의 사랑을

Nan algo isseotjyo geudae-ui sarangeul

Aku sebenarnya tahu tentang cintamu


오래도록 완벽했던 우리 기억들

Oraedorok wanbyeokaetdeon uri gieokdeul

Kenangan kita yang begitu lama dan sempurna


[Chorus]

그대 없이 사는 이 삶이 아픈 걸

Geudae eopsi saneun i salmi apeun geol

Hidup tanpa dirimu terasa menyakitkan


이제야 난 깨달아 사랑한단 걸

Ijeya nan kkaedara saranghandan geol

Kini aku sadar bahwa aku mencintaimu


[Reff]

언젠가 네가 내 곁에 돌아온다면

Eonjenga nega nae gyeote doraondamyeon

Jika suatu saat kau kembali di sisiku


영원히 나를 사랑해줘 떠나지 말아줘

Yeongwonhi nareul saranghaejwo tteonaji marajwo

Cintailah aku selamanya, jangan tinggalkan aku


약속할게 여기서 널 기다릴게

Yaksokhalge yeogiseo neol gidarilge

Aku berjanji akan menunggumu di sini


내 삶이 끝날 때까지 곁에 있을게

Nae salmi kkeutnal ttaekkaji gyeote isseulge

Aku akan selalu di dekatmu sampai akhir hidupku


[Verse 2]

미안해요 그댈 아프게 한 나를

Mianhaeyo geudael apeuge han nareul

Maafkan aku yang telah menyakitimu


그땐 사랑을 잘 몰랐었죠

Geuttaen sarangeul jal mollasseotjyo

Dulu aku belum mengerti tentang cinta


이제야 알겠죠 행복의 의미를

Ijeya algetjyo haengbog-ui uimireul

Kini aku mengerti arti kebahagiaan


그대 떠난 후에야 느낄 수 있었죠

Geudae tteonan hu-e-ya neukkil su isseotjyo

Yang baru kurasakan setelah kau pergi


[Chorus]

이제 난 알아 그대는 나의 전부

Ije nan ara geudaeneun naui jeonbu

Kini aku tahu kau adalah segalanya bagiku


이제 난 알아 그대는 나의 운명

Ije nan ara geudaeneun naui unmyeong

Kini aku sadar kau adalah takdirku


[Reff]

언젠가 네가 내 곁에 돌아온다면

Eonjenga nega nae gyeote doraondamyeon

Jika suatu saat kau kembali di sisiku


영원히 나를 사랑해줘 떠나지 말아줘

Yeongwonhi nareul saranghaejwo tteonaji marajwo

Cintailah aku selamanya, jangan tinggalkan aku


약속할게 여기서 널 기다릴게

Yaksokhalge yeogiseo neol gidarilge

Aku berjanji akan menunggumu di sini


내 삶이 끝날 때까지 곁에 있을게

Nae salmi kkeutnal ttaekkaji gyeote isseulge

Aku akan selalu di dekatmu sampai akhir hidupku


[Outro]

언젠가 네가 내 곁에

Eonjenga nega nae gyeote

Suatu saat kau kembali di sisiku

Kamis, 07 Mei 2026

한 조각의 이야기 (Seberkas Kisah) Versi Korea: Karya Raden Syair Langit yang Menyentuh Hingga Negeri K-Pop

 


한 조각의 이야기 (Seberkas Kisah) Versi Korea: Karya Raden Syair Langit yang Menyentuh Hingga Negeri K-Pop


Syair Langit Studio - Han Jo gak ui I ya gi ( 한 조각의 이야기 ) - Seberkas Kisah ( Korea Version )

Syair Langit Studio ( Music, Film, Vlog, Entertainment )


Judul Lagu: Han Jo gak ui I ya gi ( 한 조각의 이야기 )

Cipta: Raden Syair Langit


[Intro]

[Verse 1]

한 조각 이야기 너를 향한 내 사랑

Han jo-gak i-ya-gi neo-reul hyang-han nae sa-rang

Seberkas kisah, cintaku padamu


아픔과 눈물로 가득 차 있어

A-peum-gwa nun-mul-lo ga-deuk cha i-sseo

Penuh dengan luka dan derita


네가 알았다면 이 깊은 내 사랑

Ne-ga a-rat-da-myeon i gi-peun nae sa-rang

Andai engkau tahu dalamnya cintaku


바다보다 깊어 헤아릴 수 없어

Ba-da-bo-da gi-peo he-a-ril su eop-seo

Tak terukur dalamnya samudra


[Verse 2]

조금만이라도 내 사랑 느껴줘

Jo-geum-man-i-ra-do nae sa-rang neu-kyeo-jwo

Sedikit saja hargai cintaku


사라지지 않아 널 향한 그리움

Sa-ra-ji-ji a-na neol hyang-han geu-ri-um

Rindu yang selalu menghantuiku


왜 이렇게 나를 혼자 두는 거야

Wae i-reo-ke na-reul hon-ja du-neun geo-ya

Apakah kau tega membiarkan aku


이렇게 오래 널 기다리는데

I-reo-ke o-rae neol gi-da-ri-neun-de

Terlalu lama merindukanmu


[Chorus]

얼마나 오래 사랑을 숨겨왔는지

Eol-ma-na o-rae sa-rang-eul sum-gyeo-wat-neun-ji

Betapa lamanya ku memendam cinta


왜 아직도 몰라주니

Wae a-jik-do mol-la-ju-ni

Tak kah kau sadari itu


[Reff]

왜 이렇게 너는 차갑기만 해

Wae i-reo-ke neo-neun cha-gap-gi-man hae

Mengapa kau begitu tega


나를 혼자 울게 만들어

Na-reul hon-ja ul-ge man-deu-reo

Membiarkan ku merana


아픔과 눈물이 날 무너뜨려

A-peum-gwa nun-mul-i nal mu-neo-tteu-ryeo

Sakit luka dan derita menyakiti jiwa


정말 너는 너무 잔인해

Jeong-mal neo-neun neo-mu ja-nin-hae

Sungguh kejamnya dirimu


조금의 마음도 없다면

Jo-geum-ui ma-eum-do eop-da-myeon

Apa kau tak punya rasa


이대로 난 사랑에 아파할게

I-dae-ro nan sa-rang-e a-pa-hal-ge

Biarkan kumerana menelan pedih cinta


[Bridge]

넌 계속 나를 아프게 할 거니

Neon gye-sok na-reul a-peu-ge hal geo-ni

Apakah kau akan selalu menyakitiku


그리움은 너 하나뿐이야

Geu-ri-um-eun neo ha-na-ppu-ni-ya

Rindu hanya padamu


[Intro]

[Verse 3]

조금만이라도 내 사랑 느껴줘

Jo-geum-man-i-ra-do nae sa-rang neu-kyeo-jwo

Sedikit saja hargai cintaku


사라지지 않아 널 향한 그리움

Sa-ra-ji-ji a-na neol hyang-han geu-ri-um

Rindu yang selalu menghantuiku


왜 이렇게 나를 혼자 두는 거야

Wae i-reo-ke na-reul hon-ja du-neun geo-ya

Apakah kau tega membiarkan aku


이렇게 오래 널 기다리는데

I-reo-ke o-rae neol gi-da-ri-neun-de

Terlalu lama merindukanmu


[Chorus]

얼마나 오래 사랑을 숨겨왔는지

Eol-ma-na o-rae sa-rang-eul sum-gyeo-wat-neun-ji

Betapa lamanya ku memendam cinta


왜 아직도 몰라주니

Wae a-jik-do mol-la-ju-ni

Tak kah kau sadari itu


[Reff]

왜 이렇게 너는 차갑기만 해

Wae i-reo-ke neo-neun cha-gap-gi-man hae

Mengapa kau begitu tega


나를 혼자 울게 만들어

Na-reul hon-ja ul-ge man-deu-reo

Membiarkan ku merana


아픔과 눈물이 날 무너뜨려

A-peum-gwa nun-mul-i nal mu-neo-tteu-ryeo

Sakit luka dan derita menyakiti jiwa


정말 너는 너무 잔인해

Jeong-mal neo-neun neo-mu ja-nin-hae

Sungguh kejamnya dirimu


조금의 마음도 없다면

Jo-geum-ui ma-eum-do eop-da-myeon

Apa kau tak punya rasa


이대로 난 사랑에 아파할게

I-dae-ro nan sa-rang-e a-pa-hal-ge

Biarkan kumerana menelan pedih cinta


왜 이렇게 너는 차갑기만 해

Wae i-reo-ke neo-neun cha-gap-gi-man hae

Mengapa kau begitu tega


나를 혼자 울게 만들어

Na-reul hon-ja ul-ge man-deu-reo

Membiarkan ku merana


아픔과 눈물이 날 무너뜨려

A-peum-gwa nun-mul-i nal mu-neo-tteu-ryeo

Sakit luka dan derita menyakiti jiwa


정말 너는 너무 잔인해

Jeong-mal neo-neun neo-mu ja-nin-hae

Sungguh kejamnya dirimu


조금의 마음도 없다면

Jo-geum-ui ma-eum-do eop-da-myeon

Apa kau tak punya rasa


이대로 난 사랑에 아파할게

I-dae-ro nan sa-rang-e a-pa-hal-ge

Biarkan kumerana menelan pedih cinta

[Outro]


Senin, 04 Mei 2026

그리움과 사랑 (Ada Rindu Ada Sayang) Versi Korea: Karya Raden Syair Langit yang Menyentuh Hingga Negeri K-Pop


그리움과 사랑 (Ada Rindu Ada Sayang) Versi Korea: Karya Raden Syair Langit yang Menyentuh Hingga Negeri K-Pop

Luar Biasa Ketika Karya Anak Negeri Menyapa Bahasa Dunia

Di tengah derasnya arus globalisasi budaya, sebuah langkah berani sekaligus indah lahir dari seorang seniman penuh rasa: Raden Syair Langit. Sebuah karya yang tidak hanya lahir dari kedalaman hati, tetapi juga menembus batas bahasa—hadir dalam balutan lirik Korea yang begitu menyentuh.


Lagu berjudul “그리움과 사랑 (Ge-ri-um gwa Sa-rang) – Ada Rindu Ada Sayang (Korea Version)” bukan sekadar adaptasi bahasa. Ia adalah jembatan rasa. Ia adalah bukti bahwa cinta, rindu, dan ketulusan adalah bahasa universal yang dapat dipahami oleh siapa saja, bahkan hingga ke negeri yang dikenal sebagai pusat budaya K-Pop.

Dengan lirik yang lembut, penuh penghayatan, dan sarat makna, lagu ini mengalir seperti doa yang dipanjatkan dalam diam. Setiap baitnya menyimpan kerinduan yang dalam, kesetiaan yang tak tergoyahkan, serta harapan yang terus menyala meski diterpa gelombang kehidupan.

“내 사랑 깊어 변하지 않아…

Cintaku dalam, tak akan berubah…”

Sebuah penggalan yang sederhana, namun menggambarkan kekuatan cinta yang tak lekang oleh waktu.

Pertanyaannya kini menjadi menarik untuk direnungkan:

Apakah karya ini mampu menggema hingga ke negeri asal bahasa yang digunakannya?

Akankah lagu ini menemukan tempat di hati para penikmat musik di Korea Selatan—tanah kelahiran K-Pop yang begitu kompetitif dan penuh talenta?

Jawabannya mungkin masih berproses. Namun satu hal yang pasti, langkah ini adalah sebuah keberanian yang patut diapresiasi. Sebuah karya lokal yang berani tampil dalam wajah global, membawa identitas, rasa, dan keunikan tersendiri.

Bukan tidak mungkin, dari langkah kecil ini akan lahir gelombang besar—di mana karya-karya penuh jiwa dari Nusantara mampu berdiri sejajar dan bahkan bersinar di panggung internasional.

Kini, saatnya kita menyaksikan, merasakan, dan menilai sendiri…

🎬 Saksikan karya tersebut di sini:


Sebuah karya, sebuah rasa, dan sebuah harapan…

Dari hati, untuk dunia. 


Judul Lagu: (그리움과 사랑) Ge-ri-um gwa Sa-rang (Ada Rindu Ada Sayang - Korea Version)

Cipta: Raden Syair Langit


[Intro]

[Verse 1]

얼마나 깊어 내 사랑 너에게

Eol-ma-na gi-peo nae sa-rang neo-e-ge

Seberapa dalam cintaku ini untukmu


오래 함께해 널 잊지 못해

O-rae ham-kke-hae neol it-ji mot-hae

Sudah lama bersama, aku tak bisa melupakanmu


왜 이럴까 더 커져 이 맘이

Wae i-reol-kka deo keo-jyeo i ma-mi

Mengapa begini, perasaan ini makin membesar


하루 종일 너만 생각해

Ha-ru jong-il neo-man saeng-gak-hae

Sepanjang hari aku hanya memikirkanmu


[Verse 2]

이 아픔도 받아들일게

I a-peum-do ba-da-deu-ril-ge

Rasa sakit ini pun akan aku terima


난 아직도 잘 모르겠어

Nan a-jik-do jal mo-reu-ge-sseo

Aku masih belum mengerti


내 마음 좀 알아주겠니

Nae ma-eum jom a-ra-ju-get-ni

Maukah kau sedikit memahami hatiku


너만 사랑해 왜 몰라줘

Neo-man sa-rang-hae wae mol-la-jwo

Aku hanya mencintaimu, kenapa kau tak menyadarinya


[Reff]

내 사랑 깊어 변하지 않아

Nae sa-rang gi-peo byeon-ha-ji a-na

Cintaku dalam, tak akan berubah


거친 파도 와도 난 버텨

Geo-chin pa-do wa-do nan beo-tyeo

Walau ombak besar datang, aku akan bertahan


내 사랑 커서 넌 내 안에

Nae sa-rang keo-seo neon nae a-ne

Cintaku besar, kau ada di dalam diriku


높은 산도 너를 위해 가

No-peun san-do neo-reul wi-hae ga

Gunung tinggi pun akan kudaki demi dirimu

[Intro]

[Verse 3]

우리 사이 인연이 있길

U-ri sa-i in-yeon-i it-gil

Semoga ada ikatan di antara kita


아무도 울지 않게 하길

A-mu-do ul-ji an-ke ha-gil

Agar tak ada yang menangis


너도 나와 같은 마음일까

Neo-do na-wa ga-teun ma-eum-il-kka

Apakah kau juga punya perasaan yang sama


그리움 사랑 함께하길

Geu-ri-um sa-rang ham-kke-ha-gil

Semoga rindu dan cinta ada bersama


[Intro]

[Reff]

내 사랑 깊어 변하지 않아

Nae sa-rang gi-peo byeon-ha-ji a-na

Cintaku dalam, tak akan berubah


거친 파도 와도 난 버텨

Geo-chin pa-do wa-do nan beo-tyeo

Walau ombak besar datang, aku akan bertahan


내 사랑 커서 넌 내 안에

Nae sa-rang keo-seo neon nae a-ne

Cintaku besar, kau ada di dalam diriku


높은 산도 너를 위해 가

No-peun san-do neo-reul wi-hae ga

Gunung tinggi pun akan kudaki demi dirimu


[Outro]

내 사랑 깊어 그리움 있어

Nae sa-rang gi-peo geu-ri-um i-sseo

Cintaku dalam, ada rindu di dalamnya


거친 파도 와도 난 버텨

Geo-chin pa-do wa-do nan beo-tyeo

Walau ombak besar datang, aku akan bertahan


높은 산도 너를 위해 가

No-peun san-do neo-reul wi-hae ga

Gunung tinggi pun akan kudaki demi dirimu



Mira Maria feat Syair Langit Studio - Ada Rindu Ada Sayang (Official Video Clip)

  Mira Maria feat Syair Langit Studio - Ada Rindu Ada Sayang (Official Video Clip) Syair Langit Studio ( Music, Film, Vlog, Entertainment ) ...