“Tidak sedikit manusia yang telah tiada namun nama baik mereka tetap terjaga, kehidupannya dikenang sepanjang masa, meninggalkan kebaikan kepada sesama.
Jasad mereka telah mati, namun hakikatnya mereka tetap hidup. Kenangan mereka selalu di hati, dan cerita hidupnya tak pernah redup.
Lalu sebaliknya, banyak manusia yang masih hidup, tapi sekaan-akan mereka ini telah mati. Kehidupannya tidak berguna, ke-ingkarannya semakin merajalela. Saat ada, mereka dibenci. Saat mati, mereka disyukuri.
Jadilah manusia yang disaat engkau meninggal, semua orang menangisimu, dan saat engkau hidup, semua orang merindukanmu”
Penjelasan:
Mutiara ini mengajarkan bahwa ukuran hidup manusia bukanlah panjang pendeknya usia, bukan pula banyak sedikitnya harta, melainkan jejak kebaikan yang ia tinggalkan. Ada manusia yang telah wafat ratusan tahun, tetapi nama mereka tetap harum, doa-doa terus dipanjatkan untuknya, dan manfaat ilmu serta amalnya terus mengalir hingga hari kiamat. Inilah tanda kehidupan yang hakiki: meski jasad telah kembali ke tanah, ruh dan amalnya tetap hidup di hati manusia.
Sebaliknya, ada manusia yang meski masih hidup, namun seakan-akan ia telah mati. Hidupnya tidak memberi manfaat, kehadirannya menjadi beban, ucapannya menyakiti, tindakannya merusak. Orang-orang tidak merindukannya, bahkan merasa lega bila ia tiada. Hidup semacam ini sesungguhnya adalah kematian dalam kehidupan, karena yang bergerak hanyalah jasad, sementara hatinya mati dari cahaya Allah.
Oleh karena itu, seorang salik diingatkan agar menjadi manusia yang dikenang kebaikannya, dirindukan amalnya, ditangisi kepergiannya, dan disyukuri keberadaannya. Hidupnya menjadi rahmat, wafatnya menjadi kehilangan, karena di dalam dirinya ada cahaya Allah yang selalu memberi manfaat bagi sesama.
“Apabila seorang manusia meninggal dunia, maka terputuslah amalnya kecuali tiga perkara: sedekah jariyah, ilmu yang bermanfaat, atau anak saleh yang mendoakannya.”
(HR. Muslim)
Hadist ini menegaskan bahwa meskipun jasad terkubur, amalnya tetap hidup dan terus mengalir manfaatnya.
Rasulullah saw juga bersabda:
خَيْرُ النَّاسِ أَنْفَعُهُمْ لِلنَّاسِ
“Sebaik-baik manusia adalah yang paling bermanfaat bagi manusia.”
(HR. Ahmad, Thabrani)
Maka ukuran kemuliaan hidup adalah seberapa besar manfaat yang ia berikan.
Inti Hikmah
Kehidupan sejati adalah yang meninggalkan jejak kebaikan. Kematian sejati bukanlah ketika ruh keluar dari jasad, melainkan ketika hati mati dari dzikrullah.
Manusia yang dirindukan adalah manusia yang menghadirkan cahaya Allah dalam hidupnya, hingga ia tetap hidup meski jasad telah terkubur.
Penjelasannya diambil dari Kitab Sajatining Mulyo, Maha Karya: Raden Syair Langit (Abah Leuweunggede) Pendiri Majelis Tarekat Thaifuriyah Ma'had Thoriqotul Auliya
DRAMATIS ! ARGENTINA SINGKIRKAN INGGRIS DAN TEMBUS KEBABAK FINAL
Laga klasik penuh tensi tinggi di semifinal Piala Dunia 2026 berakhir dengan epic. Comeback luar biasa dari sang juara bertahan, Argentina. Sempat tertinggal lebih dulu, Messi dkk berhasil mengubur mimpi Three Lions di menit-menit akhir laga.
Setelah babak pertama berakhir tanpa gol, Inggris sempat membuka asa lewat gol Anthony Gordon pada menit ke-55, memanfaatkan umpan silang Morgan Rogers. Tertinggal 0-1, anak asuh Lionel Scaloni langsung menaikkan intensitas serangan secara agresif.
Tembok tebal Inggris akhirnya runtuh di menit ke-85 setelah Enzo Fernandez melepaskan tembakan jarak jauh spektakuler yang gagal dihalau Jordan Pickford.
Skor imbang 1-1 membuat atmosfer stadion makin bergemuruh.
Petaka bagi Inggris datang di masa injury time (90+2'). Berawal dari bola rebound sundulan Alexis Mac Allister yang mengenai tiang gawang, Messi dengan jeli menguasai bola dan melepaskan umpan silang akurat yang disambar oleh Lautaro Martinez menjadi gol kemenangan.
taktik bertahan Thomas Tuchel pasca unggul harus dibayar mahal oleh skuad Inggris.
Pelatih Inggris ini tidal berkaca pada pertandingan yang sudah-sudah.
Saat mereka unggul malah bertahan, ini adalah strategi yang sering patah oleh agresifnya permainan Argentina.
Skor akhir 2-1 memastikan langkah Argentina melaju ke babak final Piala Dunia 2026 untuk menghadapi Spanyol pada Senin (20/7/2026) mendatang.
Spanyol Hancurkan Mimpi Prancis Menjuarai Piala Dunia 2026 Ini ulasan lengkapnya, mengapa squad Les Bleus berhasil di singkirkan oleh squad La Furia Roja.
SPANYOL TEMBUS FINAL PIALA DUNIA SETELAH MENUMBANGKAN PRANCIS
Langkah dominan La Furia Roja tak terbendung. Spanyol resmi mengamankan tiket pertama ke partai puncak Piala Dunia 2026 setelah menumbangkan Prancis dengan skor meyakinkan 2-0 di Stadion Dallas, Arlington, Amerika Serikat.
Skuad asuhan Luis de la Fuente tampil sangat disiplin dan klinis sejak menit awal pertandingan. Gol keunggulan Spanyol dibuka oleh eksekusi penalti Mikel Oyarzabal pada menit ke-22, menyusul kemelut di area terlarang akibat sapuan lini belakang Prancis yang gagal.
Prancis yang dimotori oleh Kylian Mbappe mencoba membalas, namun rapatnya barisan pertahanan Spanyol serta performa gemilang Unai Simon di bawah mistar gawang sukses membuat frustrasi lini serang Les Bleus.
Alih-alih menyamakan kedudukan, gawang Prancis justru kembali bergetar di babak kedua. Memanfaatkan umpan matang dari Dani Olmo, Pedro Porro mencetak gol kedua Spanyol pada menit ke-58 melalui aksi yang memukau.
Skor 2-0 bertahan hingga peluit panjang berbunyi.
Dengan hasil ini, impian Prancis untuk mencetak hat-trick final beruntun harus kandas. Mereka kini harus puas berlaga di perebutan tempat ketiga. Sementara itu, Spanyol melaju ke babak Final dan menunggu pemenang dari laga semifinal lainnya antara Inggris dan Argentina.