JALAN TOL SI "ANAK EMAS FIFA" MENUJU SEMIFINAL ! PEMBERIAN HADIAH KEMBALI BERLANJUT?
Langkah Argentina ke semifinal Piala Dunia 2026 kembali diwarnai sorotan tajam dan aroma "settingan" yang sulit dibantah. Menghadapi Swiss di Kansas City, tim Tango menang 3-1, namun lagi-lagi lewat skenario yang sangat menguntungkan setelah Swiss dipaksa bermain dengan 10 orang sejak awal babak kedua akibat kartu merah kontroversial.
Publik sepak bola dunia kini makin jengah melihat bagaimana skuad asuhan Lionel Scaloni ini seperti dituntun lewat "jalan tol" oleh FIFA. Coba lihat rekam jejak mereka, Argentina melaju ke semifinal tanpa sekalipun bertemu tim yang masuk dalam peringkat 10 besar FIFA! Semuanya tim semenjana:
🔹 Menang lawan Aljazair (Peringkat 28 FIFA)
🔹 Menang lawan Austria (Peringkat 24 FIFA)
🔹 Menang lawan Yordania (Peringkat 63 FIFA)
🔹 Menang lawan Tanjung Verde (Peringkat 67 FIFA)
🔹 Menang lawan Mesir (Peringkat 29 FIFA) — Penuh skandal VAR
Kejanggalan ini memperkuat dugaan global bahwa ketua FIFA memang mati-matian menjaga sang "anak emas" agar tidak angkat koper lebih cepat.
Setelah drama VAR yang merugikan Mesir di 16 besar, kini giliran Swiss yang digembosi lewat keputusan wasit yang sangat merugikan momentum pertandingan.
Menang melawan 10 orang tim peringkat 19 tentu bukan hal yang membanggakan untuk tim yang katanya kandidat juara.
Apakah trofi tahun ini memang sudah diukir namanya sejak awal turnamen oleh FIFA? Ataukah Inggris/Prancis bisa menghentikan komedi settingan ini di babak berikutnya?
DRAMA EXTRA TIME, INGGRIS TEMBUS SEMIFINAL SETELAH BERHASIL MENYINGKIRKAN NORWEGIA
Langkah luar biasa Timnas Inggris berlanjut. Lewat pertarungan melelahkan selama 120 menit di Stadion Miami, The Three Lions sukses menyegel tiket ke babak semifinal Piala Dunia 2026, karena telah berhasil menumbangkan Norwegia dengan skor ketat 2-1.
Norwegia yang tampil spartan sempat mengejutkan publik Miami lewat gol pembuka Andreas Schjelderup di babak pertama. Namun, keunggulan itu tak bertahan lama setelah gelandang andalan Real Madrid, Jude Bellingham menyamakan kedudukan lewat penyelesaian dingin.
Masuk ke babak extra time, Bellingham kembali membuktikan magisnya dengan mencetak gol kedua sekaligus penentu kemenangan, tepat pada menit ke-93, memanfaatkan bola muntahan.
Momen-momen krusial di Miami:
⚽ Andreas Schjelderup (36') – Tendangan akurat dari sudut sempit membawa Norwegia memimpin.
⚽ Jude Bellingham (Stoppage Time Babak I) – Gol penyama kedudukan dari umpan Anthony Gordon.
⚽ Jude Bellingham (93') – Brace krusial yang mengunci kemenangan dramatis Inggris.
❌ VAR Highlight – Gol kedua Norwegia sempat dianulir VAR karena pelanggaran Erling Haaland terhadap Elliot Anderson.
Dengan kemenangan dramatis ini, tim asuhan Thomas Tuchel resmi melaju ke babak 4 besar untuk menantang pemenang antara Argentina vs Swiss.
Apakah Football is Coming Home benar-benar terwujud tahun ini?
Pertempuran dua raksasa Eropa di babak perempat final Piala Dunia 2026 berakhir epik! La Roja sukses menyegel tiket semifinal kedua sepanjang sejarah mereka setelah menumbangkan generasi emas Belgia dengan skor ketat 2-1 di Los Angeles.
Laga berjalan dengan intensitas luar biasa sejak menit awal. Spanyol membuka keunggulan terlebih dahulu lewat gol apik Fabián Ruiz.
Namun, tembok pertahanan Spanyol akhirnya bobol untuk pertama kalinya di turnamen ini setelah sundulan Charles De Ketelaere menyamakan kedudukan menjadi 1-1 sebelum turun minum.
Petaka menghampiri Setan Merah di babak kedua ketika kiper andalan mereka, Thibaut Courtois, terpaksa ditarik keluar lapangan sambil menangis akibat cedera gawang.
Momen krusial terjadi di menit-menit akhir:
⚽ Fabián Ruiz (Babak I) – Gol pembuka yang dominan.
⚽ Charles De Ketelaere (41') – Gol penyeimbang Belgia yang meruntuhkan rekor cleansheet Spanyol.
⚽ Mikel Merino (88') – Sang pahlawan pemain pengganti.
Memanfaatkan bola muntah sepakan Pau Cubarsi untuk mengunci kemenangan dramatis Spanyol.
Dengan kemenangan ini, Spanyol resmi melaju ke babak 4 besar untuk menantang Prancis di Dallas.
Apakah taktik kolektif Luis de la Fuente sanggup menghentikan laju Kylian Mbappe dkk?
Kitab Sajatining Mulyo adalah kitab karya: Raden Syair Langit (Abah Leuweunggede)
Air Mengalir Dibawah Kakiku
وَٱلْمَاءُ يَجْرِي تَحْتَ قَدَمَيَّ
"Seorang mukmin sejati adalah ia yang menyelaraskan antara syariat dan hakikat, memadukannya dalam keseimbangan yang hakiki. Syariat tanpa hakikat ibarat jasad tanpa ruh, sementara hakikat tanpa syariat adalah kesesatan yang berujung pada zindiq. Adapun jalan yang menghubungkan keduanya adalah tarekat"
Abah Leuweunggede (Raden Syair Langit)
Mutiara hikmah dari Abah Leuweunggede ini ditujukan kepada siapapun itu para salikin, yang menapaki jalan suci menuju makrifatullah.
Dalam bait syairnya, terpantul kebijaksanaan yang dalam, mengandung pelajaran ruhani yang agung, bahwa perjalanan menuju Allah bukanlah jalan yang datar, melainkan lembah terjal yang penuh jebakan tersembunyi.
Seorang salik dalam pencarian kesejatian, harus menempuh jalur yang tepat dan berhati-hati. Bila salah menapak, bukan makrifat yang digapai, melainkan kesesatan yang membinasakan. Namun jika ia istiqamah di jalan yang benar, ia akan sampai pada puncak kesempurnaan, mengenal Allah dengan sebenar-benarnya pengenalan.
Semakin tinggi maqam seseorang dalam iman, semakin halus pula ujian dan bisikan yang datang padanya. Tidak lagi hanya ujian maksiat zahir, namun ujian kehalusan rasa, bisikan batin, dan ilusi keagungan diri yang samar.
Sebagian salikin tergelincir bukan karena syahwat dunia, melainkan karena merasa telah sampai padahal ia baru melangkah. Mereka mengira telah berada dalam derajat makrifat, hingga berani meninggalkan kewajiban syariat seperti shalat, lalu ia pun berkata. “Shalat hanyalah bagi orang awam, adapun aku telah sampai pada hakikatnya.”
Mereka pun tertipu oleh rasa keakuan, seolah seluruh capaian ruhani itu adalah hasil dari dirinya sendiri. Lebih tragis lagi, muncul perasaan “lebih suci” daripada sesama, merasa lebih dekat dengan Allah, dan meremehkan amal-amal syariat. Padahal, sesungguhnya ia telah jatuh dalam lubang tak terlihat, kesombongan ruhani yang lebih berbahaya dari maksiat lahir.
Sesungguhnya, semua itu adalah bentuk istidraj yang tersembunyi, ketika Allah membiarkan seorang hamba terlena dalam ilusi keberhasilan, padahal sejatinya ia sedang tersesat. Ia pun tanpa sadar mengenakan selendang kesombongan milik Allah, dan menyentuh mahkota keangkuhan yang bukan haknya.
Abah Leuweunggede pernah berkata, “Air mengalir di bawah kakiku.” Sebuah kiasan yang sarat makna bagi seorang salik, bahaya bisa datang dari arah yang tak disadari. Ia berdiri di atas tanah yang tampak kokoh, namun di bawahnya mengalir arus deras yang siap menyeretnya jatuh bila tidak waspada. Demikianlah halusnya tipu daya jalan ruhani yang seakan benar, terdengar benar, bahkan terasa benar, padahal menjerumuskan.
Maka wajib atas setiap salikin untuk bertarekat dengan ilmu, adab, dan bimbingan mursyid yang kamil. Bukan sekedar semangat, tetapi juga disertai disiplin spiritual yang bersumber dari Al-Qur’an, sunnah, dan warisan para wali.
Seorang penempuh jalan ruhani harus terlebih dahulu melakukan takhalli (تخلي), membersihkan diri dari akhlak tercela dan dosa. Lalu dihiasi dengan tahalli (تحلي), menghias jiwa dengan akhlak yang luhur dan memperbanyak amal ibadah yang mengangkat derajat di sisi Allah. Setelah itu, ia akan sampai pada tajalli (تجلي), tersingkapnya cahaya Allah dalam qalbu, hingga ia mengenal Tuhannya dalam kehadiran yang hakiki.
Dan ketika tajalli menyinari relung jiwanya, Allah memanggilnya, “wahai hamba-Ku.” Maka dengan penuh cinta dan tunduk, ia pun menjawab, “labbaik, ya Rabbi” seruan yang lahir dari kedalaman fana' dan mahabbah.
Namun perlu di ingat, jalan ini bukan jalan main-main. Ini jalan para pecinta sejati, jalan para wali, jalan para kekasih Tuhan. Hanya yang jujur dalam adab dan tulus dalam mujahadah yang akan sampai. Maka jangan pernah lepas dari syariat, karena itulah pijakan awal dan akhir setiap perjalan ruhani. Hakikat dan tarekat tidak akan berdiri tanpa syariat.
Sebagaimana pesan Kanjeng Syekh Thoifur Abu Yazid Al-Busthami (الشيخ طيفور أبو يزيد البسطامي),
"Jika kamu melihat seseorang mampu terbang di udara atau berjalan di atas air, maka janganlah engkau terpedaya. Tetapi lihatlah bagaimana ia menjaga syariat dan adab kepada Allah."
Sayyid Bakri Syatha Ad-Dimyathi (سيد بكري شطا الدمياطي) menegaskan dalam kitab كفاية الأتقياء ومنهاج الأصفياء Kifayatul Atqiya’ wa Minhajul Ashfiya:
“Tarekat dan hakikat bergantung pada pengamalan syariat. Keduanya takkan tegak dan hasil tanpa syariat. Sekalipun derajat dan kedudukan seseorang sudah mencapai level yang sangat tinggi, dan ia termasuk salah satu wali Allah, ibadah yang wajib sebagaimana diamanahkan dalam Al-Qur’an dan sunnah tidak gugur darinya.”
Kutipan ini menjadi pengingat agung, bahwa antara ajaran lahir (syariat) dan pengalaman batin (tarekat dan hakikat), adalah inti ajaran tasawuf yang benar. Maka berhati-hatilah wahai penempuh jalan Allah, jangan biarkan air itu mengalir tanpa kau sadari ternyata derasnya air itu ada di bawah kakimu. Jangan sampai engkau tergelincir, karena menyangka telah sampai. Berpeganglah pada tali Allah, bimbingan Nabi, dan jejak para wali. Itulah jalan selamat, jalan suci, jalan pulang yang hakiki.