Selasa, 26 Mei 2026

Besok Itu Hari Raya Kurban Atau Hari Arisan Hewan? Hakekat Berkurban Menurut Abah Raden Syair Langit

 


Besok Itu Hari Raya Kurban Atau Hari Arisan Hewan? Hakekat Berkurban Menurut Abah Raden Syair Langit

HIKMAH DI BALIK QURBAN


Tidak semua orang yang menyembelih hewan, benar-benar sedang berqurban.

Sebab hakikat qurban bukan terletak pada darah yang mengalir, bukan pula pada daging yang dibagikan.

Tetapi pada apa yang sedang disembelih di dalam dirinya sendiri.

Banyak manusia bergembira menyambut hari raya, namun kegembiraannya hanya berhenti pada perut dan jamuan.

Rumah ramai oleh asap bakaran, lidah sibuk memuji rasa, tetapi hati tetap keras, sombong, tamak, dan jauh dari Allah.

Padahal sejak awal, Allah telah memberi isyarat bahwa yang sampai kepada-Nya bukan dagingnya, bukan darahnya.

Melainkan ketakwaan yang bersemayam di dalam jiwa.

Maka orang arif memandang qurban bukan sekadar penyembelihan kambing atau sapi.

Namun penyembelihan sifat kebinatangan yang hidup dalam dirinya.

Kesombongan disembelih.

Keangkuhan dipotong.

Ketamakan dikuliti.

Riya dihancurkan.

Nafsu dipatahkan.

Sebab selama ego masih duduk di singgasana hati, maka manusia sejatinya belum berqurban.

Ia hanya memindahkan darah hewan ke tanah, namun tidak pernah memindahkan hijab dari ruhnya.

Lihatlah Nabi Ibrahim عليه السلام.

Yang Allah uji bukan tentang hewan, melainkan tentang cinta terbesar di dalam hatinya.

Karena perjalanan menuju Allah tidak akan terbuka selama masih ada sesuatu yang lebih dicintai selain Dia.

Maka qurban adalah madrasah keikhlasan.

Sekolah untuk menghancurkan “aku”.

Latihan agar manusia belajar melepaskan apa yang paling dicintainya demi ridha Allah.

Orang yang benar-benar memahami qurban akan menjadi lembut hatinya.

Ia tidak sibuk memamerkan hewan terbesar, tidak pula haus pujian manusia.

Karena yang ia cari bukan pengakuan makhluk, melainkan pandangan Allah kepadanya.

Dan ketahuilah…

Betapa banyak orang miskin yang tidak mampu membeli hewan qurban, namun hatinya jauh lebih dekat kepada Allah dibanding orang kaya yang setiap tahun menyembelih sapi tetapi masih gemar menyakiti sesama.

Sebab di mata Allah, nilai qurban bukan pada besar kecilnya hewan.

Melainkan seberapa besar keikhlasan dan seberapa banyak nafsu yang berhasil disembelih.

Maka jangan jadikan hari qurban hanya sebagai pesta daging.

Karena jika yang hidup hanya syahwat makan dan kebanggaan dunia, maka manusia sedang merayakan hawa nafsunya sendiri.

Belajarlah menjadi hamba seperti Ibrahim.

Yang rela kehilangan demi mendapatkan Allah.

Yang rela mengorbankan dunia demi hidupnya cahaya ketuhanan di dalam jiwa.

Karena hakikat qurban sejatinya adalah:

“Ketika seekor hewan disembelih di bumi, maka seharusnya nafsu juga disembelih di dalam diri.”

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Mira Maria feat Syair Langit Studio - Ada Rindu Ada Sayang (Official Video Clip)

  Mira Maria feat Syair Langit Studio - Ada Rindu Ada Sayang (Official Video Clip) Syair Langit Studio ( Music, Film, Vlog, Entertainment ) ...