Rabu, 20 Mei 2026

Wara‘ (الورع) Mahkota Kehati-hatian Ruhani Di Dalam Amalan Tarekat - Kajian Kitab Sajatining Mulyo | Raden Syair Langit


Wara‘ (الورع) Mahkota Kehati-hatian Ruhani Di Dalam Amalan Tarekat - Kajian Kitab Sajatining Mulyo | Raden Syair Langit

Wara‘ adalah mahkota kebeningan jiwa, cahaya yang menerangi langkah para salik dalam perjalanan menuju Allah SWT. Ia bukan sekedar menjauhi yang haram, tapi juga bersikap waspada terhadap segala yang samar dan syubhat, dan apa pun yang berpotensi menggelapkan hati dan menjauhkan diri dari ridha-Nya.

الوَرَعُ طَرِيقُ الأَبْرَارِ، وَزَادُ السَّالِكِينَ، وَعِصْمَةُ الْمُقَرَّبِينَ

“Wara‘ adalah jalannya orang-orang shalih, bekal para penempuh, dan penjaga bagi mereka yang didekatkan kepada Allah.”

Wara‘ tumbuh dari akar rasa takut dan cinta kepada Allah. Ia bukan karena takut celaan manusia, melainkan karena malu kepada Tuhan Yang Maha Melihat. Hati yang memiliki wara‘ akan lebih memilih lapar daripada kenyang yang syubhat, lebih memilih sepi daripada keramaian yang menyesatkan, dan lebih memilih diam daripada kata-kata yang bisa menodai cahaya hatinya.

Dalam dunia tasawuf, wara‘ bukanlah sikap kaku atau menutup diri dari dunia, melainkan ekspresi dari kehalusan nurani yang telah disucikan. Ia adalah penjaga gerbang tazkiyatun nafs تَزْكِيَةُ النَّفْسِ (penyucian jiwa). Tanpa wara‘, jiwa mudah dikotori oleh kelalaian yang samar dan maksiat yang tersembunyi.

Antara Zuhud dan Wara‘

Zuhud dan wara‘ adalah dua sayap burung ruhani yang terbang menuju langit makrifat. Zuhud adalah sikap meninggalkan cinta dunia karena lebih cinta kepada akhirat, sementara wara‘ adalah penjagaan hati dari segala yang meragukan, meskipun tampak kecil atau sepele.

Bersama-sama, kedua sifat ini menjadi pilar utama dalam tazkiyatun-nafs (تَزْكِيَةُ النَّفْسِ), penyucian jiwa dari kotoran duniawi dan sifat-sifat tercela. Jiwa yang telah mengenal wara‘ akan enggan mencicipi yang tidak jelas asalnya, bahkan meski halal secara zahir, bila hatinya tidak tenang, maka ia tinggalkan demi kebersihan batin.

الوَرَعُ نُورٌ يَتَجَلَّى فِي الْقَلْبِ، فَيَهْدِي صَاحِبَهُ إِلَى الطَّرِيقِ الْأَقْرَبِ إِلَى اللهِ

“Wara‘ adalah cahaya yang tampak di dalam hati, yang membimbing pemiliknya menuju jalan tercepat menuju Allah.”

مَنْ لَا وَرَعَ لَهُ، لَا يُوثَقُ بِقَلْبِهِ، وَلَا يُنْتَظَرُ مِنْهُ قُرْبٌ

“Barang siapa tidak memiliki wara‘, maka tak dapat dipercaya hatinya, dan tak diharap darinya kedekatan dengan Allah.”

Wara‘ adalah diam yang penuh cahaya, menahan diri yang penuh kemuliaan, dan kehati-hatian yang melahirkan kedekatan. Ia menempatkan hamba di hadapan Allah dengan keadaan yang bersih, hati yang ringan, dan ruh yang siap menampung limpahan nur Ilahi.


Selasa, 19 Mei 2026

Di Antara Langit, Doa, dan Rahasia Cinta - Hikayat Ruhani di Balik Pembuatan Lagu “Mahabbatus Samawiyyah” Maha Karya Raden Syair Langit

 


Di Antara Langit, Doa, dan Rahasia Cinta - Hikayat Ruhani di Balik Pembuatan Lagu “Mahabbatus Samawiyyah” Maha Karya Raden Syair Langit


Di zaman ketika cinta sering dipermainkan oleh nafsu, dipertukarkan oleh kepentingan, dan dipermurah oleh kefanaan dunia, lahirlah sebuah karya yang tidak berasal dari keramaian manusia, melainkan dari kesunyian ruh yang sedang berbicara kepada Tuhannya.

Karya itu bernama:

Mahabbatus Samawiyyah — cinta yang berasal dari langit.


Ia bukan sekadar lagu.

Bukan hanya rangkaian nada dan lirik.

Tetapi sebuah doa yang hidup. Sebuah munajat panjang yang lahir dari kedalaman hati, dari air mata, dari penantian, dari keyakinan, dan dari penghambaan seorang hamba kepada Rabb-nya.


Pada malam-malam Ramadhan yang penuh cahaya, tepat pada hari Sabtu, 28 Februari 2026 / 10 Ramadhan 1447 H, doa ini mulai disusun oleh Raden Syair Langit. Bukan semata-mata hasil pemikiran manusia, melainkan sebuah ilham ruhani yang diyakini sebagai petunjuk dan kelembutan dari Allah Subhanahu wa Ta’ala.


Di dalamnya terdapat pengakuan seorang pecinta yang memahami bahwa cinta sejati tidak boleh menjauhkan manusia dari Tuhannya. Bahwa mahabbah yang suci bukanlah cinta yang membakar akal dan melalaikan ibadah, melainkan cinta yang justru menghidupkan dzikir, menumbuhkan kesabaran, melembutkan jiwa, dan mendekatkan seorang hamba kepada Rabb semesta alam.


“Jadikan cintaku kepadanya sebagai ibadah…

jadikan rinduku kepadanya sebagai dzikir…”


Kalimat itu bukan hanya lirik.

Ia adalah keadaan jiwa.

Ia adalah maqam rasa yang tidak semua manusia mampu memahaminya.


Dalam Mahabbatus Samawiyyah, cinta digambarkan bukan sebagai kepemilikan, melainkan titipan langit yang harus dijaga kesuciannya. Sebab cinta yang berasal dari Allah tidak akan pernah meminta manusia melupakan Allah. Dan hati yang benar-benar mencintai, pada akhirnya akan kembali bersujud.


Lagu ini juga menjadi saksi bahwa terkadang Allah menyimpan rahasia-Nya di dalam hati seseorang begitu lama, tanpa suara, tanpa penjelasan, namun tetap hidup dan tumbuh di dalam ruhnya. Sebuah rasa yang tidak dipaksakan, tetapi ditanamkan. Tidak direncanakan, tetapi dihadirkan.


Karena itulah Mahabbatus Samawiyyah tidak dibangun di atas syahwat dunia, melainkan di atas doa, kesabaran, keyakinan, dan keridhaan terhadap takdir Allah.


Ia adalah kisah tentang seseorang yang mencintai dengan cara bersujud.

Menunggu dengan cara berdoa.

Dan berharap dengan cara bertawakal.


Semoga karya ini menjadi penyejuk bagi hati-hati yang sedang terluka. Menjadi pengingat bagi para pecinta agar tidak menjadikan cinta lebih tinggi daripada Tuhannya. Dan menjadi saksi bahwa di antara jutaan cinta yang ada di muka bumi, masih ada cinta yang lahir dari langit dan kembali menuju langit.


Karya : Raden Syair Langit (Abah Leuweunggede)

Syair Langit Studio




Du’a ul Mahabbatis Samawiyyah  دُعَاءُ الْمَحَبَّةِ السَّمَاوِيَّةِ


بِسْمِ ٱللَّهِ ٱلرَّحْمَٰنِ ٱلرَّحِيمِ

Artinya: Dengan nama Allah Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang.

يَا ٱللَّهُ

Artinya: Wahai Allah.

أَنْتَ ٱلَّذِي زَرَعْتَ ٱلشُّعُورَ فِي ٱلصُّدُورِ

Artinya: Engkaulah yang menanamkan rasa di dalam dada.

وَأَنْتَ ٱلَّذِي أَنْبَتَّ ٱلْمَحَبَّةَ بِلَا صَوْتٍ

Artinya: Dan Engkaulah yang menumbuhkan cinta tanpa suara.

وَأَنْتَ ٱلَّذِي حَفِظْتَ سِرَّ ٱلْقَلْبِ طُولَ هَٰذِهِ ٱلْمُدَّةِ

Artinya: Dan Engkaulah yang menjaga rahasia hati sepanjang waktu ini.

يَا رَبِّ

Artinya: Wahai Tuhanku.

إِنَّ هَٰذِهِ ٱلْمَحَبَّةَ ٱلَّتِي أَوْدَعْتَهَا فِي قَلْبِي لَيْسَتْ مُجَرَّدَ رَغْبَةٍ مِنِّي

Artinya: Sesungguhnya cinta yang Engkau titipkan di dalam hatiku ini bukan sekadar keinginan dariku.

بَلْ هِيَ عَطِيَّةٌ مِنْكَ حَفِظْتَهَا فِي رُوحِي

Artinya: Tetapi ia adalah anugerah dari-Mu yang Engkau pelihara dalam ruhku.

فَلَا تَجْعَلْهَا عِنْدَكَ ضَائِعَةً

Artinya: Maka jangan Engkau jadikan ia sia-sia di sisi-Mu.

يَا ٱللَّهُ

Artinya: Wahai Allah.

إِنِّي أَسْأَلُكَ بِيَقِينٍ تَامٍّ

Artinya: Sesungguhnya aku memohon kepada-Mu dengan keyakinan yang sempurna.

أَنْ تَجْمَعَنِي بِهَا فِي رِبَاطٍ تَرْضَاهُ

Artinya: Agar Engkau satukan aku dengannya dalam ikatan yang Engkau ridai.

وَاكْتُبِ ٱسْمِي عِنْدَهَا زَوْجًا فِي ٱلدُّنْيَا وَفِي ٱلْجَنَّةِ ٱلَّتِي ٱخْتَرْتَهَا لَهَا

Artinya: Dan tuliskan namaku di sisinya sebagai pasangan di dunia dan di surga yang Engkau pilihkan untuknya.

وَلَيِّنْ قَلْبَهَا لِي بِلُطْفٍ مِنْكَ

Artinya: Dan lembutkan hatinya untukku dengan kelembutan dari-Mu.

وَقَرِّبْ خُطَانَا فِي طَرِيقٍ بَارَكْتَهُ

Artinya: Dan dekatkan langkah-langkah kami dalam jalan yang Engkau berkahi.

يَا ٱللَّهُ يَا أَحَبَّ الْمُحِبِّينَ

Artinya: Wahai Allah, Wahai Yang Paling Mencintai di antara para pecinta, 

ٱجْعَلْ مَحَبَّتِي لَهَا عِبَادَةً

Artinya: Jadikan cintaku kepadanya sebagai ibadah.

وَٱجْعَلْ شَوْقِي إِلَيْهَا ذِكْرًا

Artinya: Dan jadikan rinduku kepadanya sebagai dzikir.

وَٱجْعَلِ ٱنْتِظَارِي لَهَا صَبْرًا تُثِيبُنِي عَلَيْهِ

Artinya: Dan jadikan penantianku kepadanya sebagai kesabaran yang Engkau beri pahala atasnya.

يَا رَبِّ

Artinya: Wahai Tuhanku.

لَا تَجْعَلْ مَحَبَّتِي لَهَا أَعْظَمَ مِنْ مَحَبَّتِي لَكَ

Artinya: Jangan Engkau jadikan cintaku kepadanya lebih besar daripada cintaku kepada-Mu.

وَكُنْ أَنْتَ ٱلْأَعْلَى فِي قَلْبِي دَائِمًا

Artinya: Dan jadilah Engkau Yang paling tinggi di dalam hatiku selamanya.

وَٱجْعَلْهَا سَبَبًا يُقَرِّبُنِي إِلَيْكَ

Artinya: Dan jadikan dia sebab yang mendekatkanku kepada-Mu.

وَلَا تَجْعَلْهَا سَبَبًا يُلْهِينِي عَنْكَ

Artinya: Dan jangan Engkau jadikan dia sebab yang melalaikanku dari-Mu.

أَنَا مُوقِنٌ بِكَ

Artinya: Aku yakin kepada-Mu.

وَرَاضٍ بِقَضَائِكَ

Artinya: Dan aku ridha atas ketetapan-Mu.

وَمُسْتَسْلِمٌ لِقُدْرَتِكَ

Artinya: Dan aku berserah diri kepada kekuasaan-Mu.

لَا حَوْلَ وَلَا قُوَّةَ إِلَّا بِٱللَّهِ

Artinya: Tiada daya dan tiada kekuatan kecuali dengan pertolongan Allah.

إِنَّكَ عَلَىٰ كُلِّ شَيْءٍ قَدِيرٌ

Artinya: Sesungguhnya Engkau Maha Kuasa atas segala sesuatu.

آمِينَ

Artinya: Kabulkanlah.


Doa mahabah karya abah raden syair langit

(Doa hasil petunjuk Allah, dan disusun pada hari sabtu 28 Februari 2026 / 10 Ramadhan 1447 H)


Mahabbatus Samawiyyah مَحَبَّةٌ سَمَاوِيَّةٌ


Judul: Mahabbatus Samawiyyah (مَحَبَّةٌ سَمَاوِيَّةٌ)

Cipta: Raden Syair Langit

Lagu ini dibuat pada: 28 Februari 2026 / 10 Ramadhan 1447 H)

“Cinta yang berasal dari langit, yaitu cinta yang suci dan bersifat ilahiah.”


(Intro)

(Spoken Word)

يَا ٱللَّهُ

أَنْتَ ٱلَّذِي زَرَعْتَ ٱلشُّعُورَ فِي ٱلصُّدُورِ

وَأَنْتَ ٱلَّذِي أَنْبَتَّ ٱلْمَحَبَّةَ بِلَا صَوْتٍ

وَأَنْتَ ٱلَّذِي حَفِظْتَ سِرَّ ٱلْقَلْبِ طُولَ هَٰذِهِ ٱلْمُدَّةِ

يَا رَبِّ

إِنَّ هَٰذِهِ ٱلْمَحَبَّةَ ٱلَّتِي أَوْدَعْتَهَا فِي قَلْبِي لَيْسَتْ مُجَرَّدَ رَغْبَةٍ مِنِّي

بَلْ هِيَ عَطِيَّةٌ مِنْكَ حَفِظْتَهَا فِي رُوحِي

فَلَا تَجْعَلْهَا عِنْدَكَ ضَائِعَةً

يَا ٱللَّهُ

إِنِّي أَسْأَلُكَ بِيَقِينٍ تَامٍّ

أَنْ تَجْمَعَنِي بِهَا فِي رِبَاطٍ تَرْضَاهُ

وَٱكْتُبِ ٱسْمِي عِنْدَهَا زَوْجًا فِي ٱلدُّنْيَا وَفِي ٱلْجَنَّةِ ٱلَّتِي ٱخْتَرْتَهَا لَهَا

وَلَيِّنْ قَلْبَهَا لِي بِلُطْفٍ مِنْكَ

وَقَرِّبْ خُطَانَا فِي طَرِيقٍ بَارَكْتَهُ

يَا ٱللَّهُ يَا أَحَبَّ الْمُحِبِّينَ

ٱجْعَلْ مَحَبَّتِي لَهَا عِبَادَةً

وَٱجْعَلْ شَوْقِي إِلَيْهَا ذِكْرًا

وَٱجْعَلِ ٱنْتِظَارِي لَهَا صَبْرًا تُثِيبُنِي عَلَيْهِ

يَا رَبِّ

لَا تَجْعَلْ مَحَبَّتِي لَهَا أَعْظَمَ مِنْ مَحَبَّتِي لَكَ

وَكُنْ أَنْتَ ٱلْأَعْلَى فِي قَلْبِي دَائِمًا

وَٱجْعَلْهَا سَبَبًا يُقَرِّبُنِي إِلَيْكَ

وَلَا تَجْعَلْهَا سَبَبًا يُلْهِينِي عَنْكَ

أَنَا مُوقِنٌ بِكَ

وَرَاضٍ بِقَضَائِكَ

وَمُسْتَسْلِمٌ لِقُدْرَتِكَ

لَا حَوْلَ وَلَا قُوَّةَ إِلَّا بِٱللَّهِ

إِنَّكَ عَلَىٰ كُلِّ شَيْءٍ قَدِيرٌ

آمِينَ


(Verse 1)

Wahai Allah

Engkau yang menanamkan rasa di dalam dada

Engkau yang menumbuhkan cinta tanpa suara

Engkau yang menjaga rahasia hati sepanjang waktu ini

(Verse 2)

wahai Tuhanku

sungguh cinta yang Kau titipkan di dalam hatiku

bukan sekedar keinginan pada diriku

tapi ini anugerah yang Kau pelihara di dalam ruhku

(Reff)

Wahai Allah

sesungguhnya aku memohon kepada-Mu

agar Engkau satukan aku dengannya

dalam ikatan yang Engkau ridoi

dan tuliskan

namaku di sisinya sebagai pasangan

di dunia dan abadi sampai di surga

kau pilihkan aku sebagai kekasih untuknya

(Intro)

(Verse 3)

Wahai Allah

lembutkan hatinya untukku dengan kelembutan-Mu

Dekatkan langkah kami dalam jalan yang Kau berkahi

Wahai Allah Yang Paling Mencintai di antara para pencinta

(Verse 4)

Jadikanlah

cintaku kepadanya sebagai ibadah

Jadikan rinduku padanya sebagai dzikir

Jadikan penantianku kesabaran yang Engkau beri pahala

(Reff)

Wahai Tuhanku.

Jangan Engkau jadikan cintaku padanya

lebih besar daripada cintaku kepada-Mu

Dan jadilah Engkau Yang paling tinggi di dalam hati

Dan jadikan dia sebab yang mendekatkanku kepada diri-Mu

jangan Engkau jadikan dia melalaikanku

Aku yakin pada-Mu

Dan aku rido atas ketetapan-Mu


Minggu, 17 Mei 2026

Mahabbatus Samawiyyah "Simfoni Cinta dari Langit Ruhani" Maha Karya Lagu Raden Syair Langit Ke-72


Di tengah dunia yang semakin riuh oleh gemerlap fana, lahirlah sebuah karya yang tidak sekadar bernama lagu, melainkan untaian doa, tetesan rindu, dan bisikan ruh yang mengembara menuju langit cinta-Nya.

Mahabbatus Samawiyyah hadir sebagai persembahan jiwa — sebuah perjalanan batin tentang cinta yang tidak lahir dari nafsu dunia, melainkan dari getaran langit yang suci, lembut, dan abadi.

Setiap liriknya mengandung tafakur.

Setiap nadanya menyimpan kerinduan.

Dan setiap detiknya adalah napas spiritual yang mengajak hati kembali mengenal hakikat cinta yang sebenar-benarnya cinta.

Official Video Clip kini telah hadir.

Semoga karya ini menjadi penyejuk bagi hati-hati yang lelah, penerang bagi jiwa yang gelap, dan pengingat bahwa di atas segala cinta manusia, masih ada cinta samawi yang tidak pernah padam.


Judul: Mahabbatus Samawiyyah (مَحَبَّةٌ سَمَاوِيَّةٌ)

Cipta: Raden Syair Langit

Lagu ini dibuat pada: 28 Februari 2026 / 10 Ramadhan 1447 H)


“Cinta yang berasal dari langit, yaitu cinta yang suci dan bersifat ilahiah.”


(Intro)

(Spoken Word)

يَا ٱللَّهُ

أَنْتَ ٱلَّذِي زَرَعْتَ ٱلشُّعُورَ فِي ٱلصُّدُورِ

وَأَنْتَ ٱلَّذِي أَنْبَتَّ ٱلْمَحَبَّةَ بِلَا صَوْتٍ

وَأَنْتَ ٱلَّذِي حَفِظْتَ سِرَّ ٱلْقَلْبِ طُولَ هَٰذِهِ ٱلْمُدَّةِ

يَا رَبِّ

إِنَّ هَٰذِهِ ٱلْمَحَبَّةَ ٱلَّتِي أَوْدَعْتَهَا فِي قَلْبِي لَيْسَتْ مُجَرَّدَ رَغْبَةٍ مِنِّي

بَلْ هِيَ عَطِيَّةٌ مِنْكَ حَفِظْتَهَا فِي رُوحِي

فَلَا تَجْعَلْهَا عِنْدَكَ ضَائِعَةً

يَا ٱللَّهُ

إِنِّي أَسْأَلُكَ بِيَقِينٍ تَامٍّ

أَنْ تَجْمَعَنِي بِهَا فِي رِبَاطٍ تَرْضَاهُ

وَٱكْتُبِ ٱسْمِي عِنْدَهَا زَوْجًا فِي ٱلدُّنْيَا وَفِي ٱلْجَنَّةِ ٱلَّتِي ٱخْتَرْتَهَا لَهَا

وَلَيِّنْ قَلْبَهَا لِي بِلُطْفٍ مِنْكَ

وَقَرِّبْ خُطَانَا فِي طَرِيقٍ بَارَكْتَهُ

يَا ٱللَّهُ يَا أَحَبَّ الْمُحِبِّينَ

ٱجْعَلْ مَحَبَّتِي لَهَا عِبَادَةً

وَٱجْعَلْ شَوْقِي إِلَيْهَا ذِكْرًا

وَٱجْعَلِ ٱنْتِظَارِي لَهَا صَبْرًا تُثِيبُنِي عَلَيْهِ

يَا رَبِّ

لَا تَجْعَلْ مَحَبَّتِي لَهَا أَعْظَمَ مِنْ مَحَبَّتِي لَكَ

وَكُنْ أَنْتَ ٱلْأَعْلَى فِي قَلْبِي دَائِمًا

وَٱجْعَلْهَا سَبَبًا يُقَرِّبُنِي إِلَيْكَ

وَلَا تَجْعَلْهَا سَبَبًا يُلْهِينِي عَنْكَ

أَنَا مُوقِنٌ بِكَ

وَرَاضٍ بِقَضَائِكَ

وَمُسْتَسْلِمٌ لِقُدْرَتِكَ

لَا حَوْلَ وَلَا قُوَّةَ إِلَّا بِٱللَّهِ

إِنَّكَ عَلَىٰ كُلِّ شَيْءٍ قَدِيرٌ

آمِينَ


(Verse 1)

Wahai Allah

Engkau yang menanamkan rasa di dalam dada

Engkau yang menumbuhkan cinta tanpa suara

Engkau yang menjaga rahasia hati sepanjang waktu ini

(Verse 2)

wahai Tuhanku

sungguh cinta yang Kau titipkan di dalam hatiku

bukan sekedar keinginan pada diriku

tapi ini anugerah yang Kau pelihara di dalam ruhku

(Reff)

Wahai Allah

sesungguhnya aku memohon kepada-Mu

agar Engkau satukan aku dengannya

dalam ikatan yang Engkau ridoi

dan tuliskan

namaku di sisinya sebagai pasangan

di dunia dan abadi sampai di surga

kau pilihkan aku sebagai kekasih untuknya

(Intro)

(Verse 3)

Wahai Allah

lembutkan hatinya untukku dengan kelembutan-Mu

Dekatkan langkah kami dalam jalan yang Kau berkahi

Wahai Allah Yang Paling Mencintai di antara para pencinta

(Verse 4)

Jadikanlah

cintaku kepadanya sebagai ibadah

Jadikan rinduku padanya sebagai dzikir

Jadikan penantianku kesabaran yang Engkau beri pahala

(Reff)

Wahai Tuhanku.

Jangan Engkau jadikan cintaku padanya

lebih besar daripada cintaku kepada-Mu

Dan jadilah Engkau Yang paling tinggi di dalam hati

Dan jadikan dia sebab yang mendekatkanku kepada diri-Mu

jangan Engkau jadikan dia melalaikanku

Aku yakin pada-Mu

Dan aku rido atas ketetapan-Mu



Rabu, 13 Mei 2026

Zuhud زهد Di Dalam Amalan Tarekat - Kajian Kitab Sajatining Mulyo | Raden Syair Langit

 


Zuhud زهد Di Dalam Amalan Tarekat - Kajian Kitab Sajatining Mulyo | Raden Syair Langit


Zuhud adalah sebuah sikap meninggalkan keterikatan duniawi, dan tidak terlalu terpaku pada kesenangan dunia, serta lebih mengutamakan kehidupan akhirat.

Zuhud bukan berarti menolak atau meninggalkan dunia, atau tidak boleh memiliki dunia, tetapi zuhud itu lebih pada cara pandang dan sikap hati yang tidak dikuasai oleh keinginan duniawi.

Zuhud tidak mengajarkan kita miskin atau compang camping. Zuhud mengajarkan kita agar hati tidak tunduk kepada sesuatu selain Allah.


Umat Islam dipersilahkan memiliki kekayaan dunia, agar tujuannya bisa menjadi bekal untuk ibadah. Jadi jika ada ajaran tarekat mencerca orang yang banyak hartanya, maka perlu dipertanyakan lagi ajaran tarektnya.

Syekh Abdul Qadir Al-Jailani (الشيخ عبدالقادرالجيلاني البغدادي) itu kaya, banyak hartanya. Begitupun juga dengan Syekh Ibnu Arrabi (الشيخ ابن عربي), beliau pun memiliki banyak harta, padahal beliau termasuk pencetus ajaran wahdatul wujud.

Banyak para wali yang memiliki harta banyak, tetapi mereka tidak tertunduk oleh dunia, justru dunia yang tertunduk kepada mereka. Yang tidak boleh itu الوَهْنُ (al-wahn) salah satu penyakit hati, cinta dunia dan takut mati.

Penyakit al-wahn ini telah diisyaratkan oleh Nabi Muhammad saw dalam sabdanya yang shahih, dari Tsauban bin Bujdud (ثوبان بن بجدد),

Beliau ngadawuh,

قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: يُوشِكُ الْأُمَمُ أَنْ تَدَاعَى عَلَيْكُمْ كَمَا تَدَاعَى الْأَكَلَةُ إِلَى قَصْعَتِهَا، فَقَالَ قَائِلٌ: وَمِنْ قِلَّةٍ نَحْنُ يَوْمَئِذٍ؟ قَالَ: بَلْ أَنْتُمْ يَوْمَئِذٍ كَثِيرٌ، وَلَكِنَّكُمْ غُثَاءٌ كَغُثَاءِ السَّيْلِ، وَلَيَنْزَعَنَّ اللَّهُ مِنْ صُدُورِ عَدُوِّكُمُ الْمَهَابَةَ مِنْكُمْ، وَلَيَقْذِفَنَّ اللَّهُ فِي قُلُوبِكُمُ الْوَهْنَ، فَقَالَ قَائِلٌ: يَا رَسُولَ اللَّهِ، وَمَا الْوَهْنُ؟ قَالَ: حُبُّ الدُّنْيَا، وَكَرَاهِيَةُ الْمَوْتِ

Rasulullah saw bersabda,

“’Hampir-hampir umat-umat (kafir) menyeru untuk menguasai kalian (umat Islam) sebagaimana mereka memperebutkan makanan yang berada di dalam piring’. Seorang laki-laki berkata, ‘Apakah kami waktu itu berjumlah sedikit?’ Beliau menjawab, ‘bahkan jumlah kalian pada waktu itu sangat banyak, namun kalian seperti buih di lautan. Sungguh, benar-benar Allah akan mencabut rasa takut dari dada musuh kalian, dan akan menanamkan ke dalam hati kalian al-wahn’. Seseorang lalu berkata, ‘Wahai Rasulullah, apa itu al-wahn?’ beliau menjawab, ‘Cinta dunia dan takut mati.

Pada hadits ini, Nabi Muhammad saw mengumpamakan kaum muslimin kelak terlihat seperti santapan orang-orang kafir. Kaum muslimin saat itu lemah, sehingga orang-orang kafir ingin berebut mengambil kekuasaan.

Apakah kondisi ini telah terjadi atau belum? Sebagian ulama memandang bahwa hal ini telah terjadi, bahkan kondisi ini tidak hanya terjadi satu kali, namun bisa berulang-ulang.

Di antara kisah yang disebutkan oleh para ulama sebagai contoh adalah kisah kaum tatar, penaklukan Hulagu Khan terhadap umat Islam di Persia, yang padahal di masa itu umat Islam sedang berjaya, namun banyak diantara mereka yang lacut dan terlena oleh dunia, termasuk para pejabatnya seperti Khalifah Al-Musta'sim.

(pembahasan ini sudah di ulas di bab sebelumnya terkait sejarah tarekat didalam Islam).

Kita juga diingatkan dengan kisah runtuhnya Andalusia. Runtuhnya Andalusia, atau jatuhnya Granada sebagai wilayah terakhir kekuasaan Islam di Semenanjung Iberia, terjadi pada 2 Januari 1492 M. Pada tanggal tersebut, Sultan terakhir Granada, Abu Abdullah (أبو عبد الله) (Muhammad XII), menyerah kepada pasukan Kristen yang dipimpin oleh Raja Ferdinand dan Ratu Isabella.

Dengan jatuhnya Granada, berakhirlah kekuasaan Islam di Andalusia, yang telah berlangsung selama lebih dari tujuh abad (711M-1492M). Penaklukan ini menandai akhir dari periode Reconquista, yaitu upaya penguasaan kembali wilayah Semenanjung Iberia oleh kekuatan Kristen.

Semua itu tidak berhenti disana, termasuk di zaman sekarang. Banyak orang-orang kafir yang sudah terlihat mulai menguasai kaum muslimin. Mungkin kita melihat bahwa kondisi-kondisi tersebut tidak sama persis, namun kita katakan bahwa hadits tersebut benar-benar terjadi, disetiap zaman yang umat Islam lalui.

Kemudian, para sahabat didalam hadits ini yang mendengar dawuh Nabi Muhammad saw, mereka bertanya, apakah jumlah kaum muslimin ketika itu sedikit atau banyak? Ternyata Nabi Muhammad saw menepis hal tersebut, jumlah kaum muslimin saat itu ternyata lebih banyak, hanya saja kaum muslimin seperti buih di lautan, mereka banyak, namun tidak bisa berbuat apa-apa, sangat mudah diatur dan sangat mudah untuk dihancurkan. Kemudian Nabi Muhammad saw menyebutkan bahwasanya rasa takut orang-orang kafir terhadap kaum muslimin akan hilang, padahal seharusnya orang-orang kafir itu gentar terhadap kaum muslimin. Ternyata, Nabi Muhammad saw menyebutkan sebab lain yang menyebabkan kaum muslimin akan diserang dan didominasi oleh orang-orang kafir itu. Diantaranya adalah karena banyaknya umat Islam yang cinta dunia dan takut mati. الوَهْنُ (al-wahn) telah menguasai kaum muslimin.

الوَهْنُ (al-wahn). Penyakit halus yang melemahkan ruh

الوَهْنُ secara bahasa berarti kelemahan, namun dalam timbangan ruhani para arif, ia adalah penyakit batin yang halus namun mematikan. Ia bukan sekedar lemahnya tubuh, melainkan lunturnya semangat jiwa untuk menuju Allah. Ia mengendap dalam hati yang lelah mencintai dunia, dan tumbuh dalam jiwa yang takut berpisah darinya.

الوَهْنُ adalah ketika ruh tidak lagi bertenaga karena hatinya terlalu berat menengok ke belakang, yaitu menuju ke dunia yang fana, dan terlalu takut menatap ke depan, yaitu ke akhirat yang abadi. Ia adalah kabut yang menghalangi mata batin dari cahaya keyakinan, dan tali halus yang mengikat kaki manusia agar tidak mampu melangkah menuju hadirat Tuhan.

Orang yang terkena wahn akan mudah letih dalam ibadah, cepat kecewa dalam perjuangan, dan ragu dalam pengorbanan. Padahal, jalan ini adalah jalan para kekasih yang menyerahkan segalanya demi meraih liqa’ Allah لِقَاءُ اللَّهِ (perjumpaan dengan Allah).

Berkata seorang arif,

مَنْ عَلِقَ قَلْبُهُ بِالدُّنْيَا، ضَعُفَتْ رُوحُهُ عَنِ الْمَسِيرِ إِلَى اللهِ

"Barang siapa hatinya tergantung pada dunia, maka ruhnya akan lemah dalam menempuh perjalanan menuju Allah."

Obat dari al-Wahn

Obat dari al-wahn adalah mujahadah مُجَاهَدَةٌ (kesungguhan melawan hawa nafsu), dzikrullah ذِكْرُ اللَّهِ (selalu menghadirkan Allah dalam hati), muraqabah مُرَاقَبَةٌ (merasa diawasi Allah), dan dzikrul maut ذِكْرُ الْمَوْتِ (mengingat kematian). Bila ruh disiram dengan dzikir dan harapan akhirat, maka kelemahan akan berganti menjadi kekuatan, ketakutan menjadi keberanian, dan cinta dunia berganti menjadi kerinduan kepada Tuhan semesta alam.


Penjelasannya diambil dari Kitab Sajatining Mulyo, Maha Karya: Raden Syair Langit (Abah Leuweunggede) Pendiri Majelis Tarekat Thaifuriyah Ma'had Thoriqotul Auliya


ttd. Penulis Jejak Makrifat

Mira Maria feat Syair Langit Studio - Ada Rindu Ada Sayang (Official Video Clip)

  Mira Maria feat Syair Langit Studio - Ada Rindu Ada Sayang (Official Video Clip) Syair Langit Studio ( Music, Film, Vlog, Entertainment ) ...