Mutiara Hikmah Raden Syair Langit ke-18
(Memilih di Mengerti Bukan Lagi di Cintai)
“Suatu hari nanti, kamu tidak lagi berharap senang, melainkan berharap tenang. Memilih dimengerti bukan lagi dicintai. Lebih peduli diterima daripada dipuja.
Pada saat itu kamu berada pada maqam kepahaman, bahwa hati bukanlah tentang kebahagiaan dunia, melainkan kebahagiaan hakiki tentang Dia Sang Maha Cinta, Allah ‘‘azza wa jalla, yang selalu ada di dalam jiwa tanpa terhalang jeda”
Penjelasannya diambil dari Kitab Sajatining Mulyo, Maha Karya: Raden Syair Langit (Abah Leuweunggede) Pendiri Majelis Tarekat Thaifuriyah Ma'had Thoriqotul Auliya
ttd. Penulis Jejak Makrifat
%20Pengarang%20Kitab%20Sajatinign%20Mulyo.jpg)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar