Mutiara Hikmah Raden Syair Langit ke-15
(Hidup itu Seperti Catur)
“Sedulur-sedulur yang diberkahi Allah, hidup itu seperti catur. Kita tidak tahu langkah apa yang akan kita hadapi di depan. Ketika dalam sebuah perjuangan terdapat tantangan yang besar, berarti keberhasilan yang menanti pun insyaAllah akan lebih besar. Saat kita melakukan sesuatu namun gagal, berarti kita mendapatkan hikmah di dalam kegagalan itu sendiri.
Jika tidak melakukan apa-apa, artinya kita kalah oleh rasa takut. Banyak orang yang tidak bertindak apa-apa karena takut akan gagal. Padahal tidak bertindak sama sekali adalah kegagalan yang jelas-jelas sudah terjadi. Sakit di dalam perjuangan itu hanya sementara. Namun jika menyerah sebelum berjuang, rasa sakit itu akan terasa selama-lamanya.
Perjuangan itu bukan proses penderitaan menuju tujuan, tetapi proses memantaskan diri untuk meraih tujuan itu sendiri. Perjuangan adalah sesuatu yang dibutuhkan dalam hidup. Jika Allah membiarkan hidup tanpa hambatan dalam perjuangan, justru itu akan melumpuhkan kita. Karena kita akan senantiasa sombong dengan segala kemudahan, hingga akhirnya jatuh dan kalah berantakan.
Tetaplah berwibawa, tak angkuh dan jumawa. Meski terkadang diri harus kecewa, sebab ia tengah dididik untuk jadi istimewa”
Penjelasannya diambil dari Kitab Sajatining Mulyo, Maha Karya: Raden Syair Langit (Abah Leuweunggede) Pendiri Majelis Tarekat Thaifuriyah Ma'had Thoriqotul Auliya
ttd. Penulis Jejak Makrifat
%20Pengarang%20Kitab%20Sajatinign%20Mulyo.jpg)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar