Kamis, 19 Maret 2026

Mutiara Hikmah Raden Syair Langit ke-13 (Perbandingan Waktumu di Dunia & di Akhirat)

 


Mutiara Hikmah Raden Syair Langit ke-13

(Perbandingan Waktumu di Dunia & di Akhirat)


قُلْ مَتَاعُ الدُّنْيَا قَلِيْلٌۚ وَالْاٰخِرَةُ خَيْرٌ لِّمَنِ اتَّقٰىۗ

Katakanlah, kesenangan di dunia ini hanya sedikit, dan akhirat itu lebih baik bagi orang-orang yang bertaqwa.

Waktumu di dunia fana, bagaikan engkau mencelupkan jari di lautan samudra. Air yang menetes dari jari itu adalah waktu dunia. Sedangkan hamparan air di lautan samudra adalah waktu akhirat”


Penjelasan:

Mutiara hikmah ini menekankan perspektif yang benar tentang nilai waktu di dunia dibandingkan dengan akhirat. Ayat Qur’an yang dikutip,

قُلْ مَتَاعُ الدُّنْيَا قَلِيْلٌۚ وَالْاٰخِرَةُ خَيْرٌ لِّمَنِ اتَّقٰىۗ

(QS. An-Nisa: 77) (potongan ayat)

ayat ini mengingatkan kita bahwa kesenangan dunia hanya sementara dan terbatas. Bagi orang yang bertaqwa, akhirat jauh lebih baik, kekal, dan penuh kenikmatan yang hakiki.

Perumpamaan yang menggugah

Waktu dunia diibaratkan seperti meneteskan jari ke lautan: sedikit, cepat berlalu, dan hampir tidak terasa dibandingkan dengan luasnya samudra sebagai perbandingan waktu di akhirat.

Analogi ini membantu kita memahami betapa kecilnya porsi dunia dalam skema keseluruhan kehidupan.

Mendorong prioritas kehidupan

Dengan menyadari perbandingan ini, seorang hamba akan terdorong untuk memanfaatkan waktu di dunia, untuk beramal dan taat kepada Allah, karena itu yang akan menentukan kebahagiaan yang kekal di akhirat.

Hikmah

Fokus pada akhirat bukan berarti meninggalkan dunia sepenuhnya, tetapi menggunakannya sebagai sarana menuju ridha Allah. Dunia adalah ladang untuk menanam amal yang akan kita tuai kelak di akhirat. Hidup di dunia hanya sementara, seperti setetes air di lautan, sedangkan akhirat adalah luas dan kekal. Orang bertaqwa akan memprioritaskan amal akhirat karena itulah tempat kebahagiaan yang sejati.


Penjelasannya diambil dari Kitab Sajatining Mulyo, Maha Karya: Raden Syair Langit (Abah Leuweunggede) Pendiri Majelis Tarekat Thaifuriyah Ma'had Thoriqotul Auliya


ttd. Penulis Jejak Makrifat

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

71 Karya Lagu Raden Syair Langit & 24 lagu Edisi Transformasi

71 Karya Lagu Raden Syair Langit & 24 lagu Edisi Transformasi  Cerita Dibalik Lagu - Alhamdulillah Selesai 71 Karya Lagu & 24 Edisi ...